POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR

Jurnal Penyuluhan PertanianJurnal Penyuluhan Pertanian

Salah satu tantangan dalam peternakan sapi perah adalah ketersediaan pakan untuk memenuhi kebutuhan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi potensi dan permasalahan dalam memanfaatkan pakan lokal, serta potensi penerapan pengembangan silase; (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi pakan lokal; (3) mengembangkan strategi untuk adopsi berkelanjutan dan peningkatan kapasitas peternak sapi perah. Penelitian ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 47 peternak dalam studi aksi selama dua tahun (2023-2024). Metode pengumpulan data meliputi survei, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi silase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi teknologi silase dipengaruhi oleh karakteristik petani, peran penyuluh, dan sifat inovasi. Meskipun potensi pakan lokal melimpah, pemanfaatannya masih rendah akibat keterbatasan pengetahuan petani dan infrastruktur pengolahan. Uji model struktural menunjukkan hubungan signifikan antara adopsi silase dengan peningkatan produktivitas susu (koefisien 0.508; p = 0.008). Penelitian ini merekomendasikan penguatan institusi peternak melalui Sekolah Peternakan Rakyat (SPR), pelatihan berkelanjutan, dan integrasi sistem pertanian-peternakan (SITT) untuk mengoptimalkan sumber daya lokal. Model desain yang diusulkan mencakup diversifikasi pakan berbasis silase, pemanfaatan limbah pertanian, dan kemitraan dengan pelaku agribisnis. Penelitian ini memberikan referensi untuk kebijakan pertanian berkelanjutan dan pengembangan inovasi teknologi yang adaptif terhadap karakteristik petani kecil.

Desa Tajur Halang memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha peternakan sapi perah.Namun, tantangan seperti keterbatasan akses informasi, tingkat kosmopolitanisme yang rendah, dan ketergantungan pada pakan hijau harus diatasi melalui pelatihan, program kesadaran, dan adopsi teknologi modern.Dengan dukungan pemerintah dan institusi akademik, desa ini dapat menjadi pusat produksi susu utama di Kabupaten Bogor.Faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi silase meliputi karakteristik petani, pengaruh penyuluh, dan sifat inovasi itu sendiri, yang semuanya penting dalam menentukan tingkat adopsi inovasi.Adopsi inovasi oleh petani secara langsung mempengaruhi hasil, yang terlihat dari ketersediaan pakan yang konsisten, peningkatan stabil dalam produksi susu, dan peningkatan efisiensi usaha peternakan sapi perah.Strategi untuk adopsi teknologi berkelanjutan dan peningkatan kapasitas peternak sapi perah di Desa Tajur Halang dapat direalisasikan melalui kombinasi inovasi teknologi dan institusional.Penerapan SITT yang sukses, penguatan institusi SPR, dan kemitraan dengan sekutu strategis sangat penting.Namun, efektivitas strategi ini bergantung pada komitmen semua pihak, termasuk petani, pemerintah, dan universitas.

Untuk memastikan penggunaan berkelanjutan teknologi silase dalam peternakan sapi perah, pemerintah harus membuat kebijakan yang fokus pada peningkatan kapasitas petani dan penguatan kerangka institusional. Tindakan kunci meliputi pemberian insentif kepada petani yang menerapkan teknologi silase, peningkatan peran penyuluh pertanian dalam pendidikan dan bimbingan, serta mendorong kemitraan antara pemerintah, universitas, dan sektor swasta. Tindakan ini dapat meningkatkan daya saing peternakan sapi perah di Desa Tajur Halang. Selain itu, regulasi yang memberikan akses lebih luas terhadap sumber daya, seperti pendanaan dan teknologi, dapat mempercepat proses adopsi dan mengurangi hambatan inovasi di tingkat petani.

  1. Peningkatan Kualitas Jerami Padi MenggunakanTeknologi Amoniasi Fermentasi | Jurnal Ilmu dan Teknologi... jitpi.unram.ac.id/index.php/jitpi/article/view/18Peningkatan Kualitas Jerami Padi MenggunakanTeknologi Amoniasi Fermentasi Jurnal Ilmu dan Teknologi jitpi unram ac index php jitpi article view 18
  2. PENERAPAN TEKNOLOGI SILASE “FAST-FERMENT” DI PETERNAK KAMBING LOKAL... jurnalpeternakan.unisla.ac.id/index.php/ternak/article/view/28PENERAPAN TEKNOLOGI SILASE yCeFAST FERMENTyCAy DI PETERNAK KAMBING LOKAL jurnalpeternakan unisla ac index php ternak article view 28
  3. Improving The Sustainability of Silage Adoption in Dairy Cattle Farming: Analysis of Determining Factors... doi.org/10.51852/7eayjd09Improving The Sustainability of Silage Adoption in Dairy Cattle Farming Analysis of Determining Factors doi 10 51852 7eayjd09
  4. Tampilan kualitas susu sapi perah akibat imbangan konsentrat dan hijauan yang berbeda | Jurnal Ilmu-Ilmu... doi.org/10.21776/ub.jiip.2015.025.01.06Tampilan kualitas susu sapi perah akibat imbangan konsentrat dan hijauan yang berbeda Jurnal Ilmu Ilmu doi 10 21776 ub jiip 2015 025 01 06
Read online
File size421.68 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test