LLDIKTI10LLDIKTI10

Curricula: Journal of Teaching and LearningCurricula: Journal of Teaching and Learning

Lebih dari 50 % mahasiswa yang terdaftar di mata kuliah pijat pada tahun ajaran 2022/2023 gagal memenuhi standar kompetensi yang diharapkan, dengan kekurangan ditemukan pada kinerja praktik, ketelitian teknis, pemahaman prosedur, dan keterampilan motorik halus. Penelitian ini menyelidiki efektivitas media instruksional audiovisual dalam meningkatkan akuisisi keterampilan pijat pada mahasiswa pendidikan vokasi. Berlandaskan teori pembelajaran multimedia, media audiovisual diperkirakan memfasilitasi transfer pengetahuan yang efisien dengan mengintegrasikan demonstrasi visual dan penjelasan auditori, sehingga mendukung pemrosesan kognitif dan pengembangan psikomotor. Desain kuasi‑eksperimental dengan kelompok kontrol post‑test‑only digunakan, melibatkan 108 mahasiswa yang ditetapkan secara acak ke dalam kelompok eksperimen yang menerima instruksi berbasis video dan kelompok kontrol yang menerima demonstrasi konvensional. Kompetensi pijat dinilai menggunakan lembar observasi terstruktur yang mengevaluasi akurasi teknis, urutan prosedur, dan koordinasi motorik. Uji Shapiro–Wilk menunjukkan normalitas data, diikuti oleh uji t dua sampel independen. Hasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mencapai skor rata-rata yang secara statistik signifikan lebih tinggi (M = 87,92, SD = 3,86) dibandingkan kelompok kontrol (M = 83,52, SD = 5,22), dengan perbedaan signifikan (t = 4,87, p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa media instruksional audiovisual secara positif memengaruhi penguasaan keterampilan pijat mahasiswa dengan meningkatkan kejelasan prosedur, mengurangi beban kognitif, dan memungkinkan latihan visual berulang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan sumber daya audiovisual ke dalam kurikulum kesehatan vokasi dapat secara efektif mengatasi kesenjangan kompetensi dan meningkatkan hasil keterampilan praktis. Pendidik dan desainer kurikulum didorong untuk mengadopsi strategi instruksi multimodal guna mendukung pembelajaran psikomotor dalam konteks pendidikan berbasis kompetensi.

Penelitian ini secara empiris menunjukkan bahwa penggunaan media instruksional audiovisual secara signifikan meningkatkan penguasaan keterampilan pijat mahasiswa.Perbedaan skor yang terukur dan statistik kuat mengindikasikan bahwa media video tidak hanya memperjelas prosedur tetapi juga mempercepat akuisisi keterampilan psikomotor.Oleh karena itu, media audiovisual merupakan alat pedagogis yang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik di pendidikan kejuruan kesehatan.Namun, keterbatasan ukuran sampel dan konteks akademik perlu diuji kembali dalam konteks program pendidikan kesehatan lainnya.Penelitian selanjutnya dianjurkan untuk memeriksa efektivitas jangka panjang media audiovisual, variasi format konten (misalnya simulasi interaktif atau AR), serta dampaknya terhadap motivasi belajar, retensi keterampilan, dan kelayakan kerja lulusan.

Pertama, periksa dampak jangka panjang penggunaan media audiovisual pada pemeliharaan keterampilan pijat, dengan mengukur performa mahasiswa tiga bulan setelah pelatihan dan mengkaji faktor retensi pengetahuan. Kedua, eksplore integrasi teknologi augmentasi realitas (AR) sebagai saluran tambahan, menilai apakah pengalaman haptic real‑time dapat memperbesar peningkatan akurasi teknik dibandingkan hanya video. Ketiga, lakukan studi komparatif pada berbagai disiplin kejuruan kesehatan—misalnya fisioterapi, kebugaran, dan perawatan kebersihan—untuk mengidentifikasi variabel konteks yang mempengaruhi efektivitas media audiovisual dan menentukan apakah adaptasi konten khusus bidang dapat meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Semua proposal penelitian mempertimbangkan batasan metodologi yang ada, dan bertujuan memperluas pemahaman tentang optimalisasi media pembelajaran dalam pendidikan kejuruan kesehatan secara terintegrasi dengan praktik profesional.

Read online
File size449.88 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test