LLDIKTI10LLDIKTI10
Curricula: Journal of Teaching and LearningCurricula: Journal of Teaching and LearningDiskursus hukum, khususnya Laporan Investigasi (Berita Acara Pemeriksaan/BAP), berfungsi sebagai fondasi bukti yang penting dalam sistem keadilan pidana. Secara ideal, dokumen-dokumen ini harus mencerminkan netralitas dan objektivitas yang ketat untuk menjamin proses hukum yang adil. Namun, masalah penelitian yang signifikan tetap ada: potensi infiltrasi bahasa evaluatif subjektif yang dapat mengganggu kejelasan hukum, keadilan, dan keadilan prosedural. Meskipun memiliki bobot hukum yang mendalam, pemahaman empiris terbatas tentang bagaimana mekanisme penilaian linguistik beroperasi dalam berbagai jenis BAP. Bahasa evaluatif yang tidak terkendali berisiko memperkenalkan bias, memanipulasi perspektif naratif, dan menciptakan ambigu hukum yang dapat mempengaruhi hak tersangka dan hasil yudisial secara negatif. Kesenjangan ini memerlukan pemeriksaan linguistik kritis untuk mengungkap subjektivitas tersembunyi dalam teks hukum yang tampak objektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bahasa yang digunakan dalam Laporan Investigasi dengan menerapkan Teori Penilaian untuk menganalisis pola Sikap dan Posisi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang didukung oleh analisis korpus menggunakan Program Concordansi Sederhana (SCP). Data terdiri dari delapan jenis Laporan Investigasi yang diperoleh dari Polsek Galang. Analisis berfokus pada identifikasi item leksikal evaluatif dan distribusinya di seluruh jenis laporan. Untuk memastikan keandalan analitis, kategori penilaian diklasifikasikan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, dan dilakukan pengecekan silang untuk mengurangi subjektivitas. Temuan menunjukkan bahwa Sikap Negatif mendominasi Laporan Investigasi Tersangka (35,7%), sedangkan Posisi Negatif paling menonjol dalam Laporan Penyitaan (24,2%). Secara umum, Laporan Tersangka menunjukkan frekuensi penggunaan penilaian tertinggi (97,99%), menunjukkan tingkat tinggi bahasa evaluatif dalam mewakili peristiwa. Temuan ini menekankan pentingnya kesadaran linguistik dalam menyusun laporan investigasi, khususnya dalam menjaga netralitas dan kejelasan untuk menghindari kesalahan tafsir. Keberadaan penilaian negatif menyarankan adanya bias bawaan yang dapat mempengaruhi hasil yudisial, yang menekankan kebutuhan mendesak untuk protokol linguistik standar dalam dokumentasi hukum untuk menegakkan keadilan dan integritas prosedural.
Kesimpulan yang diambil berdasarkan analisis terhadap delapan jenis laporan investigasi adalah sebagai berikut.(1) kecenderungan pola penggunaan leksis penilaian sikap negatif ditunjukkan dalam elemen Afektif, elemen Penilaian, dan elemen Apresiasi negatif oleh penyidik.(2) pola penggunaan leksis penilaian posisi negatif oleh penyidik dengan cara menceritakan peristiwa negatif atau penolakan terhadap berita yang disampaikan kepada yang diperiksa.Kesimpulan ini didasarkan pada penilaian terhadap interogasi saksi, interogasi tersangka, laporan investigasi penahanan, interogasi penangkapan, interogasi Tempat Kejadian Perkara, laporan investigasi penyitaan, interogasi pembinaan penasihat hukum, dan laporan pencarian orang.Berdasarkan temuan dan tujuan penelitian ini, interpretasi bahasa undang-undang dan studi linguistik tentang proses penyusunan laporan dapat dilakukan dengan akurat.Setiap elemen dalam bahasa tidak hanya bermakna, tetapi juga jujur, baik positif maupun negatif.Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan teori linguistik secara umum dan khususnya dalam studi evaluatif bahasa.Diharapkan dapat menunjukkan kebenaran fisik dan materi dalam investigasi untuk menghindari kesalahan interpretasi dan transkripsi laporan tersebut.Penelitian ini memeriksa penilaian dalam teks laporan oleh penyidik.Dari hasil penelitian, disarankan beberapa penelitian lebih lanjut.Pertama, disarankan agar peneliti terus menggunakan data bahasa tertulis dari sumber data lain.Selain itu, data bahasa lisan juga dianggap sebagai penelitian penilaian yang dianggap kaya akan temuan baru.Kedua, disarankan agar penelitian penilaian lebih dikembangkan dengan menggunakan korpus linguistik yang lebih besar sehingga dapat memperoleh gambaran yang lebih baik tentang penggunaan bahasa evaluatif dalam berbagai teks.Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa evaluatif dalam Laporan Investigasi cenderung mencerminkan sikap penyidik, yang dapat mempengaruhi representasi peristiwa.Penelitian ini menyimpulkan bahwa dominasi sikap dan posisi negatif dalam BAP mencerminkan kerangka linguistik non-netral oleh penyidik.Bukti statistik dari korpus menunjukkan bahwa dokumen-dokumen ini bersifat evaluatif.Hal ini sangat penting karena pola linguistik seperti itu dapat menyebabkan kesalahan interpretasi selama fase yudisial.Jika sebuah laporan sangat diframing dengan penilaian negatif, dapat secara tidak sengaja mempengaruhi persepsi jaksa atau hakim terhadap kasus tersebut.Oleh karena itu, peningkatan objektivitas linguistik dalam menyusun BAP sangat penting untuk menjaga integritas proses hukum.Oleh karena itu, disarankan untuk memberikan perhatian lebih pada netralitas linguistik untuk meningkatkan kejelasan dan objektivitas dokumentasi hukum.
Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan korpus linguistik yang lebih besar dan beragam untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang penggunaan bahasa evaluatif dalam berbagai teks hukum. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi pola-pola linguistik yang lebih spesifik dan mengungkap pengaruhnya terhadap interpretasi hukum.. . 2. Memerhatikan aspek-aspek lain dalam laporan investigasi, seperti penggunaan kata kerja, frasa, dan konstruksi gramatikal tertentu yang dapat mempengaruhi penilaian dan interpretasi. Menganalisis bagaimana pilihan kata dan konstruksi gramatikal ini dapat memengaruhi persepsi pembaca terhadap peristiwa dan karakter yang terlibat.. . 3. Melakukan penelitian komparatif antara laporan investigasi yang ditulis oleh penyidik dengan latar belakang dan pengalaman berbeda. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi perbedaan dalam penggunaan bahasa evaluatif dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi hasil investigasi dan proses hukum. Mempelajari bagaimana latar belakang dan pengalaman penyidik dapat memengaruhi gaya penulisan dan penggunaan bahasa mereka dalam laporan investigasi.. . 4. Meneliti pengaruh penggunaan bahasa evaluatif dalam laporan investigasi terhadap proses pengambilan keputusan oleh jaksa dan hakim. Menganalisis bagaimana penilaian negatif atau positif yang terungkap dalam laporan dapat memengaruhi persepsi dan interpretasi mereka terhadap kasus tersebut. Memahami bagaimana bahasa evaluatif dapat mempengaruhi hasil yudisial dan apakah ada bias yang timbul dari penggunaan bahasa tersebut.. . 5. Mempertimbangkan aspek-aspek etika dalam penggunaan bahasa evaluatif dalam laporan investigasi. Menganalisis bagaimana penggunaan bahasa yang berpotensi memengaruhi hak-hak tersangka dan apakah ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi bias dan meningkatkan keadilan dalam proses hukum.. . 6. Meneliti pengaruh penggunaan bahasa evaluatif pada tingkat kepercayaan publik terhadap sistem keadilan pidana. Menganalisis bagaimana bahasa evaluatif dalam laporan investigasi dapat memengaruhi persepsi masyarakat tentang keadilan dan integritas proses hukum. Memahami apakah penggunaan bahasa yang subjektif dapat mempengaruhi kepercayaan publik terhadap sistem keadilan dan bagaimana hal itu dapat diatasi.. . 7. Mengembangkan panduan atau protokol linguistik standar untuk penyusunan laporan investigasi yang dapat membantu penyidik dalam menjaga netralitas dan kejelasan dalam penulisan laporan. Panduan ini dapat mencakup pedoman tentang penggunaan bahasa evaluatif, pilihan kata, dan konstruksi gramatikal yang tepat.. . 8. Melakukan penelitian kolaboratif antara ahli linguistik, ahli hukum, dan penyidik untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam mengurangi penggunaan bahasa evaluatif yang berlebihan dalam laporan investigasi. Menggabungkan pengetahuan dan perspektif dari berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan pendekatan yang komprehensif dalam menjaga objektivitas dan kejelasan dalam dokumentasi hukum.. . 9. Mengkaji kembali proses pelatihan dan pendidikan penyidik untuk memastikan bahwa mereka memahami pentingnya netralitas linguistik dalam laporan investigasi. Menyediakan pelatihan yang berfokus pada kesadaran linguistik dan bagaimana bahasa dapat mempengaruhi interpretasi hukum.. . 10. Melakukan penelitian longitudinal untuk mengukur dampak jangka panjang dari penggunaan bahasa evaluatif dalam laporan investigasi terhadap hasil yudisial dan kepercayaan publik terhadap sistem keadilan. Menganalisis apakah ada perubahan dalam penggunaan bahasa evaluatif dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi proses hukum dan persepsi masyarakat.. . Dengan mempertimbangkan saran-saran di atas, penelitian lanjutan dapat membantu meningkatkan kualitas dan objektivitas laporan investigasi, serta menjaga integritas proses hukum dan keadilan.
- Use of pineapple waste for single cell protein (SCP) production and the effect of substrate concentration... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jfpe.12478Use of pineapple waste for single cell protein SCP production and the effect of substrate concentration onlinelibrary wiley doi 10 1111 jfpe 12478
- Cognitive and linguistic effects of narrative-based language intervention in children with Developmental... doi.org/10.1177/23969415211015867Cognitive and linguistic effects of narrative based language intervention in children with Developmental doi 10 1177 23969415211015867
- Linguistic evidence and grammatical theory - Schütze - 2011 - WIREs Cognitive Science... wires.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/wcs.102Linguistic evidence and grammatical theory SchyEAtze 2011 WIREs Cognitive Science wires onlinelibrary wiley doi 10 1002 wcs 102
- The Contrastive Analysis of the Sound in Vowel and Consonant in English and Batak Language | LingLit... biarjournal.com/index.php/linglit/article/view/724The Contrastive Analysis of the Sound in Vowel and Consonant in English and Batak Language LingLit biarjournal index php linglit article view 724
| File size | 459.69 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Sumber data penelitian ini adalah acara Ini Talkshow di NET TV yang teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik rekam.Sumber data penelitian ini adalah acara Ini Talkshow di NET TV yang teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik rekam.
SASTRA UNESSASTRA UNES Hasil penelitian dan diskusi menunjukkan bahwa dari 96 data iklan Skintific di postingan Instagram, ditemukan 65 data. Data ini dikategorikan sebagai berikut:Hasil penelitian dan diskusi menunjukkan bahwa dari 96 data iklan Skintific di postingan Instagram, ditemukan 65 data. Data ini dikategorikan sebagai berikut:
AMNUS BJMAMNUS BJM Observasi juga memperhatikan keterbatasan praktik komunikasi interaktif di kelas. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan kurikulum Bahasa InggrisObservasi juga memperhatikan keterbatasan praktik komunikasi interaktif di kelas. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan kurikulum Bahasa Inggris
STAIHITKEDIRISTAIHITKEDIRI Meskipun Bahasa Arab memiliki peran penting dalam hukum keluarga Islam, namun masih terdapat beberapa tantangan dalam penggunaan Bahasa Arab dalam konteksMeskipun Bahasa Arab memiliki peran penting dalam hukum keluarga Islam, namun masih terdapat beberapa tantangan dalam penggunaan Bahasa Arab dalam konteks
UNIKAMAUNIKAMA Sinkop adalah perubahan bunyi yang menghilangkan sebuah atau beberapa fonem di tengah kata, seperti kata */abu/→ /awu/, yang berarti abu. Apokop adalahSinkop adalah perubahan bunyi yang menghilangkan sebuah atau beberapa fonem di tengah kata, seperti kata */abu/→ /awu/, yang berarti abu. Apokop adalah
USUUSU Metonymy is a figurative language that most used in the “The Tortured Poets Department song lyrics. The research identified eleven types of figurativeMetonymy is a figurative language that most used in the “The Tortured Poets Department song lyrics. The research identified eleven types of figurative
UNISLAUNISLA Penelitian ini menemukan enam jenis metafora (dead, cliché, stock, recent, original, dan simile) dalam lirik tiga lagu terpilih Bring Me The Horizon.metaforaPenelitian ini menemukan enam jenis metafora (dead, cliché, stock, recent, original, dan simile) dalam lirik tiga lagu terpilih Bring Me The Horizon.metafora
STIESTEKOMSTIESTEKOM Artikel ini berfokus pada penelitian konsep cinta yang terkandung dalam empat puisi karya Heri Isnaini. Konsep cinta yang digunakan sebagai acuan dalamArtikel ini berfokus pada penelitian konsep cinta yang terkandung dalam empat puisi karya Heri Isnaini. Konsep cinta yang digunakan sebagai acuan dalam
Useful /
LLDIKTI10LLDIKTI10 Temuan ini mengonfirmasi bahwa program pelatihan yang efektif harus secara bersamaan menangani kekuatan fisik dan faktor psikologis untuk mengoptimalkanTemuan ini mengonfirmasi bahwa program pelatihan yang efektif harus secara bersamaan menangani kekuatan fisik dan faktor psikologis untuk mengoptimalkan
AZZUKHRUFCENDIKIAAZZUKHRUFCENDIKIA (2) Pengendalian internal memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi. (3) Integritas dapat memperkuat hubungan antara(2) Pengendalian internal memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kecurangan akuntansi. (3) Integritas dapat memperkuat hubungan antara
POLIMEDIAPOLIMEDIA Komatsu Indonesia sebagai perusahaan manufaktur yang memproduksi alat berat. Supplier PT. Komatsu berusaha meningkatkan hasil produksinya untuk memenuhiKomatsu Indonesia sebagai perusahaan manufaktur yang memproduksi alat berat. Supplier PT. Komatsu berusaha meningkatkan hasil produksinya untuk memenuhi
UNISLAUNISLA Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan menggunakan tes bahasa Inggris, kuesioner, dan wawancara sebagai instrumen.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan menggunakan tes bahasa Inggris, kuesioner, dan wawancara sebagai instrumen.