JIECRJIECR

Journal of Innovation in Educational and Cultural ResearchJournal of Innovation in Educational and Cultural Research

Keterampilan berpikir tingkat tinggi sangat penting bagi siswa abad ke-21, dengan berpikir kritis menjadi saksi utamanya. Namun, keterampilan berpikir kritis siswa Indonesia seringkali tidak mencapai standar internasional. Hal ini dapat disebabkan oleh kesenjangan antara pendidikan sains dengan lingkungan sosial‑budaya siswa. Penelitian ini mengintegrasikan model pembelajaran inkuiri terarah dengan kearifan lokal, khususnya tapai jringkeng, untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas 9B SMPN 1 Kotaanyar. Metode yang digunakan adalah desain pretest‑posttest satu kelompok melibatkan 23 siswa, diukur melalui tes esai yang menilai tiga indikator berpikir kritis berdasarkan Ennis (2011). Hasilnya menunjukkan skor N‑gain sebesar 0,77 (tingkat tinggi) dan peningkatan signifikan pada tiga indikator (clarification, advanced clarification, strategy & tactics). Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kearifan lokal dalam pembelajaran berbasis inkuiri dapat memperkuat keterlibatan kognitif siswa serta meningkatkan pemahaman konteks belajar secara lebih mendalam.

Penggunaan model pembelajaran inkuiri terarah berbasis kearifan lokal, seperti tapai jringkeng, secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, terutama pada indikator Elementary Clarification (medium), Advanced Clarification (high), dan Strategy and Tactics (high).Integrasi materi yang relevan secara budaya membuat pembelajaran sains menjadi lebih kontekstual dan menarik, yang tidak hanya meningkatkan perkembangan kognitif tetapi juga meningkatkan apresiasi terhadap keragaman budaya.Namun, karena penelitian menggunakan desain satu kelompok tanpa kontrol, hasilnya harus ditafsirkan dengan hati-hati.Penelitian selanjutnya disarankan untuk menerapkan model ini pada mata pelajaran dan konteks budaya lain dengan desain eksperimental yang lebih ketat.

Pertanyaan penelitian baru dapat meneliti bagaimana model pembelajaran inkuiri terarah berbasis kearifan lokal dapat disesuaikan dengan mata pelajaran yang sangat menuntut logika matematis, seperti fisika, dan apakah adaptasi tersebut tetap efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa; pertanyaan lain dapat mengkaji dampak penggunaan media digital yang menampilkan proses pembuatan tapai jringkeng terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep biologi; serta penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas model ini pada siswa dengan latar belakang budaya yang berbeda, mengamati apakah elemen kearifan lokal harus disesuaikan atau dapat diterapkan secara universal, sehingga dapat memperkuat bukti tentang generalisasi dan keberlanjutan pendekatan ini dalam kurikulum sains nasional.

  1. Implementation of Guided Inquiry Learning Model Based on Local Wisdom of Tapai Jringkeng to Improve Students'... doi.org/10.46843/jiecr.v7i1.2527Implementation of Guided Inquiry Learning Model Based on Local Wisdom of Tapai Jringkeng to Improve Students doi 10 46843 jiecr v7i1 2527
Read online
File size289.87 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test