IPINTERNASIONALIPINTERNASIONAL

International Journal of Community Service (IJCS)International Journal of Community Service (IJCS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik aliran pemikiran dalam filsafat pendidikan serta implikasinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian pustaka, yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dan literatur relevan lainnya. Data dianalisis secara deskriptif dan komparatif untuk mengidentifikasi perbedaan, kesamaan, dan kontribusi masing‑masing aliran. Hasil menunjukkan bahwa filsafat pendidikan terbagi menjadi dua kecenderungan utama: tradisional (esensialisme dan perennialisme), yang menekankan stabilitas nilai dan peran dominan pendidik, serta kontemporer (progresivisme, eksistensialisme, dan rekonstruksionisme), yang berorientasi pada kebebasan individu, pengalaman belajar, dan perubahan sosial. Dalam konteks pendidikan Islam, setiap aliran memiliki relevansi dan keterbatasannya. Aliran tradisional selaras dengan upaya mempertahankan nilai‑nilai dasar Islam, sedangkan aliran kontemporer berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual. Namun, perbedaan paradigma antar aliran memerlukan proses seleksi dan integrasi yang tepat agar tidak bertentangan dengan prinsip‑prinsip Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan integratif yang menggabungkan nilai tradisional dengan pemikiran modern merupakan solusi strategis untuk mengembangkan pendidikan Islam yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan.

Kelompok aliran filsafat pendidikan terbagi menjadi dua kecenderungan utama, yaitu tradisional (esensialisme dan perennialisme) yang menekankan stabilitas nilai, warisan budaya, dan peran dominan pendidik, serta kontemporer (progresivisme, eksistensialisme, dan rekonstruksionisme) yang menekankan kebebasan individu, pembelajaran experiential, dan perubahan sosial.Pada pendidikan Islam, aliran tradisional selaras dengan nilai dasar Islam, sementara aliran kontemporer menawarkan metode pembelajaran yang lebih kontekstual, kritis, dan adaptif.namun penerapannya memerlukan proses seleksi, adaptasi, dan integrasi agar tidak bertentangan dengan prinsip Islam.Oleh karena itu, pengembangan pendidikan Islam memerlukan pendekatan integratif dan kontekstual yang menggabungkan nilai tradisional dengan pemikiran modern untuk menghasilkan sistem pendidikan yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara empiris bagaimana integrasi pendekatan tradisional (esensialisme, perennialisme) dan kontemporer (progresivisme, eksistensialisme, rekonstruksionisme) memengaruhi hasil belajar siswa di sekolah menengah Islam dengan menggunakan metode campuran kuantitatif‑kualitatif. Selain itu, perlu dikembangkan dan diuji sebuah model kurikulum yang mengoperasionalkan integrasi neo‑modernis antara nilai tradisional dan strategi pedagogis modern, dengan menilai dampaknya terhadap praktik pengajaran guru serta kemampuan berpikir kritis siswa. Selanjutnya, eksplorasi peran teknologi digital dalam memediasi adaptasi filosofi pendidikan kontemporer di madrasah dapat memberikan wawasan tentang bagaimana platform e‑learning dapat menyelaraskan pengalaman pembelajaran progresif dengan norma etika Islam.

  1. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam Penelitian Ilmiah | QOSIM : Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora.... doi.org/10.61104/jq.v1i1.60Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam Penelitian Ilmiah QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora doi 10 61104 jq v1i1 60
Read online
File size576.11 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test