STP IPISTP IPI

Sapa: Jurnal Kateketik dan PastoralSapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menjelaskan, dan mengeksplorasi pemahaman pasien Katolik dan keluarganya di Rumah Sakit Umum Daerah dr. T. C. Hillers Maumere tentang Sakramen Pengurapan Orang Sakit (SPOS) dan relevansinya terhadap kesediaan mereka untuk menerima pelayanan SPOS bagi pasien. Kajian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan para pasien Katolik dan keluarganya mempunyai pemahaman yang beragam tentang SPOS. Pemahaman yang beragam itu mempunyai relevansi terhadap kesediaan mereka untuk menerima pelayanan SPOS bagi pasien. Pemahaman yang baik tentang SPOS akan berpengaruh besar pada kesediaan untuk menerima pelayanan SPOS bagi pasien atau orang sakit yang mulai berada dalam bahaya maut. Sebuah langkah pastoral diperlukan untuk memperbaiki kesalahpahaman umat Katolik tentang SPOS. Langkah pastoral yang dapat diambil adalah pengajaran umat Katolik melalui katekese dan khotbah.

Pemahaman umat Katolik terhadap SPOS berhubungan erat dengan kesediaannya menerima pelayanan SPOS.pemahaman yang baik meningkatkan kesediaan, sedangkan pemahaman keliru menurunkannya.Oleh karena itu, peningkatan pemahaman melalui pendidikan pastoral sangat diperlukan.Langkah pastoral yang disarankan meliputi katekese dan khotbah untuk memperbaiki pemahaman keliru.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti sejauh mana intervensi katekese terstruktur mempengaruhi perubahan pemahaman dan kesediaan umat Katolik terhadap SPOS di beberapa rumah sakit daerah, sehingga dapat diketahui efektivitas pendekatan edukatif secara komparatif. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal yang mengikuti pasien Katolik yang menerima SPOS selama periode waktu tertentu untuk mengevaluasi dampak spiritual, psikologis, dan fisik serta faktor-faktor yang memoderasi hubungan antara pemahaman SPOS dan kualitas hidup pasien. Terakhir, penelitian kualitatif lintas budaya dapat mengeksplorasi perbedaan persepsi SPOS antara komunitas Katolik di wilayah Nusa Tenggara dengan wilayah lain di Indonesia, guna mengidentifikasi variasi kultural yang mempengaruhi penerimaan sakramen serta menyesuaikan strategi pastoral secara lebih tepat.

  1. Rahmat dan Sakramen: Teologi dengan Paradigma Kebebasan | MELINTAS. rahmat sakramen teologi paradigma... doi.org/10.26593/mel.v33i1.2952.14-33Rahmat dan Sakramen Teologi dengan Paradigma Kebebasan MELINTAS rahmat sakramen teologi paradigma doi 10 26593 mel v33i1 2952 14 33
  2. Sejarah Sakramen Penguatan dan Teologi Sakramen Penguatan menurut Thomas Aquinas | Felicitas. sejarah... jurnal.imavi.org/index.php/felicitas/article/view/118Sejarah Sakramen Penguatan dan Teologi Sakramen Penguatan menurut Thomas Aquinas Felicitas sejarah jurnal imavi index php felicitas article view 118
  3. TINJAUAN KRITIS RITUAL SANGIANG DALAM PERSPEKTIF KRISTIANI KHUSUSNYA SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT... doi.org/10.58374/sepakat.v5i1.15TINJAUAN KRITIS RITUAL SANGIANG DALAM PERSPEKTIF KRISTIANI KHUSUSNYA SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT doi 10 58374 sepakat v5i1 15
  4. MURID KRISTUS MEMAKNAI PENDERITAAN | JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik. murid kristus memaknai penderitaan... ejournal.widyayuwana.ac.id/index.php/jpak/article/view/252MURID KRISTUS MEMAKNAI PENDERITAAN JPAK Jurnal Pendidikan Agama Katolik murid kristus memaknai penderitaan ejournal widyayuwana ac index php jpak article view 252
Read online
File size504.86 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test