EKASAKTIEKASAKTI
UNES Journal of Education ScientiesUNES Journal of Education ScientiesKompetensi professional guru merupakan salah satu 4 jenis kompetensi guru. Empat kompetensi guru tersebut meliputi kompetensi pedagogic, kompetensi social, kompetensi professional, dan kompetensi pribadi. Kompetensi guru adalah salah satu factor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran dan pendidikan di sekolah. Profesionalisme guru di SD Inpres 5 Bomberay masih sangat rendah. Hal tersebut disebabkan belum adanya perubahan pola mengajar dari sistem konvensional ke sistem kompetensi, beban kerja guru yang tinggi, dan masih banyak guru yang belum melakukan penelitian tindakan kelas. Atas dasar itulah standar kompetensi dan sertifikasi guru dibentuk agar benar-benar terbentuk guru yang profesional dan mempunyai kompetensi yang sesuai dalam mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi professional guru terhadap hasil belajar matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang berjumlah 5 orang guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara kompetensi professional guru terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Inpres Bomberay 5 sebesar 0,686 dan korelasi tersebut menunjukkan hubungan yang kuat.
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV, kompetensi professional guru mempengaruhi hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Inpres 5 Bomberay.Hal ini dapat dilihat dari hasil yang dilakukan peneliti bahwa ditemukan korelasi antara Kompetensi Profesional Guru (X) terhadap Hasil Belajar (Y) sebesar 0,686.Kesimpulan bahwa “Terdapat pengaruh yang kuat antara Kompetensi Professional Guru terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SD Inpres 5 Bomberay.
Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SD Inpres 5 Bomberay, disarankan agar penelitian lanjutan difokuskan pada pengembangan program pelatihan berkelanjutan bagi guru yang menilai kebutuhan melalui survei kualitatif; kedua, eksperimen intervensi terkontrol dapat dilakukan untuk menilai dampak penggunaan media digital interaktif pada peningkatan kompetensi profesional dan hasil belajar matematika siswa; ketiga, studi longitudinal dengan ukuran besar dapat mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual, seperti beban kerja guru dan dukungan institusional, yang memoderasi hubungan antara kompetensi professional guru dan hasil belajar. Kombinasi ketiga pendekatan ini akan memberikan pemahaman holistik tentang mekanisme peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar.
| File size | 366.71 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh penerapan Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswaPenelitian ini bertujuan menilai pengaruh penerapan Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Permasalah tersebut diantaranya kurangnya pengetahuan tentang teknologi informasi oleh peserta didik mapungurgu, kurangnya fasilitas yang dapat menunjangPermasalah tersebut diantaranya kurangnya pengetahuan tentang teknologi informasi oleh peserta didik mapungurgu, kurangnya fasilitas yang dapat menunjang
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran karangtaruna dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan limbah kayu dan pengembangan tanaman hiasPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran karangtaruna dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan limbah kayu dan pengembangan tanaman hias
UIADUIAD Subjek penelitian 24 siswa kelas IV SDN 4 Tista menunjukkan bahwa setelah revisi, media memperoleh kategori sangat baik pada aspek validitas. 89,4% siswaSubjek penelitian 24 siswa kelas IV SDN 4 Tista menunjukkan bahwa setelah revisi, media memperoleh kategori sangat baik pada aspek validitas. 89,4% siswa
UIADUIAD Secara keseluruhan, alat penilaian ini tidak hanya valid dan andal, tetapi juga praktis dalam implementasinya, membuka peluang untuk inovasi penilaianSecara keseluruhan, alat penilaian ini tidak hanya valid dan andal, tetapi juga praktis dalam implementasinya, membuka peluang untuk inovasi penilaian
UIADUIAD Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif (metode campuran), dengan pengumpulan data menggunakan survei danMetode penelitian yang digunakan adalah kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif (metode campuran), dengan pengumpulan data menggunakan survei dan
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Kemudian dilakukan uji t dan diperoleh ttable = 2,060 dan tcount = 3,733. Karena tcount > ttable, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkanKemudian dilakukan uji t dan diperoleh ttable = 2,060 dan tcount = 3,733. Karena tcount > ttable, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Pengambilan sampel dilakukan secara acak (simple random sampling) dengan metode lotere. Data dikumpulkan menggunakan teknik tes tertulis. Skor tes siswaPengambilan sampel dilakukan secara acak (simple random sampling) dengan metode lotere. Data dikumpulkan menggunakan teknik tes tertulis. Skor tes siswa
Useful /
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Kesimpulan: model NHT secara signifikan meningkatkan ketuntasan hasil belajar fisika siswa kelas X di SMA Negeri Nibung. Model pembelajaran Number HeadKesimpulan: model NHT secara signifikan meningkatkan ketuntasan hasil belajar fisika siswa kelas X di SMA Negeri Nibung. Model pembelajaran Number Head
UIADUIAD Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus, masing‑masing siklus terdiri dari dua pertemuan dengan durasi 2×35 menit per pertemuan. SubjekPenelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus, masing‑masing siklus terdiri dari dua pertemuan dengan durasi 2×35 menit per pertemuan. Subjek
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Hasil analisis menunjukkan bahwa rata‑rata nilai pre‑test 7,32 dan post‑test 79,53, dengan peningkatan 56,24 poin. Sebanyak 82,35 % siswa menjadiHasil analisis menunjukkan bahwa rata‑rata nilai pre‑test 7,32 dan post‑test 79,53, dengan peningkatan 56,24 poin. Sebanyak 82,35 % siswa menjadi
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Hasil analisis menunjukkan kevalidan bahasa 0,89 (sangat valid), kevalidan materi 0,65 (valid), kevalidan media 0,62 (valid). Kepraktisan mencapai 88%Hasil analisis menunjukkan kevalidan bahasa 0,89 (sangat valid), kevalidan materi 0,65 (valid), kevalidan media 0,62 (valid). Kepraktisan mencapai 88%