UIADUIAD

JPDKJPDK

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Fokus penelitian adalah untuk memahami secara mendalam bagaimana model sociodrama diterapkan dalam mata kuliah Sosiologi dan Antropologi Pendidikan dan dampaknya terhadap kompetensi sosial dan empati mahasiswa PGMI. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan eksplorasi yang kaya terhadap proses pembelajaran, dinamika kelas, refleksi siswa, serta transformasi afektif dan sosial. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami pengalaman pribadi siswa selama berpartisipasi dalam sociodrama.

Implementasi model sociodrama dalam mata kuliah Sosiologi dan Antropologi Pendidikan telah terbukti berkontribusi pada pengembangan kompetensi sosial dan empati mahasiswa PGMI.Melalui proses penulisan naskah, distribusi peran, pertunjukan, observasi, dan diskusi reflektif, mahasiswa tidak hanya memahami konsep sosial secara kognitif, tetapi juga mengalami secara langsung dinamika diskriminasi, hubungan kekuasaan, marginalisasi, dan ketidaksamaan dalam konteks pendidikan.Mahasiswa yang awalnya pasif mulai berpartisipasi dengan lebih percaya diri, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan menunjukkan perubahan dalam sikap sosial mereka.Peran dosen sebagai fasilitator refleksi sangat penting dalam keberhasilan implementasi sociodrama.Melalui diskusi pasca-pertunjukan, dosen membantu mahasiswa menghubungkan pengalaman bermain peran dengan konsep sosiologi dan antropologi pendidikan.Dengan demikian, sociodrama tidak hanya berhenti sebagai aktivitas pertunjukan, tetapi berkembang menjadi pendekatan pedagogis yang mendorong kesadaran sosial, empati, dan sensitivitas etis di antara mahasiswa sebagai calon guru.

Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis dampak jangka panjang sociodrama terhadap kompetensi sosial dan empati mahasiswa PGMI. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah perubahan yang terjadi selama proses sociodrama tetap bertahan dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa, serta bagaimana hal itu mempengaruhi interaksi sosial dan empati mereka dalam berbagai konteks. 2. Mengembangkan model sociodrama yang lebih terstruktur dan terintegrasi dalam kurikulum PGMI. Penelitian ini dapat fokus pada desain dan implementasi model sociodrama yang lebih sistematis, dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti pemilihan tema, distribusi peran, dan strategi refleksi yang efektif. 3. Mengeksplorasi potensi sociodrama dalam mengembangkan kompetensi sosial dan empati di kalangan guru profesional. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah model sociodrama dapat diterapkan dalam program pengembangan profesional guru, dan bagaimana hal itu dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memahami dan merespons dinamika sosial dan emosional siswa secara lebih efektif.

  1. Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Rasa Empati Peserta... doi.org/10.35508/jbkf.v3i1.15041Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Rasa Empati Peserta doi 10 35508 jbkf v3i1 15041
Read online
File size603.1 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test