UNNESUNNES

Prosiding Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi IndonesiaProsiding Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesia

Pengembangan kepemimpinan pendidikan yang unggul pada era kecerdasan buatan merupakan salah satu fondasi vital bagi pembangunan nasional di bidang pendidikan. Pendidikan nasional menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan menuntut kompetisi tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yaitu tinjauan literatur. Sumber studi utama yang dipilih terkait dengan konteks pendidikan pada era Kecerdasan Buatan, karakteristiknya, dan perubahan yang terjadi pada era tersebut. Pengembangan kepemimpinan pendidikan yang unggul harus dilakukan karena terdapat perubahan yang sangat cepat dalam konteks lingkungan pendidikan. Pengembangan kepemimpinan yang unggul dapat merujuk pada karakteristik pribadi dan kriteria kepemimpinan dari berbagai studi empiris dalam konteks era Kecerdasan Buatan. Sesuai dengan konsep kepemimpinan, kepemimpinan yang unggul dihasilkan melalui proses yang melibatkan pembelajaran melalui pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara sengaja, melalui pelatihan pendidikan formal, dan mentoring. Pengembangan kepemimpinan yang unggul juga dapat dilakukan dengan menerapkan filosofi pendidikan nasional Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Pengembangan kepemimpinan dilakukan juga melalui pemberdayaan, memberikan contoh, menginspirasi dan memotivasi, serta memberikan dukungan signifikan. Menjadi pemimpin yang baik juga dimulai dengan menjadi pengikut yang baik.

Karakteristik kepemimpinan pendidikan yang unggul dalam era kecerdasan buatan meliputi visi, reflektif, kemampuan mendengarkan, menjadi teladan, keahlian komunikasi, serta kemampuan mengelola sumber daya, menginspirasi, dan membuat keputusan secara bijaksana dengan melibatkan rekan kerja dan menciptakan suasana kerja yang positif.Kompetensi kepemimpinan bagi guru mencakup kemampuan pedagogik multiliterasi, kompetensi kepribadian dan profesional, disiplin, kejujuran, serta kepercayaan diri.Selain itu, pemimpin pendidikan harus menguasai literasi digital, literasi teknologi, dan literasi kemanusiaan, serta terus belajar, beradaptasi, dan beragilitas tinggi untuk menghadapi inovasi disruptif.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak program pelatihan kepemimpinan berbasis kecerdasan buatan terhadap kompetensi kepala sekolah di berbagai daerah Indonesia, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor sukses dan hambatan implementasinya. Selain itu, diperlukan studi desain yang menguji model mentoring yang mengintegrasikan filosofi pendidikan nasional dengan literasi digital, guna menentukan pendekatan paling efektif dalam mengembangkan pemimpin pendidikan yang adaptif dan inovatif. Terakhir, perbandingan lintas wilayah mengenai pengaruh infrastruktur digital regional terhadap perkembangan kualitas kepemimpinan pendidik dapat memberikan wawasan tentang kesenjangan akses dan strategi kebijakan yang perlu diterapkan untuk memastikan semua pendidik dapat berpartisipasi secara optimal dalam era kecerdasan buatan.

  1. Supervisor in Era Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 | Atlantis Press. supervisor era industrial... doi.org/10.2991/icet-19.2019.147Supervisor in Era Industrial Revolution 4 0 and Society 5 0 Atlantis Press supervisor era industrial doi 10 2991 icet 19 2019 147
  2. Digital Disruption and the Future of Leadership - Richard Bolden, Nicholas O’Regan, 2016. digital... doi.org/10.1177/1056492616638173Digital Disruption and the Future of Leadership Richard Bolden Nicholas OAoRegan 2016 digital doi 10 1177 1056492616638173
  3. Systematic review of research on educational leadership and management in Latin America, 1991–2017... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1741143217745882Systematic review of research on educational leadership and management in Latin America 1991Ae2017 journals sagepub doi 10 1177 1741143217745882
Read online
File size308.76 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test