UNNESUNNES

Prosiding Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi IndonesiaProsiding Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesia

Berdasarkan hasil evaluasi capaian kinerja pada tahun 2023, Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) memiliki tantangan utama terkait upaya meningkatkan reputasi akademik dan memenuhi target pendapatan. Oleh karena itu, Fakultas Farmasi Unpad berinisiatif untuk menjawab permasalahan tersebut melalui upaya optimalisasi layanan dan hilirisasi produk riset untuk mendukung pemeringkatan Unpad dalam bidang pharmacy and pharmacology berdasarkan QS World University Ranking (WUR). Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis manfaat-biaya (cost-benefit analysis). Berdasarkan problem-solution-fit hypothesis, terdapat dua permasalahan utama yang dapat diidentifikasi yaitu layanan laboratorium yang belum terintegrasi dan masih terbatasnya produk komersial yang dihasilkan. Solusi berupa program untuk menjawab masalah tersebut yaitu akreditasi laboratorium layanan, website layanan laboratorium terintegrasi dan hilirisasi produk riset. Dengan menggunakan pendekatan activity-based costing, total biaya yang diperlukan untuk implementasi ketiga program adalah sebesar Rp 484 juta. Nilai manfaat langsung dan tidak langsung yang dapat dikonversikan masing-masing sebesar Rp 700 juta dan Rp 500 juta. Dengan mempertimbangkan total manfaat sebesar Rp 1,2 Milyar, maka nilai rasio manfaat-biaya (RMB) yang diperoleh adalah sebesar 2,48. Dapat disimpulkan bahwa program tersebut beneficial dan direkomendasikan untuk diimplementasikan karena nilai RMB >1 yang menunjukkan bahwa manfaat yang akan diperoleh lebih besar dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan.

Program optimalisasi layanan dan hilirisasi produk riset di Fakultas Farmasi Unpad terbukti menguntungkan, dengan rasio manfaat-biaya (RMB) sebesar 2,48 yang menunjukkan manfaat melebihi biaya.Keberhasilan diukur melalui akreditasi laboratorium, operasional website layanan terintegrasi, dan terciptanya produk komersial hasil riset.Program ini direkomendasikan sebagai strategi utama untuk meningkatkan reputasi akademik dan mendukung pencapaian target pendapatan serta pemeringkatan QS WUR.

Pertama, peluncuran studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang dari hilirisasi produk riset terhadap pertumbuhan pendapatan non-tuition fee dapat mengungkap pola keberlanjutan. Kedua, penerapan metodologi demand-readiness level (DRL) pada fase awal desain riset di fakultas dapat meningkatkan kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar, sehingga mempercepat komersialisasi. Ketiga, integrasi platform kolaborasi digital antara laboratorium, industri, dan lembaga pemerintah dapat memperluas jaringan mitra serta memfasilitasi transfer teknologi, yang pada gilirannya memperkuat reputasi akademik serta keterlibatan internasional.

Read online
File size260.6 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test