SEJSEJ

PSEJ (Pancasakti Science Education Journal)PSEJ (Pancasakti Science Education Journal)

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan literasi sains siswa menggunakan media video animasi dan mengamati respons siswa terhadap metode pembelajaran ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan instrumen tes dan kuesioner kepada 30 siswa kelas VIII di SMPN 13 Banda Aceh sebagai sampel dari populasi total siswa yang dikelompokkan dan kemudian dipilih secara acak. Aspek-aspek kompetensi literasi sains yang digunakan sesuai dengan ketentuan PISA 2017 yang meliputi tiga aspek, yaitu kompetensi untuk menjelaskan fenomena secara ilmiah, kompetensi untuk merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, serta kompetensi untuk menafsirkan data dan bukti secara ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains sebelum menerapkan pembelajaran berbasis Powtoon (pretest) dalam aspek menjelaskan fenomena ilmiah sebesar 31,90%, yang termasuk dalam kategori rendah, dan setelah menerapkan pembelajaran (posttest), persentasenya menjadi 60,95%, yang termasuk dalam kategori sedang. Kemampuan dalam merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, persentase sebelum menerapkan pembelajaran (pretest) adalah 33,33% dalam kategori sedang, dan setelah menerapkan pembelajaran (posttest) menjadi 56,67% dalam kategori sedang. Kompetensi dalam menafsirkan data dan bukti ilmiah: persentase sebelum pembelajaran (pretest) sebesar 42,08% dalam kategori sedang dan setelah pembelajaran (posttest) sebesar 67,08% dalam kategori sedang.

Penggunaan media pembelajaran berbasis Powtoon terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi ilmiah siswa pada ketiga aspek literasi sains.Peningkatan signifikan terlihat pada semua aspek, di mana penjelasan fenomena ilmiah naik dari kategori rendah ke sedang, merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah tetap di kategori sedang namun meningkat secara proporsional, dan menafsirkan data serta bukti ilmiah melampaui kategori tinggi.Secara keseluruhan, Powtoon memfasilitasi pemahaman konsep ilmiah dan pengembangan kemampuan berpikir ilmiah siswa.

1) Mengkaji dampak Powtoon pada pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan proyek berbasis real‑time, sehingga dapat dilihat apakah media ini juga mendorong analisis data yang kompleks. 2) Menyelidiki efektivitas Powtoon dalam konteks pelatihan guru, dengan menilai apakah pelatihan penggunaan Powtoon dapat meningkatkan desain materi pelajaran dan kualitas hasil belajar siswa secara berkelanjutan. 3) Meneliti penerapan Powtoon dalam kondisi infrastruktur terbatas, misalnya pada daerah dengan akses internet rendah, untuk mengetahui apakah versi offline atau kompresi video dapat tetap mempertahankan dampak positif terhadap literasi sains siswa.

  1. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Microsoft Office Sway pada Materi Perubahan Lingkungan untuk... doi.org/10.26740/bioedu.v11n1.p218-227Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Microsoft Office Sway pada Materi Perubahan Lingkungan untuk doi 10 26740 bioedu v11n1 p218 227
  2. Peranan Manajeman Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa | AL-MIKRAJ Jurnal Studi... doi.org/10.37680/almikraj.v4i1.4273Peranan Manajeman Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa AL MIKRAJ Jurnal Studi doi 10 37680 almikraj v4i1 4273
  3. Improving Student Learning Outcomes Using Powtoon Media Apps | International Journal of Interactive Mobile... online-journals.org/index.php/i-jim/article/view/45983Improving Student Learning Outcomes Using Powtoon Media Apps International Journal of Interactive Mobile online journals index php i jim article view 45983
Read online
File size380.24 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test