UGMUGM

JBPJBP

Kebutuhan gula yang semakin meningkat tidak diiringi dengan peningkatan produktivitas tebu sebagai bahan baku utama pembuatan gula. Pemanfaatan lahan kering menjadi strategi maupun upaya untuk meningkatkan produktivitas tebu. Kesuburan tanah yang kurang baik akibat keterbatasan air dan unsur hara sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tebu. Masalah ini dapat diselesaikan diantaranya adalah penggunaan pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan pupuk hayati seperti mikoriza arbuskular pada media tanam. Upaya meningkatkan produktivitas tanaman tebu salah satunya yaitu dengan meningkatkan kualitas bibit tanaman tebu. Kecepatan pertumbuhan pada awal masa pembibitan selain ditentukan oleh kesuburan tanah juga ditentukan varietas tanaman tebu yang digunakan. Percobaan dilaksanakan pada Bulan September 2023 hingga Januari 2024, bertempat di Greenhouse Patrang, Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang diulang 5 kali. Faktor 1 adalah pemberian dosis mikoriza terdiri atas 4 taraf, yaitu: Aₒ (0 gram), A₁ (5 gram), A₂ (10 gram), A₃ (15 gram). Faktor 2 adalah macam varietas terdiri atas 2 macam yaitu, sebagai berikut: V₁ (Varietas Bululawang) dan V₂ (Varietas PS 862). Interaksi perlakuan dosis mikoriza dan macam varietas tanaman tebu berpengaruh sangat nyata pada variabel berat segar tanaman.

Interaksi perlakuan dosis mikoriza dan macam varietas tanaman tebu berpengaruh sangat nyata pada variabel berat segar tanaman.Kombinasi perlakuan dosis mikoriza 15 gram yang diaplikasikan pada varietas tebu PS 862 (A3V2) memberikan hasil terbaik, sedangkan kombinasi perlakuan dosis mikoriza 10 gram yang diaplikasikan pada varietas tebu Bululawang (A2V1) dapat dipertimbangkan sebagai pilihan berikutnya.

Penelitian dapat diperluas dengan mengkaji dampak dosis mikoriza jangka panjang terhadap pertumbuhan akar dan ketersediaan nutrisi pada varietas PS 862 dibandingkan Bululawang. Kajian selanjutnya dapat menyelidiki interaksi mikoriza dengan pupuk organik dalam meningkatkan produktivitas tebu di lahan kering, sehingga mengidentifikasi kombinasi terbaik untuk kondisi lokal. Evaluasi produksi gula akhir di lapangan dengan berbagai dosis dan varian mikoriza akan memberi gambaran komprehensif tentang kontribusi mikoriza terhadap hasil akhir dan nilai ekonomi bagi petani.

  1. Endomikoriza yang Berasosiasi dengan Tanaman Pertanian Non-legum di Lahan Pertanian Daerah Transmigrasi... ejournal.uncen.ac.id/index.php/JBP/article/view/542Endomikoriza yang Berasosiasi dengan Tanaman Pertanian Non legum di Lahan Pertanian Daerah Transmigrasi ejournal uncen ac index php JBP article view 542
  2. Respon Pertumbuhan Awal 2 Varietas Tebu pada Berbagai Penambahan Dosis Mikoriza | Firmansyah | Vegetalika.... doi.org/10.22146/veg.103602Respon Pertumbuhan Awal 2 Varietas Tebu pada Berbagai Penambahan Dosis Mikoriza Firmansyah Vegetalika doi 10 22146 veg 103602
  3. Vol. 10 No. 1: Juni 2016 | Cakrawala. vol cakrawala doi https v10i1 published front pdf abstract view... doi.org/10.32781/cakrawala.v10i1Vol 10 No 1 Juni 2016 Cakrawala vol cakrawala doi https v10i1 published front pdf abstract view doi 10 32781 cakrawala v10i1
  4. Potensi Jamur Mikoriza Arbuskular Unggul Dalam Peningkatan Pertumbuhan Dan Kesehatan Bibit Tebu (Saccharum... doi.org/10.22146/ipas.9088Potensi Jamur Mikoriza Arbuskular Unggul Dalam Peningkatan Pertumbuhan Dan Kesehatan Bibit Tebu Saccharum doi 10 22146 ipas 9088
Read online
File size689 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test