BIOTROPBIOTROP

BIOTROPIABIOTROPIA

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) adalah tanaman rempah dengan potensi pengembangan yang baik di Indonesia karena tingginya permintaan pasar. Namun, beberapa tantangan menghambat peningkatan produksinya, salah satunya adalah penyakit tanaman. Salah satu penyakit utama yang menyerang cabai rawit adalah bercak daun, yang disebabkan oleh jamur Cercospora capsici Heald & F.A. Wolf. Meskipun pestisida kimia dapat mengendalikan penyakit ini secara efektif, tetapi memiliki efek negatif terhadap lingkungan. Pohon cengkeh (Syzygium aromaticum L.) umumnya dibudidayakan untuk bunganya yang dikeringkan, yang memiliki berbagai kegunaan. Selain itu, karena kandungan kimianya, daun pohon cengkeh memiliki potensi untuk mengurangi intensitas penyakit bercak daun. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menentukan efek ekstrak daun cengkeh dalam mengurangi intensitas infeksi C. capsici pada cabai rawit, dan (2) menentukan konsentrasi ekstrak yang paling efektif untuk mengurangi intensitas penyakit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAG) dengan lima perlakuan dan lima ulangan, yaitu: A = kontrol (air saja), B = 10 g ekstrak daun cengkeh/L air, C = 15 g ekstrak daun cengkeh/L air, D = 20 g ekstrak daun cengkeh/L air, dan E = 25 g ekstrak daun cengkeh/L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun S. aromaticum mengurangi intensitas penyakit bercak daun yang disebabkan oleh C. capsici, meskipun tidak mempengaruhi secara signifikan hasil cabai rawit. Ketidakefektifannya terhadap hasil disebabkan oleh intensitas penyakit yang secara keseluruhan rendah pada semua perlakuan, termasuk kontrol.

Aplikasi biopestisida ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) mengurangi intensitas penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora capsici Heald & F.Intensitas penyakit rendah pada semua perlakuan, termasuk kontrol.Tidak ada perbedaan signifikan dalam hasil panen antara perlakuan.Penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak daun cengkeh dalam mengendalikan penyakit bercak daun pada cabai rawit.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa hal berikut: (1) Menguji efek jangka panjang dari aplikasi ekstrak daun cengkeh pada tanaman cabai rawit, termasuk dampak pada pertumbuhan dan hasil panen. (2) Mempelajari mekanisme kerja ekstrak daun cengkeh dalam mengendalikan penyakit bercak daun, terutama pada tingkat molekuler. (3) Menganalisis dan mengoptimalkan konsentrasi ekstrak daun cengkeh yang paling efektif dalam mengendalikan penyakit bercak daun, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi lingkungan dan varietas tanaman.

  1. DIET COMPOSITION AND FEEDING HABITS OF NAUJAN WHITE GOBY (Glossogobius aureus) IN NAUJAN LAKE, PHILIPPINES... doi.org/10.11598/btb.2025.32.2.2450DIET COMPOSITION AND FEEDING HABITS OF NAUJAN WHITE GOBY Glossogobius aureus IN NAUJAN LAKE PHILIPPINES doi 10 11598 btb 2025 32 2 2450
  2. Unri Conference Series: Agriculture and Food Security. uji konsentrasi tepung bunga cengkeh syzygium... conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a9Unri Conference Series Agriculture and Food Security uji konsentrasi tepung bunga cengkeh syzygium conference unri ac index php unricsagr article view a9
  3. Efficacy of Some Plant Extracts Against Rhizoctonia Solani on Pea - Journal of Plant Protection Research... doi.org/10.2478/v10045-010-0042-0Efficacy of Some Plant Extracts Against Rhizoctonia Solani on Pea Journal of Plant Protection Research doi 10 2478 v10045 010 0042 0
  4. Uji daya hambat ekstrak daun cengkih (Syzygium aromaticum (L.) ) terhadap bakteri Enterococcus faecalis... ejournal.unsrat.ac.id/index.php/egigi/article/view/15547Uji daya hambat ekstrak daun cengkih Syzygium aromaticum L terhadap bakteri Enterococcus faecalis ejournal unsrat ac index php egigi article view 15547
Read online
File size812.07 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test