IKIPIKIP

AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan EkosistemAGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem

Penelitian ini berjudul Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonium L.) pada Uji Pupuk Guano di Tanah Sawah Renon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk guano terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Renon, Kecamatan Denpasar Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan dosis pupuk guano (G), yaitu G0: tanpa pupuk guano, G1: 3 ton/ha (90 g/10 kg tanah), G2: 6 ton/ha (180 g/10 kg tanah), G3: 9 ton/ha (270 g/10 kg tanah), G4: 12 ton/ha (360 g/10 kg tanah), G5: 15 ton/ha (450 g/10 kg tanah). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga total ada 24 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk guano memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan jumlah umbi, berat segar total tanaman, berat kering total tanaman, berat segar umbi bawang merah, berat kering jemur umbi, dan berat kering oven umbi. Aplikasi pupuk guano organik dosis 12 ton/ha (360 g/10 kg tanah) memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan hasil bawang merah dengan berat segar umbi 34,91 g, berat kering jemur umbi 33,86 g, dan berat kering oven umbi 31,62 g.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan.1) Pemberian pupuk guano berpengaruh sangat nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, berat segar total tanaman, berat kering oven total tanaman, berat segar umbi, berat kering jemur umbi dan berat kering oven umbi.2) Pemberian pupuk guano organik 12 ton/ha memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dengan berat segar umbi yaitu 34.91 g, berat kering jemur umbi 33.86 g berat kering oven umbi yaitu 31.

Mengingat hasil penelitian menunjukkan potensi besar pupuk guano dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah, ada beberapa arah studi lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita. Pertama, penelitian ini dilakukan di rumah plastik dengan satu varietas bawang merah dan jenis tanah spesifik. Oleh karena itu, penting untuk menguji efektivitas dosis pupuk guano terbaik (12 ton/ha) pada kondisi lapangan nyata yang beragam, misalnya di lahan sawah dengan karakteristik tanah yang berbeda atau bahkan di luar lokasi Renon, serta menggunakan varietas bawang merah lokal yang adaptif di wilayah tersebut. Ini akan memberikan validasi ekologis dan agronomi yang lebih luas. Kedua, selain fokus pada kuantitas hasil panen, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana aplikasi pupuk guano memengaruhi kualitas intrinsik umbi bawang merah. Misalnya, apakah ada perubahan signifikan dalam kandungan nutrisi seperti vitamin, mineral, atau senyawa antioksidan, serta bagaimana pengaruhnya terhadap daya simpan umbi pascapanen. Hal ini krusial untuk aspek nilai gizi dan ekonomi produk. Ketiga, untuk optimalisasi sistem budidaya, akan sangat bermanfaat jika dilakukan studi tentang kombinasi pupuk guano dengan pupuk organik lain, seperti kompos atau pupuk kandang, atau bahkan dengan agen hayati (misalnya bakteri penambat nitrogen atau pelarut fosfat). Penelitian ini dapat mengeksplorasi potensi sinergis dalam meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi penyerapan hara oleh tanaman, sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu jenis pupuk saja. Studi mendalam tentang interaksi pupuk guano dengan mikroorganisme tanah dan dinamika hara di rizosfer juga dapat memberikan wawasan baru untuk strategi pemupukan berkelanjutan.

  1. #padi sawah#padi sawah
  2. #cabai rawit#cabai rawit
Read online
File size619.27 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-2dx
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test