POLIWANGIPOLIWANGI
Jurnal JavanicaJurnal JavanicaPenurunan kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan merupakan salah satu faktor penyebab menurunnya hasil jagung. Pupuk organik berbahan dasar limbah tebu atau blotong dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pupuk organik blotong tebu dan NPK terhadap pertumbuhan dan produksi jagung. Penelitian ini dilakukan di desa Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk blotong dengan tiga taraf yakni kontrol (tanpa pupuk blotong), 10 ton/ha, dan 20 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis NPK yang terdiri dari tiga taraf yaitu 150 kg/ha, 200 kg/ha, dan 250 kg/ha. Secara statistik tidak terdapat interaksi antara pupuk organik limbah tebu dengan NPK pada semua parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik tebu 200 kg/ha jauh lebih unggul dibandingkan kontrol dalam hal tinggi tanaman. Namun tidak terdapat perbedaan antara pemberian pupuk organik limbah tebu 20ton/ha dengan kontrol pada jumlah daun. Sementara itu, antara NPK 250 kg/ha dan NPK 200 kg/ha memberikan hasil terbaik pada diameter batang.
Berdasarkan hasil uji lanjut, dapat disimpulkan bahwa Aplikasi kompos jerami memiliki pengaruh terhadap tinggi tanaman (221,028cm), diameter batang (2,78 cm), berat segar tongkol (456,16 g), berat segar tongkol tanpa kelobot (363,23 g), berap pipilan kering (247,88 g), dan berat 100 biji (46,96 g).Perlakuan sistem olah tanah berpengaruh tidak berbeda nyata terhadap semua variabel pengamatan dan Tidak terjadi iteraksi antara sistem olah tanah dan penama]bahan bahan organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam mengenai efek kombinasi pupuk organik blotong tebu dan NPK terhadap berbagai aspek pertumbuhan dan produksi jagung, seperti kualitas biji, kandungan nutrisi, dan daya tahan tanaman terhadap penyakit. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada berbagai jenis tanah dan kondisi lingkungan yang berbeda untuk memahami respons tanaman jagung secara lebih komprehensif. Terakhir, studi tentang dampak jangka panjang penggunaan kombinasi pupuk ini terhadap kesuburan tanah dan keberlanjutan pertanian juga dapat menjadi fokus penelitian lanjutan.
- PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK, ANORGANIK DAN PUPUK CAMPURAN TERHADAP TINGGI TANAMAN DAN JUMLAH DAUN... doi.org/10.30869/jtech.v10i2.953PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK ANORGANIK DAN PUPUK CAMPURAN TERHADAP TINGGI TANAMAN DAN JUMLAH DAUN doi 10 30869 jtech v10i2 953
- Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Blotong Untuk Peningkatan Serapan Hara Tanaman pada Formulasi Produksi... ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/25626Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Blotong Untuk Peningkatan Serapan Hara Tanaman pada Formulasi Produksi ejournal undip ac index php ilmulingkungan article view 25626
- Pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) toleran herbisida akibat pemberian berbagai dosis... doi.org/10.24198/kultivasi.v15i2.11867Pertumbuhan dan hasil tanaman jagung Zea mays L toleran herbisida akibat pemberian berbagai dosis doi 10 24198 kultivasi v15i2 11867
| File size | 257.24 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLINELAPOLINELA Pertanian organik adalah sistem budidaya yang mengutamakan kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami. Sistem ini membatasi atau samaPertanian organik adalah sistem budidaya yang mengutamakan kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami. Sistem ini membatasi atau sama
UTPUTP Faktor kedua yaitu NPK Mutiara (N) terdiri tiga level, yaitu 10gr/tanaman, 20gr/tanaman, 30gr/tanaman sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Data pengamatanFaktor kedua yaitu NPK Mutiara (N) terdiri tiga level, yaitu 10gr/tanaman, 20gr/tanaman, 30gr/tanaman sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Data pengamatan
UPPRUPPR Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman segau di tanah mineral. Penelitian menggunakanPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman segau di tanah mineral. Penelitian menggunakan
UNTAG SMDUNTAG SMD Pengelolaan kesuburan tanah harus diperhatikan agar tanah dapat menyokong pertumbuhan dan hasil tanaman yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. PercobaanPengelolaan kesuburan tanah harus diperhatikan agar tanah dapat menyokong pertumbuhan dan hasil tanaman yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Percobaan
UNTAG SMDUNTAG SMD Faktor 3 yaitu dosis pupuk hayati (H) yang terdiri dari 3 taraf dengan dosis: h0 (kontrol), h1 (5 kg/ha), dan h2 (10 kg/ha). Hasil percobaan menunjukkanFaktor 3 yaitu dosis pupuk hayati (H) yang terdiri dari 3 taraf dengan dosis: h0 (kontrol), h1 (5 kg/ha), dan h2 (10 kg/ha). Hasil percobaan menunjukkan
IKIPIKIP 2) Pemberian pupuk guano organik 12 ton/ha memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dengan berat segar umbi yaitu2) Pemberian pupuk guano organik 12 ton/ha memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dengan berat segar umbi yaitu
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON Sistem RAS mampu menjaga stabilitas kualitas air dalam waktu yang relatif lama selama pembesaran lobster pasir. Bakteri nitrifikasi dalam biofilter mampuSistem RAS mampu menjaga stabilitas kualitas air dalam waktu yang relatif lama selama pembesaran lobster pasir. Bakteri nitrifikasi dalam biofilter mampu
UNIPASUNIPAS Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari enam perlakuan pemberian pupuk organik cair (POC), yaitu 50 ml pupuk organikPenelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari enam perlakuan pemberian pupuk organik cair (POC), yaitu 50 ml pupuk organik
Useful /
POLINELAPOLINELA Faktor pertama adalah inokulasi Mikoriza Arbuskula dan Azospirillum lipoferum (M) terdiri dari 4 aras yaitu m0 (tanpa inokulasi), m1 (inokulasi MikorizaFaktor pertama adalah inokulasi Mikoriza Arbuskula dan Azospirillum lipoferum (M) terdiri dari 4 aras yaitu m0 (tanpa inokulasi), m1 (inokulasi Mikoriza
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON Metode penelitian yang digunakan adalah skala likert. Hasil penelitian mengenai manfaat atau adanya keuntungan yang diperoleh terkait adanya kawasan hutanMetode penelitian yang digunakan adalah skala likert. Hasil penelitian mengenai manfaat atau adanya keuntungan yang diperoleh terkait adanya kawasan hutan
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON Hasil analisis didapat bahwa TPI Larangan mengalami kenaikan yaitu rata-rata pertumbuhan produksi sebesar 15,30% dan rata-rata nilai produksi sebesar 10,86%.Hasil analisis didapat bahwa TPI Larangan mengalami kenaikan yaitu rata-rata pertumbuhan produksi sebesar 15,30% dan rata-rata nilai produksi sebesar 10,86%.
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON Ikan kerapu bebek Chromileptes altivelis merupakan ikan air laut yang hidup di perairan tropis khususnya Indonesia. Ikan ini memiliki nilai ekonomis tinggiIkan kerapu bebek Chromileptes altivelis merupakan ikan air laut yang hidup di perairan tropis khususnya Indonesia. Ikan ini memiliki nilai ekonomis tinggi