ASRITANIASRITANI
Tumbuhan : Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian Dan Ilmu KehutananTumbuhan : Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian Dan Ilmu KehutananPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penggunaan pupuk kandang sapi dan pupuk cair organik Eco Farming pada pertumbuhan serta produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Metode yang diterapkan adalah Desain Blok Acak Faktorial (RAK) yang melibatkan dua faktor, yaitu dosis pupuk kandang sapi dengan empat level (P0=tanpa pupuk, P1=0,5 kg/plot, P2=1,0 kg/plot, P3=1,5 kg/plot) dan konsentrasi Eco Farming dengan tiga level (C1=150 ml/plot, C2=250 ml/plot, C3=350 ml/plot). Parameter yang diamati meliputi ketinggian tumbuh, jumlah daun, dan berat basah umbi per tatanan serta per plot. Analisis varians menunjukkan bahwa masing‑masing faktor secara signifikan memengaruhi semua parameter, sedangkan interaksi dua faktor tidak menunjukkan efek signifikan. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kandang sapi 1,5 kg/plot dan Eco Farming 350 ml/plot menghasilkan ketinggian tumbuh dan berat umbi tertinggi, sehingga menunjukkan potensi kedua pupuk tersebut untuk meningkatkan produksi bawang merah secara konsisten.
Terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan pupuk kandang sapi terhadap tinggi tumbuh, jumlah daun, dan berat basah umbi pada percontohan dan per tatanan.Penggunaan pupuk Eco Farming juga memengaruhi ketiga parameter tersebut secara signifikan.Interaksi antara pupuk kandang sapi dan Eco Farming tidak menghasilkan pengaruh signifikan, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan dosis optimal masing‑masing.
Penelitian ini menegaskan bahwa pupuk kandang sapi dan Eco Farming dapat meningkatkan pertumbuhan bawang merah secara signifikan. Namun, studi tersebut belum menjajaki variasi dosis optimal di berbagai kondisi tanah dan iklim di Indonesia. Oleh karena itu, saran pertama adalah mengkaji perbedaan respons bawang merah pada tanah limus, argis, dan kelupas dengan variasi dosis pupuk kandang sapi dan Eco Farming secara terkontrol. Saran kedua adalah mempelajari interaksi mikroba dalam Pupuk Eco Farming melalui analisis metagenomik, untuk memahami mekanisme penyegaran dan penyerapan nutrisi. Penelitian selanjutnya dapat menilai dampak jangka panjang penggunaan kedua pupuk tersebut pada kualitas tanah, kesehatan tanaman, dan keberlakuan produksi setahun ke depan. Selain itu, analisis ekonomi yang mendalam diperlukan untuk menentukan biaya produksi dan manfaat yang tepat bagi petani kecil. Eksperimen dapat melibatkan skema penerapan campuran pupuk organik terhadap bahan baku lain seperti kompos rumput atau abu sekam padi. Penting juga menyelidiki pengaruh kombinasi pupuk tersebut terhadap rasa, kandungan nutrisi, dan nilai jual bawang merah. Melalui arah penelitian ini, diharapkan dapat membangun praktik budidaya bawang merah yang berkelanjutan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan regional.
| File size | 439.79 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Berdasarkan perhitungan penentuan kadar nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) pada pelet dari fermentasi limbah ikan cakalang menggunakan perekat fesesBerdasarkan perhitungan penentuan kadar nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) pada pelet dari fermentasi limbah ikan cakalang menggunakan perekat feses
UMGUMG Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ikan yang bervariasi antar kolam, dengan bobot mutlak tertinggi pada Kolam 3 (29,45 g) dan panjang mutlak tertinggiHasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ikan yang bervariasi antar kolam, dengan bobot mutlak tertinggi pada Kolam 3 (29,45 g) dan panjang mutlak tertinggi
UnwahasUnwahas Secara keseluruhan, studi ini bermanfaat untuk pengembangan kapulaga jawa dan trans-nerolidol B sebagai kandidat dari bahan alam sebagai antiinflamasiSecara keseluruhan, studi ini bermanfaat untuk pengembangan kapulaga jawa dan trans-nerolidol B sebagai kandidat dari bahan alam sebagai antiinflamasi
ITNYITNY Secara keseluruhan, penerapan PLTS atap di kampus berkontribusi pada efisiensi energi, penghematan biaya operasional, serta mendukung upaya kampus hijauSecara keseluruhan, penerapan PLTS atap di kampus berkontribusi pada efisiensi energi, penghematan biaya operasional, serta mendukung upaya kampus hijau
UNIBAUNIBA Penelitian dilakukan menggunakan desain penelitian observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 486 BayiPenelitian dilakukan menggunakan desain penelitian observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 486 Bayi
UmriUmri Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Larva T. molitor mampu mendegradasi Masker Medis Surgical yang dicampur dengan limbah organik. Laju biodegradasiHasil dari penelitian menunjukkan bahwa Larva T. molitor mampu mendegradasi Masker Medis Surgical yang dicampur dengan limbah organik. Laju biodegradasi
UNPARUNPAR Sifat kering tak balik atau hidrofobisitas merupakan salah satu sifat gambut yang digunakan untuk menentukan tingkat degradasi lahan gambut. Sifat hidrofobisitasSifat kering tak balik atau hidrofobisitas merupakan salah satu sifat gambut yang digunakan untuk menentukan tingkat degradasi lahan gambut. Sifat hidrofobisitas
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Biji nangka yang biasanya terbuang setelah dikonsumsi buahnya dapat diolah menjadi makanan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan bertujuan memberdayakanBiji nangka yang biasanya terbuang setelah dikonsumsi buahnya dapat diolah menjadi makanan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan bertujuan memberdayakan
Useful /
UNPARUNPAR Tidak terdapat perbedaan masa inkubasi patogen pada semua perlakuan yaitu gejala awal nampak pada hari ke 5. Diameter kerusakan buah terendah sebesar 1,93Tidak terdapat perbedaan masa inkubasi patogen pada semua perlakuan yaitu gejala awal nampak pada hari ke 5. Diameter kerusakan buah terendah sebesar 1,93
UNPARUNPAR tanaman-1. Interaksi biochar sekam padi dan bokashi kalakai berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi per rumpun, berattanaman-1. Interaksi biochar sekam padi dan bokashi kalakai berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi per rumpun, berat
UNPARUNPAR Desa Tuwung memiliki potensi teknis yang besar berupa lahan yang cukup luas, yaitu sebesar 9. 253 hektar yang berupa lahan kering pada ekosistem rawa gambutDesa Tuwung memiliki potensi teknis yang besar berupa lahan yang cukup luas, yaitu sebesar 9. 253 hektar yang berupa lahan kering pada ekosistem rawa gambut
UNPARUNPAR Faktor perlakuan pertama yakni tiga dosis urea (175, 200 dan 225 kg ha-1) dan faktor perlakuan kedua yakni tiga umur defoliasi pertama (40, 50 dan 60 hari).Faktor perlakuan pertama yakni tiga dosis urea (175, 200 dan 225 kg ha-1) dan faktor perlakuan kedua yakni tiga umur defoliasi pertama (40, 50 dan 60 hari).