UNRAMUNRAM
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AgrokomplekJurnal Ilmiah Mahasiswa AgrokomplekTujuan peneliti ini untuk mengetahui spesies gulma berdaun lebar yang berpengaruh terhadap kehilangan hasil tanaman kedelai, sehingga dalam usaha pengendaliannya dapat ditentukan skala prioritas, suatu spesies gulma harus segera dikendalikan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Pengamatan terhadap populasi dan pertumbuhan gulma serta tanaman kedelai dilakukan pada lima petak sampel yang berukuran 1 m2 dan distribusinya ditentukan dengan random sampling. Parameter pengematan, jumlah spesies gulma berdaun lebar, jumlah populasi masing-masing spesies gulma petak-1, jumlah populasi tanaman kedelai petak-1, bobot biomas kering gulma, dan bobot biomas kering tanaman kedelai tanaman-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditemukan 11 spesies gulma berdaun lebar pada tanaman kedelai, saat umur tanaman 20 - 35 HST. Empat spesies cukup dominan dengan nilai SDR ≥ 3,57% - ≤ 5,73%, dua spesies kurang dominan dengan nilai SDR ≥ 1,34% - ≤ 2,80%, dan lima spesies tidak dominan namun selalu ditemukan dengan nilai SDR < 1,0%. Daya saing dan dominansi terbobot gulma Amaranthus spp., S. nodiliflora L., Acalypha spp. dan A. conycoides L., lebih besar dibandingkan spesies gulma lainnya, sehingga keempat spesies gulma tersebut mampu menghilangkan hasil kedelai selama tumbuh tanaman masing-masing sebanyak 4,82%, 3,90%, 2,41% dan 2,32%. Gulma berdaun lebar Physalis angulate, Phillanthus niruri, H. Indicum, E. Soncifolia, Centella asiatica, Euphorbia hirta dan Portulaca oleraceae, keberadaannya pada tanaman kedelai tidak perlu dikendalikan karena kehilngan hasil tanaman kedelai akibat kompetisinya sangat rendah, yaitu kurang dari 1%.
Ditemukan 11 spesies gulma berdaun lebar pada tanaman kedelai berumur 20‑35 HST, di mana empat spesies cukup dominan (SDR ≥ 3,57 %–≤ 5,73 %), dua spesies kurang dominan (SDR ≥ 1,34 %–≤ 2,80 %) dan lima spesies tidak dominan (SDR < 1 %).—menyebabkan kehilangan hasil kedelai rata‑rata masing‑masing sebesar 4,82 %, 3,90 %, 2,41 % dan 2,32 %.Sebaliknya, spesies gulma berdaun lebar lainnya tidak perlu dikendalikan karena kontribusi kehilangan hasilnya kurang dari 1 %.
Bagaimana pengaruh penerapan strategi manajemen gulma terpadu, yang menggabungkan penyiangan mekanis pada fase awal tanaman kedelai dengan penggunaan herbisida selektif pada fase pertengahan, terhadap besarnya kehilangan hasil pada spesies gulma berdaun lebar dominan di lahan kering? Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi tingkat ketahanan genotipe kedelai terhadap kompetisi gulma dengan menguji beberapa varietas kedelai pada kepadatan tanam yang berbeda untuk mengetahui interaksi antara densitas tanaman dan kemampuan menahan kompetisi gulma berdaun lebar. Apakah pemodelan spasial‑temporal populasi gulma berdaun lebar menggunakan citra satelit resolusi tinggi dan analisis GIS dapat memprediksi periode kritis kompetisi sehingga intervensi dapat dijadwalkan secara optimal? Studi eksperimental dapat menilai efek kombinasi penambahan pupuk organik dengan teknik rotasi tanaman terhadap dinamika populasi gulma dan produktivitas kedelai, khususnya pada spesies gulma yang kurang dominan. Penelitian tentang interaksi mikrobioma tanah dan kompetisi gulma‑kedelai dapat mengidentifikasi mikroorganisme yang berpotensi menurunkan kompetisi gulma melalui peningkatan ketersediaan nutrisi bagi kedelai. Penggunaan model matematika berbasis jaringan syaraf tiruan untuk memproyeksikan kerugian hasil kedelai berdasarkan variabel populasi gulma, biomassa kering, dan faktor iklim dapat meningkatkan akurasi prediksi pada skala lahan. Dengan mengintegrasikan hasil dari penelitian-penelitian tersebut, dapat dikembangkan pedoman praktis berbasis bukti untuk manajemen gulma berdaun lebar yang menyeimbangkan antara efisiensi produksi kedelai dan keberlanjutan lingkungan.
| File size | 699.95 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Hasil uji antioksidan menghasilkan persen inhibisi di atas 50% pada konsentrasi rendah (4 ppm) sudah menunjukkan aktivitas antioksidan yang cukup baik.Hasil uji antioksidan menghasilkan persen inhibisi di atas 50% pada konsentrasi rendah (4 ppm) sudah menunjukkan aktivitas antioksidan yang cukup baik.
UGMUGM Selain itu, korelasi pearson menunjukkan bahwa produktivitas dipengaruhi oleh peubah jumlah anakan (0. 58), anakan produktif (0. 68) dan berat gabah perSelain itu, korelasi pearson menunjukkan bahwa produktivitas dipengaruhi oleh peubah jumlah anakan (0. 58), anakan produktif (0. 68) dan berat gabah per
UGMUGM Pendugaan nilai heritabilitas ini menunjukkan bahwa seleksi yang efektif dapat difokuskan pada karakter-karakter dengan heritabilitas tinggi, sehinggaPendugaan nilai heritabilitas ini menunjukkan bahwa seleksi yang efektif dapat difokuskan pada karakter-karakter dengan heritabilitas tinggi, sehingga
BIOTROPBIOTROP ) mengurangi intensitas penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora capsici Heald & F. Intensitas penyakit rendah pada semua perlakuan, termasuk) mengurangi intensitas penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora capsici Heald & F. Intensitas penyakit rendah pada semua perlakuan, termasuk
UMBUMB Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ikan yang terdapat di sungai Pino Raya Desa Tungkal kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ikan yang terdapat di sungai Pino Raya Desa Tungkal kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu.
UGMUGM Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa triterpenoid dari kulit batang Aglaia cucullata dan mengevaluasi aktivitas sitotoksiknya terhadap selPenelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa triterpenoid dari kulit batang Aglaia cucullata dan mengevaluasi aktivitas sitotoksiknya terhadap sel
MAHADEWAMAHADEWA Bonebolango. Dengan hasil rata-rata yang diperoleh pada analisis kadar logam pada air ini yaitu untuk uji besi (Fe) 0. 042 mg/L, uji sulfat 0. 019 mg/L,Bonebolango. Dengan hasil rata-rata yang diperoleh pada analisis kadar logam pada air ini yaitu untuk uji besi (Fe) 0. 042 mg/L, uji sulfat 0. 019 mg/L,
UNPATTIUNPATTI Induk teripang kemudian diseleksi berdasarkan panjang dan berat teripang. Perilaku pemijahan yang ditampilkan oleh teripang saat memijah berdasarkan faktorInduk teripang kemudian diseleksi berdasarkan panjang dan berat teripang. Perilaku pemijahan yang ditampilkan oleh teripang saat memijah berdasarkan faktor
Useful /
BIOTROPBIOTROP These findings highlight the potential of E. acoroides extract as a biostimulant for enhancing plant growth and drought resilience in maize cultivation.These findings highlight the potential of E. acoroides extract as a biostimulant for enhancing plant growth and drought resilience in maize cultivation.
UNPABUNPAB Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen likuiditas, leverage, dan margin laba bagi investor dalam menilai nilai saham perusahaan F&B di BEI. PengaruhTemuan ini menegaskan pentingnya manajemen likuiditas, leverage, dan margin laba bagi investor dalam menilai nilai saham perusahaan F&B di BEI. Pengaruh
UNPABUNPAB Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan model analisisMetode yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan model analisis
UNPABUNPAB Pandemi COVID-19 telah menimbulkan berbagai masalah dan berdampak pada pelaku usaha, terutama yang bergerak di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan MenengahPandemi COVID-19 telah menimbulkan berbagai masalah dan berdampak pada pelaku usaha, terutama yang bergerak di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah