SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA
Jurnal Kesehatan Medika SaintikaJurnal Kesehatan Medika SaintikaMenurut Data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2015, cakupan pelayanan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) anak balita di kota Padang sebesar 63,6%, sementara targetnya adalah 90%. Dari 22 Puskesmas di kota Padang, Puskesmas Ulak Karang memiliki pencapaian pelayanan DDTK terendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang Tumbuh dan Kembang pada Anak Balita Usia 3-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang Kota Padang Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional, dilakukan pada tanggal 20-25 September 2016. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita usia 3-5 tahun, berjumlah 244 orang, dengan pengambilan sampel secara purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 71 orang. Data dianalisis secara univariat dan diolah secara manual. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden (40,9%) tidak melaksanakan DDTK pada anak balita, dan sebagian besar responden (40,8%) memiliki pengetahuan rendah tentang Tumbuh Kembang pada anak balita di Puskesmas Ulak Karang Padang tahun 2016. Kesimpulannya, kurangnya kunjungan DDTK disebabkan oleh rendahnya tingkat pengetahuan ibu tentang pentingnya pelaksanaan DDTK pada anak balita. Diharapkan Puskesmas dapat mengaktifkan kelas ibu balita dan meningkatkan informasi DDTK agar cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang tercapai di Puskesmas Ulak Karang Padang.
Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak melaksanakan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) pada anak balita.Selain itu, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang rendah mengenai tumbuh kembang anak balita.Rendahnya tingkat pengetahuan ibu menjadi faktor utama penyebab kurangnya kunjungan DDTK, sehingga perlu adanya peningkatan informasi dan edukasi mengenai pentingnya DDTK.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak, seperti tingkat pendidikan, akses informasi, dan dukungan sosial. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi efektivitas intervensi edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik ibu di wilayah kerja Puskesmas Ulak Karang. Intervensi ini dapat berupa kelas ibu, penyuluhan, atau penggunaan media informasi yang mudah diakses. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat menelaah hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan praktik pemberian stimulasi tumbuh kembang yang dilakukan di rumah, serta dampaknya terhadap perkembangan anak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak balita di wilayah tersebut dan merumuskan program kesehatan yang lebih efektif.
| File size | 268.6 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
PROSCIENCESPROSCIENCES Penggunaan media edukasi yang menarik secara visual dan relevan dengan konteks dapat mendukung kegiatan Posyandu dan berkontribusi pada upaya pencegahanPenggunaan media edukasi yang menarik secara visual dan relevan dengan konteks dapat mendukung kegiatan Posyandu dan berkontribusi pada upaya pencegahan
MALAHAYATIMALAHAYATI Metode Deteksi Stunting secara Otomatis pada Balita 0 24 Bulan dengan Menggunakan Metode Antropometri Berbasis Arduino. Stunting merupakan keadaan statusMetode Deteksi Stunting secara Otomatis pada Balita 0 24 Bulan dengan Menggunakan Metode Antropometri Berbasis Arduino. Stunting merupakan keadaan status
UMBERAUUMBERAU Penelitian ini menunjukkan bahwa Digital Capability dan Digital Literacy berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM di Tanjung Redeb. Digital CapabilityPenelitian ini menunjukkan bahwa Digital Capability dan Digital Literacy berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM di Tanjung Redeb. Digital Capability
UTUUTU Faktor-faktor berupa pengetahuan ibu, pola asuh, pola makan, kebersihan pribadi, dan sanitasi lingkungan rumah di Desa Blang Beurandang belum memadai,Faktor-faktor berupa pengetahuan ibu, pola asuh, pola makan, kebersihan pribadi, dan sanitasi lingkungan rumah di Desa Blang Beurandang belum memadai,
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Faktor penyebab meliputi kurangnya pengetahuan gizi orang tua, pola asuh yang kurang optimal, lingkungan tidak higienis, dan infeksi berulang. SimpulanFaktor penyebab meliputi kurangnya pengetahuan gizi orang tua, pola asuh yang kurang optimal, lingkungan tidak higienis, dan infeksi berulang. Simpulan
UNRAMUNRAM Desa Mujahiddin Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki prevalensi stunting cukup tinggi. Untuk mengatasiDesa Mujahiddin Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki prevalensi stunting cukup tinggi. Untuk mengatasi
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Masalah gizi kurang pada balita merupakan masalah aktual di Kabupaten Merauke. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Dukungan Keluarga dan StatusMasalah gizi kurang pada balita merupakan masalah aktual di Kabupaten Merauke. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Dukungan Keluarga dan Status
UBTUBT Diharapkan adanya dukungan dari pemerintah yaitu berupa media informasi secara berkesinambungan oleh kader posyandu dan poskesdes sehingga masyarakat mendapatDiharapkan adanya dukungan dari pemerintah yaitu berupa media informasi secara berkesinambungan oleh kader posyandu dan poskesdes sehingga masyarakat mendapat
Useful /
ITKAITKA Kajian ini bertujuan untuk meninjau kandungan kimia abu daun bambu, efeknya terhadap kesuburan tanah serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. AbuKajian ini bertujuan untuk meninjau kandungan kimia abu daun bambu, efeknya terhadap kesuburan tanah serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Abu
ITKAITKA Model penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas yang menekankan partisipasi lokal, inovasi teknologi sederhana, dan sinergi kebijakan dapat menjadiModel penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas yang menekankan partisipasi lokal, inovasi teknologi sederhana, dan sinergi kebijakan dapat menjadi
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL XYZ adalah adanya produk cacat dan rusak yang mengakibatkan komplain dari konsumen. Di perusahaan manufaktur seperti PT. XYZ, tema permasalahan penelitianXYZ adalah adanya produk cacat dan rusak yang mengakibatkan komplain dari konsumen. Di perusahaan manufaktur seperti PT. XYZ, tema permasalahan penelitian
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Djamil belum berjalan optimal karena terbatasnya tenaga teknisi, kurangnya pelatihan, dan SOP yang tidak sesuai prosedur. Pemeliharaan preventif dan korektifDjamil belum berjalan optimal karena terbatasnya tenaga teknisi, kurangnya pelatihan, dan SOP yang tidak sesuai prosedur. Pemeliharaan preventif dan korektif