ITKAITKA

SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan KesehatanSAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan

Abu daun bambu merupakan salah satu limbah biomassa yang berpotensi tinggi dalam bidang pertanian karena mengandung unsur hara makro dan mikro, terutama silika (Si), kalsium, kalium, dan magnesium serta fosfor. Abu daun bambu memiliki sifat basa dengan pH sekitar 10–11 yang dapat menaikan pH tanah yang asam. Kandungan Kalium dalam abu daun bambu juga sangat tinggi, mencapai lebih dari 100.000 mg/kg, yang berpotensi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Selain itu, kandungan Silika (Si) pada abu daun bambu dapat memperkuat jaringan tanaman dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit. Abu bambu juga bersifat ramah lingkungan karena dapat dimanfaatkan kembali ke dalam tanah, mendukung konsep pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Kajian ini bertujuan untuk meninjau kandungan kimia abu daun bambu, efeknya terhadap kesuburan tanah serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman.

Abu daun bambu memiliki potensi besar sebagai bahan pembenah tanah dan sumber silika alami yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.Selain dapat mengembalikan kemampuan tanah dalam menyediakan nutrisi secara berkelanjutan tanpa bergantung dengan pemakaian pupuk kimia.Kandungan silika, kalium dan unsur hara lain pada abu daun bambu menjadikan abu daun bambu sebagai alternatif yang ramah lingkungan dan berpotensi dapat menggantikan pupuk kimia, penggunaan abu daun bambu tidak hanya meningkatkan hasil pertanian tetapi juga berkontribusi pada pengelolaan limbah dan mitigasi degradasi tanah.Dengan pengembangan penelitian lebih lanjut, abu daun bambu dapat menjadi bagian penting dalam strategi pertanian berkelanjutan.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji dampak jangka panjang penggunaan abu daun bambu pada berbagai jenis tanah dan tanaman, terutama untuk memastikan tidak ada efek negatif terhadap ekosistem. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara abu daun bambu dengan pupuk kimia sintetis dalam hal efisiensi nutrisi dan biaya produksi. Penelitian juga bisa fokus pada penggunaan abu daun bambu untuk tanaman hortikultura lainnya, seperti sayuran atau buah-buahan, untuk memperluas penerapannya dalam pertanian berkelanjutan.

Read online
File size302.71 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test