STAIMASWONOGIRISTAIMASWONOGIRI
Jurnal Al BasirahJurnal Al BasirahDilihat dari kondisi geografis serta potensi demografi, Pendingin dapat dibilang menyimpan aset yang cukup melimpah. Dengan adanya pengembangan progresif akan mengantarkannya menjadi desa mandiri. Metode ABCD (Asset Based Community-driven Development) dapat membantu menjembatani proses pendampingan yang bertujuan merubah mindset serta sikap sadar potensi wilayah. Penanaman sikap dapat dimulai dengan adanya gerakan revolusi mental melalui kegiatan pembuatan destinasi wisata. Hal ini dapat menjadi tonggak awal perubahan mindset, bahwa Pendingin memiliki potensi yang tak terbatas dan untuk proses pengembangan tergantung pada bagaimana kreatifitas serta inovasi penduduknya.
Program kerja pembuatan destinasi wisata pelabuhan Pendingin menjadi program utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa KKN Nusantara, karena berpotensi membangun kemandirian warga melalui integrasi atau kerjasama.Pendampingan ini menghasilkan kebanggaan bagi warga Pendingin, karena destinasi yang mereka buat akan menjadi ikon kampung halaman mereka.Selain itu, program ini juga menjadi bukti nyata bentuk interaksi sosial yang menghasilkan produk bersama.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak sosial-ekonomi dari keberadaan destinasi wisata terhadap masyarakat Pendingin, termasuk perubahan pendapatan, lapangan kerja, dan kualitas hidup. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan strategi pemasaran yang efektif untuk mempromosikan destinasi wisata Pelabuhan Pendingin, baik secara lokal maupun regional, dengan mempertimbangkan potensi media sosial dan kerjasama dengan agen perjalanan. Ketiga, penting untuk mengkaji keberlanjutan program pengembangan wisata ini, termasuk pengelolaan lingkungan, partisipasi masyarakat, dan potensi kemitraan dengan pihak swasta, guna memastikan bahwa destinasi wisata ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Pendingin dan menjadi model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
| File size | 207.21 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
PUSDIGPUSDIG Selain membantu meringankan beban kerja pegawai, mahasiswa juga belajar beradaptasi dengan ritme kerja birokrasi dan memperkuat profesionalitas dalam bekerjaSelain membantu meringankan beban kerja pegawai, mahasiswa juga belajar beradaptasi dengan ritme kerja birokrasi dan memperkuat profesionalitas dalam bekerja
LP3MZHLP3MZH Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian perekonomian masyarakat khususnya di desa Ranuwurung. Pendampingan ini menggunakan metodeHal ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian perekonomian masyarakat khususnya di desa Ranuwurung. Pendampingan ini menggunakan metode
ASIAASIA Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Kelompok Tani (Gapoktan) mengenai sistem Rencana Definitif Kebutuhan KelompokKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Kelompok Tani (Gapoktan) mengenai sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok
STPMATARAMSTPMATARAM Faktor pendukung eksternal meliputi: (1) pemerintah desa Kananta (2) organisasi dari masyarakat bali (3) mahasiswa KKN. Sedangkan faktor penghambat internalFaktor pendukung eksternal meliputi: (1) pemerintah desa Kananta (2) organisasi dari masyarakat bali (3) mahasiswa KKN. Sedangkan faktor penghambat internal
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa magang berperan dalam mempercepat proses administrasi, meningkatkan literasi masyarakat tentang layanan pertanahan,Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa magang berperan dalam mempercepat proses administrasi, meningkatkan literasi masyarakat tentang layanan pertanahan,
PRINPRIN Lembang Mappa memiliki luas tanah 64 km2 wilayah yang terletak sejauh 39 km dari Makale dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam. Lembang ini terbagi menjadiLembang Mappa memiliki luas tanah 64 km2 wilayah yang terletak sejauh 39 km dari Makale dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam. Lembang ini terbagi menjadi
STAIMASWONOGIRISTAIMASWONOGIRI Namun nyatanya hal ini belum berjalan secara optimal, terlihat dari masih cukup banyak daerah tertinggal dan pendapatan daerah yang masih sedikit. PemerintahNamun nyatanya hal ini belum berjalan secara optimal, terlihat dari masih cukup banyak daerah tertinggal dan pendapatan daerah yang masih sedikit. Pemerintah
UBTUBT Identifikasi masalah, sosialisasi kegiatan, pelaksanaan dan monitoring dilakukan untuk mencapai tujuan. Hasil kegiatan penghijauan menunjukkan dampak positifIdentifikasi masalah, sosialisasi kegiatan, pelaksanaan dan monitoring dilakukan untuk mencapai tujuan. Hasil kegiatan penghijauan menunjukkan dampak positif
Useful /
ASIAASIA Karawang, dengan potensi pariwisata yang signifikan, belum memiliki desa wisata yang diakui secara resmi oleh pemerintah daerah melalui Keputusan BupatiKarawang, dengan potensi pariwisata yang signifikan, belum memiliki desa wisata yang diakui secara resmi oleh pemerintah daerah melalui Keputusan Bupati
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Gagal mencapai target PHBS dengan prosentase capaian 56% dari target 80% menjadi bahan kajian untuk merancang program peningkatan PHBS. Diperlukan pendekatanGagal mencapai target PHBS dengan prosentase capaian 56% dari target 80% menjadi bahan kajian untuk merancang program peningkatan PHBS. Diperlukan pendekatan
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA 9%) mendapatkan dukungan keluarga yang cukup, dan 34 responden (45. 9%) mendapatkan kepatuhan minum obat anti hipertensi yang rendah. Berdasarkan uji chi-square9%) mendapatkan dukungan keluarga yang cukup, dan 34 responden (45. 9%) mendapatkan kepatuhan minum obat anti hipertensi yang rendah. Berdasarkan uji chi-square
UMSBUMSB Latar belakang: anemia merupakan salah satu masalah kesehatan global. Prevalensi anemia pada kehamilan bervariasi, bergantung pada kondisi sosio-ekonomi,Latar belakang: anemia merupakan salah satu masalah kesehatan global. Prevalensi anemia pada kehamilan bervariasi, bergantung pada kondisi sosio-ekonomi,