UNIKSUNIKS

JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)

Cabai rawit (Capsicum frutescens) merupakan komoditas bernilai tinggi yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Kabupaten Sleman. Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, praktik budidaya cabai rawit di Sleman seringkali kurang mengintegrasikan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki potensi pemanfaatan bakteri fotosintetik dan bakteri endofit untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit di Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Gondang Lutung, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman. Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) digunakan dengan satu faktor: jenis bakteri menguntungkan, meliputi P1 (PSB Endofit), P2 (PSB), P3 (Endofit), dan P4 (Kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bakteri fotosintetik dan bakteri endofit memiliki efek yang bervariasi terhadap pertumbuhan cabai rawit. Perlakuan kombinasi secara signifikan meningkatkan tinggi tanaman, kandungan klorofil, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot buah segar, produksi, produktivitas, dan ketahanan terhadap C. capsici, C. gloeosporoides, serta R. solanacearum. Aplikasi tunggal PSB meningkatkan atribut pertumbuhan tanaman, sementara aplikasi endofit menunjukkan potensi untuk meningkatkan ketahanan cabai rawit terhadap patogen. Studi ini menunjukkan potensi pemanfaatan bakteri menguntungkan, khususnya kombinasi PSB dan endofit, untuk meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan ketahanan cabai rawit terhadap penyakit. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk mempromosikan praktik budidaya cabai rawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Aplikasi bakteri fotosintetik (PSB) dan bakteri endofit, baik secara individu maupun kombinasi, mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada skala lapangan.Perlakuan kombinasi menghasilkan peningkatan tinggi tanaman, kandungan klorofil, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot buah segar, hasil panen, produktivitas, serta ketahanan terhadap C.Sementara itu, aplikasi tunggal PSB meningkatkan atribut pertumbuhan tanaman, dan endofit menunjukkan potensi dalam meningkatkan ketahanan cabai rawit terhadap patogen.

Meskipun penelitian ini telah menunjukkan potensi besar dari kombinasi bakteri fotosintetik dan endofit dalam meningkatkan produktivitas serta ketahanan cabai rawit, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman dan aplikasi temuan ini. Pertama, sangat penting untuk menyelidiki secara lebih mendalam mekanisme sinergis di tingkat molekuler dan fisiologis yang mendasari peningkatan pertumbuhan tanaman dan ketahanan terhadap penyakit. Studi lanjutan dapat berfokus pada analisis ekspresi gen tanaman yang terkait dengan respons pertahanan, produksi metabolit sekunder yang berperan sebagai biostimulan atau antimikroba, serta memahami interaksi kompleks antara kedua jenis bakteri ini di dalam rizosfer dan jaringan tanaman. Kedua, untuk mengoptimalkan pemanfaatan agen hayati ini, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai formulasi, dosis, dan waktu aplikasi yang paling efektif pada berbagai fase pertumbuhan cabai rawit, termasuk menguji metode aplikasi yang berbeda seperti perendaman bibit yang lebih lama, penyiraman tanah, atau kombinasi dengan pupuk organik tertentu, yang dapat mengungkap protokol terbaik untuk memaksimalkan hasil dan ketahanan tanaman secara berkelanjutan. Ketiga, guna memastikan relevansi dan keberlanjutan praktik budidaya ini, penelitian harus diperluas ke berbagai varietas cabai rawit dan lokasi geografis dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Hal ini tidak hanya akan membantu menguji adaptasi dan kinerja kombinasi bakteri di luar kondisi spesifik Kabupaten Sleman, tetapi juga mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap kesehatan tanah, keanekaragaman mikroba lokal, dan stabilitas produksi dalam sistem tanam bergilir, krusial untuk mengintegrasikan pendekatan ini sebagai bagian dari pertanian berkelanjutan yang holistik serta mendukung ketahanan pangan lokal.

Read online
File size203.15 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test