UNDANAUNDANA

Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPAS

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses produksi, manajemen bauran pemasaran, dan pendapatan yang diperoleh dari pengolahan makanan ringan lokal oleh Kelompok Tani Nusa Hijau di Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Produk olahan yang dihasilkan antara lain kue nogasari berbahan pisang dan kue ubi isi gula lempeng berbahan singkong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, didukung oleh analisis kuantitatif untuk menghitung pendapatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi dilakukan secara tradisional dengan menggunakan bahan baku lokal dan peralatan sederhana skala rumah tangga, serta melibatkan partisipasi aktif anggota kelompok. Strategi bauran pemasaran meliputi: (1) Produk: memiliki cita rasa khas, aman dikonsumsi, dan tanpa bahan pengawet, namun masih kurang inovasi dalam kemasan dan variasi produk; (2) Harga: ditetapkan sebesar Rp1.000 per unit, berdasarkan daya beli masyarakat setempat dan biaya produksi sederhana; (3) Promosi: masih terbatas pada promosi dari mulut ke mulut dan media sosial pribadi seperti WhatsApp dan Facebook; (4) Distribusi: dilakukan langsung dari tempat produksi dan melalui pesanan lokal, belum ada kerja sama dengan toko oleh-oleh atau lembaga yang lebih besar. Analisis pendapatan menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp2.362.500 dan penerimaan sebesar Rp4.500.000 dari penjualan 4.500 unit kue, sehingga menghasilkan pendapatan bersih Rp2.137.500. Nilai R/C Ratio sebesar 1,90 menunjukkan bahwa setiap pengeluaran Rp1 akan menghasilkan penerimaan Rp1,90, sehingga usaha ini menguntungkan dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut.

Proses produksi makanan ringan lokal oleh Kelompok Tani Nusa Hijau dilakukan secara tradisional menggunakan bahan baku lokal dan peralatan sederhana, dengan partisipasi aktif anggota kelompok.Bauran pemasaran yang diterapkan mencakup produk yang memiliki cita rasa khas namun kurang inovasi dalam kemasan, harga terjangkau namun belum berdasarkan perhitungan biaya yang detail, promosi yang masih terbatas pada mulut ke mulut dan media sosial pribadi, serta distribusi yang hanya melalui penjualan langsung dan pesanan lokal.Usaha ini terbukti menguntungkan dengan pendapatan bersih sebesar Rp2.500 dan rasio R/C sebesar 1,90, sehingga layak dikembangkan lebih lanjut.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh pengemasan modern dan pemberian merek terhadap minat beli konsumen, termasuk eksperimen perbandingan kemasan tradisional dan inovatif di pasar lokal maupun luar daerah. Kedua, diperlukan kajian mendalam mengenai efektivitas strategi pemasaran digital berbasis media sosial seperti Instagram dan TikTok dalam meningkatkan volume penjualan serta jangkauan pasar, termasuk analisis konten promosi yang paling menarik bagi konsumen usia muda. Ketiga, perlu diteliti penerapan sistem pemesanan berbasis aplikasi sederhana atau WhatsApp Business secara terstruktur untuk menilai dampaknya terhadap efisiensi produksi dan distribusi, serta kemungkinan integrasinya dengan lembaga seperti koperasi atau sekolah sebagai mitra distribusi rutin. Studi-studi ini dapat melengkapi saran dalam penelitian asli yang masih bersifat umum, dengan memberikan arah yang lebih spesifik dan terukur untuk pengembangan usaha secara berkelanjutan. Dengan pendekatan penelitian yang konkret, hasilnya dapat langsung diimplementasikan oleh kelompok tani maupun diformulasikan sebagai kebijakan oleh pemerintah daerah. Penelitian lanjutan semacam ini penting agar pengembangan produk pangan lokal tidak hanya berhenti pada skala rumah tangga, tetapi dapat berkembang menjadi usaha mikro yang mandiri dan kompetitif.

Read online
File size300.57 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test