POLNAMPOLNAM

Jurnal Administrasi TerapanJurnal Administrasi Terapan

Survei awal pada Kantor Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah menunjukkan ada masalah fasilitas kerja dan kinerja pegawai. Kurangnya fasilitas Kantor Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah menyebabkan rendahnya kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah. Metode analisa yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan analisis regresi linear sederhana. Analisis kuantitatif dalam rentang skala likert anatar 1 sampai 5, menunjukan bahwa fasilitas kerja pada Kantor Kecamatan Tehoru memiliki nilai rata – rata 3,40 yang diinterpresikan cukup baik, sedangkan kinerja pegawai memiliki nilai rata – rata 3,54 yang diinterpretasikan cukup baik. Hasil uji hipotesis variabel fasilitas kerja (X) terhadap kinerja pegawai (Y) menunjukan nilai t hitung sebesar 11.330 Sehingga dapat di simpulkan bahwa fasilitas kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pengaruh variabel independen (fasilitas kerja) terhadap variabel dependen (kinerja pegawai) adalah sebesar 82,1% sedangkan sisanya sebesar 12,9% dipengaruhi oleh variabel lain Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan semakin baik fasilitas kerja maka semakin baik juga kinerja pegawai. Untuk meningkatkanya, maka Kantor Kecamatan Tehoru harus berupaya meningkatkan fasilitas kerja dengan memperhatikan fasilitas – fasilitas kerja yang digunakan oleh pegawai agar pegawai dapat bekerja dengan efektif.

Hasil pengujian analisis regresi linear sederhana menunjukkan persamaan Y = 15.Ditemukan bahwa fasilitas kerja berpengaruh positif terhadap kinerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah, dengan nilai t hitung sebesar 11.330 dan tingkat signifikansi yang mendukung hipotesis ini.Kontribusi fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 82,1%, sementara 12,9% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas fokus dengan menyelidiki bagaimana faktor-faktor lain seperti motivasi kerja atau tingkat disiplin pegawai, yang juga krusial dalam lingkungan kerja pemerintahan, ikut memengaruhi kinerja pegawai. Mengingat bahwa 12,9% dari kinerja pegawai tidak dapat dijelaskan oleh fasilitas kerja semata, studi di masa depan bisa menganalisis apakah motivasi dan disiplin ini berperan sebagai pendorong langsung, atau justru memediasi pengaruh fasilitas kerja. Misalnya, apakah pegawai yang sangat termotivasi tetap bisa berkinerja baik meskipun fasilitasnya kurang optimal, atau sebaliknya, fasilitas yang sangat baik meningkatkan motivasi mereka secara signifikan? Selain itu, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi perbandingan di beberapa kantor pemerintahan daerah lain, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Maluku Tengah, yang memiliki karakteristik serupa atau berbeda. Hal ini akan membantu menguji generalisasi temuan penelitian ini, apakah pengaruh fasilitas kerja merupakan fenomena universal di sektor publik atau ada faktor kontekstual spesifik yang berperan. Penelitian komparatif juga dapat mengidentifikasi jenis fasilitas kerja apa saja yang memiliki dampak paling signifikan terhadap kinerja di berbagai lingkungan kerja. Terakhir, pendekatan penelitian kualitatif, seperti wawancara mendalam atau fokus grup diskusi, dapat memberikan pemahaman yang lebih kaya mengenai pengalaman subjektif pegawai terkait fasilitas kerja. Bagaimana fasilitas kerja sehari-hari, termasuk yang rusak atau terbatas, benar-benar memengaruhi kenyamanan, konsentrasi, dan kepuasan kerja mereka? Pemahaman ini penting untuk merumuskan strategi peningkatan fasilitas yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan gambaran menyeluruh tentang cara terbaik meningkatkan kinerja pegawai dan pada akhirnya kualitas pelayanan publik.

Read online
File size484.26 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test