UMSIDAUMSIDA
Journal of Tropical Food and Agroindustrial TechnologyJournal of Tropical Food and Agroindustrial TechnologyBiji karet (Hevea brasiliensis) berpotensi sebagai bahan pangan alternatif, terutama subtitusi dalam pembuatan tempe karena kandungan protein dan minyaknya yang tinggi. Namun kandungan asam sianida (HCN) yang bersifat toksik menjadi kendala utama dalam pemanfaatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menginvestigasi efektivitas proses perendaman dan pemanasan terhadap penurunan kadar sianida serta pengaruhnya terhadap kandungan biji karet. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan perendaman dilakukan selama 0, 12, 24, dan 36 jam, dilanjutkan dengan dua metode pemanasan, yaitu pengukusan dan perebusan, masing-masing dengan waktu 30, 60, 90, dan 120 menit sebanyak tiga kali ulangan. Analisis kadar HCN dilakukan menggunakan metode spektrofotometri yang dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%, sedangkan analisis proksimat dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman selama 24 jam mampu menurunkan kadar HCN hingga 0,14%, sedangkan proses pemanasan selama 120 menit melalui metode pengukusan dan perebusan masing-masing mampu menurunkan kadar HCN hingga 15,98 ppm dan 14,21 ppm, di bawah batas aman konsumsi sebesar 20 ppm. Analisis proksimat menunjukkan bahwa perlakuan pemanasan tidak menyebabkan perubahan signifikan terhadap kandungan nutrisi utama, meskipun terdapat kecenderungan penurunan kadar lemak dan protein seiring bertambahnya lama pemanasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perendaman dan pemanasan efektif untuk menurunkan kadar sianida dalam biji karet tanpa menyebabkan kerusakan nutrisi yang berarti. Penelitian lanjutan akan mengkaji aspek fermentasi, karakteristik sensoris, serta keamanan pangan tempe berbahan dasar biji karet sebagai upaya diversifikasi pangan lokal.
Proses perendaman dan pemanasan secara efektif menurunkan kadar sianida dalam biji karet, dengan perendaman 12 jam mampu mengurangi kadar hingga 0,14%, dan pemanasan 120 menit (perebusan 14,21 ppm, pengukusan 15,98 ppm) menurunkan kadar di bawah batas aman konsumsi.Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa perlakuan ini tidak menyebabkan perubahan signifikan pada komponen nutrisi utama, sehingga biji karet berpotensi sebagai bahan pangan.Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji karakteristik sensoris dan fungsional tempe berbahan dasar biji karet, termasuk aktivitas mikroba starter, daya terima, dan senyawa bioaktif selama fermentasi.
Setelah biji karet terbukti aman dari sianida melalui perendaman dan pemanasan, langkah selanjutnya adalah menjadikan produk olahannya optimal dan diterima luas. Pertama, perlu adanya penelitian mendalam untuk mengoptimalkan proses fermentasi tempe biji karet. Ini mencakup identifikasi jenis ragi terbaik, kondisi suhu dan kelembaban ideal, serta durasi fermentasi yang tepat untuk tidak hanya mengurangi sisa antinutrisi, tetapi juga meningkatkan nilai gizi tempe seperti profil protein atau vitamin. Tujuannya adalah menghasilkan tempe biji karet dengan karakteristik nutrisi dan fungsional yang superior. Kedua, aspek penerimaan konsumen sangat krusial. Studi sensoris komprehensif diperlukan untuk mengevaluasi rasa, aroma, dan tekstur tempe biji karet dibandingkan dengan tempe kedelai. Penelitian ini akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor sensoris yang paling memengaruhi daya terima konsumen, memungkinkan penyesuaian resep atau proses untuk meningkatkan preferensi. Ketiga, penting untuk memahami dampak proses pengolahan dan fermentasi terhadap keamanan pangan secara lebih luas. Ini termasuk analisis perubahan kandungan antinutrisi lain seperti asam fitat dan tanin, serta profil senyawa bioaktif (misalnya antioksidan) yang mungkin muncul atau meningkat. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa tempe biji karet tidak hanya aman tetapi juga memiliki manfaat kesehatan tambahan, memperkaya diversifikasi pangan lokal.
- Pengurangan Kadar HCN pada Umbi Gadung Menggunakan Variasi Abu Gosok dan Air Kapur | Siqhny | Jurnal... journals.usm.ac.id/index.php/jtphp/article/view/2620Pengurangan Kadar HCN pada Umbi Gadung Menggunakan Variasi Abu Gosok dan Air Kapur Siqhny Jurnal journals usm ac index php jtphp article view 2620
- Kualitas Kimia dan Profil Serat Bekatul Gandum dengan Kadar Air dan Lama Pemanasan Berbeda | Utama |... ejournal2.undip.ac.id/index.php/jatp/article/view/11457Kualitas Kimia dan Profil Serat Bekatul Gandum dengan Kadar Air dan Lama Pemanasan Berbeda Utama ejournal2 undip ac index php jatp article view 11457
- Mungkinkah Kalimantan Timur Mencapai Kemandirian Pangan di Tahun 2025? | Buletin Loupe. kalimantan kemandirian... doi.org/10.51967/buletinloupe.v17i01.477Mungkinkah Kalimantan Timur Mencapai Kemandirian Pangan di Tahun 2025 Buletin Loupe kalimantan kemandirian doi 10 51967 buletinloupe v17i01 477
- Changes in anti-nutrient, phytochemical, and micronutrient contents of different processed rubber (Hevea... peerj.com/articles/11327Changes in anti nutrient phytochemical and micronutrient contents of different processed rubber Hevea peerj articles 11327
| File size | 295.9 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IDID Kegiatan dilaksanakan dengan metode partisipatif, pengetahuan masyarakat diukur dengan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. IntervensiKegiatan dilaksanakan dengan metode partisipatif, pengetahuan masyarakat diukur dengan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi
IDID Program ini berhasil meningkatkan daya tarik kawasan eduwisata dan mengurangi risiko ekonomi dari ketergantungan monokultur jeruk. Kegiatan pengabdianProgram ini berhasil meningkatkan daya tarik kawasan eduwisata dan mengurangi risiko ekonomi dari ketergantungan monokultur jeruk. Kegiatan pengabdian
IDID Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep higiene dan kemampuan motorik siswa dengan tingkat keberhasilan mencapai 90%. BerdasarkanHasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep higiene dan kemampuan motorik siswa dengan tingkat keberhasilan mencapai 90%. Berdasarkan
IDID Peran guru sebagai teladan dan dukungan orang tua dalam pembiasaan di rumah turut memperkuat hasil kegiatan. Dengan demikian, kegiatan Pesantren RamadhanPeran guru sebagai teladan dan dukungan orang tua dalam pembiasaan di rumah turut memperkuat hasil kegiatan. Dengan demikian, kegiatan Pesantren Ramadhan
IDID Metode yang digunakan adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi memasak, serta evaluasi menggunakan pre-testMetode yang digunakan adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi memasak, serta evaluasi menggunakan pre-test
IDID Hasilnya menunjukkan peningkatan produktivitas, pengurangan kerugian panen, dan peningkatan pendapatan melalui pengembangan pemasaran offline dan online.Hasilnya menunjukkan peningkatan produktivitas, pengurangan kerugian panen, dan peningkatan pendapatan melalui pengembangan pemasaran offline dan online.
IDID Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan modul pembelajaran Arduino berbasis proyek serta meningkatkan kompetensi pengajar melalui program training forTujuan kegiatan ini adalah mengembangkan modul pembelajaran Arduino berbasis proyek serta meningkatkan kompetensi pengajar melalui program training for
IDID Hasil kegiatan mencakup berfungsinya tiga unit teknologi, peningkatan kompetensi pembudidaya, produk olahan perikanan ber-PIRT, serta tersusunnya luaranHasil kegiatan mencakup berfungsinya tiga unit teknologi, peningkatan kompetensi pembudidaya, produk olahan perikanan ber-PIRT, serta tersusunnya luaran
Useful /
UMSIDAUMSIDA Yogurt merupakan produk fermentasi yang populer dan mudah diterima masyarakat karena manfaat dan nutrisi yang baik. Namun, adanya gangguan intoleransiYogurt merupakan produk fermentasi yang populer dan mudah diterima masyarakat karena manfaat dan nutrisi yang baik. Namun, adanya gangguan intoleransi
UMSIDAUMSIDA Prosedur sanitasi dilakukan dengan ketat, termasuk penggunaan bahan kimia sesuai standar, pengendalian hama, serta pelatihan rutin bagi karyawan. SelainProsedur sanitasi dilakukan dengan ketat, termasuk penggunaan bahan kimia sesuai standar, pengendalian hama, serta pelatihan rutin bagi karyawan. Selain
UMSIDAUMSIDA Berdasarkan hasil olah data uji perbandingan jamak, sampel 243 tidak berbeda nyata dengan sampel baku A, dan sampel 156 tidak berbeda nyata dengan sampelBerdasarkan hasil olah data uji perbandingan jamak, sampel 243 tidak berbeda nyata dengan sampel baku A, dan sampel 156 tidak berbeda nyata dengan sampel
RADEN FATAHRADEN FATAH Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan tertinggi yang dapat dicapai adalah 80% etanol. Kepadatan 0,7397 g/ml, viskositas 1,1432 cP, kadar air 0,793%,Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan tertinggi yang dapat dicapai adalah 80% etanol. Kepadatan 0,7397 g/ml, viskositas 1,1432 cP, kadar air 0,793%,