UMSIDAUMSIDA

Journal of Tropical Food and Agroindustrial TechnologyJournal of Tropical Food and Agroindustrial Technology

Peningkatan produksi sotong di Indonesia mendorong kebutuhan akan jaminan mutu dan keamanan produk olahan, khususnya dalam bentuk fillet beku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) dalam proses pengolahan fillet sotong (Sepia sp.) di PT XYZ. Penelitian ini dilaksanakan selama 90 hari dengan metode deskriptif melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak terkait, serta dokumentasi dari kegiatan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan prinsip GMP dan SSOP secara konsisten mulai dari tahap penerimaan bahan baku hingga distribusi produk akhir. Prosedur sanitasi dilakukan dengan ketat, termasuk penggunaan bahan kimia sesuai standar, pengendalian hama, serta pelatihan rutin bagi karyawan. Selain itu, perusahaan menggunakan teknologi pembekuan modern seperti Contact Plate Freezer (CPF) untuk mempertahankan mutu dan memperpanjang masa simpan produk. Penerapan GMP dan SSOP terbukti efektif dalam menjaga kebersihan, kualitas, dan keamanan produk fillet sotong yang diproses. Hal ini menunjukkan adanya jaminan keamanan pangan pada produk fillet sotong yang dihasilkan.

PT XYZ telah sukses mengimplementasikan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) secara menyeluruh pada pengolahan fillet sotong, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pengemasan.Implementasi ini efektif menjamin keamanan dan kualitas produk sesuai standar internasional, didukung oleh fasilitas bersih, pengendalian hama, perlindungan kontaminasi, pelatihan karyawan, serta penggunaan teknologi pembekuan modern seperti IQF dan CPF.Secara fundamental, GMP mengawasi ketat seluruh proses produksi dan distribusi, sementara SSOP berfokus pada sanitasi fasilitas, peralatan, dan personel, termasuk pemantauan suhu dan pengelolaan limbah, untuk menghasilkan produk sotong fillet yang terjamin mutunya.

Penelitian selanjutnya dapat memperdalam analisis terhadap efektivitas berbagai parameter dalam penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) pada pengolahan fillet sotong. Mengingat variasi metode yang ditemukan dalam literatur, misalnya perbedaan konsentrasi klorin untuk pencucian atau komposisi larutan perendaman, studi komparatif bisa dilakukan untuk mengidentifikasi kombinasi parameter terbaik yang tidak hanya menjamin keamanan pangan tetapi juga mengoptimalkan mutu sensori dan masa simpan produk secara lebih efisien. Selain itu, penting untuk meneliti secara kuantitatif dampak spesifik dari teknologi modern yang diterapkan, seperti penggunaan Contact Plate Freezer (CPF) dan air ozon, terhadap karakteristik mikrobiologis, fisikokimia, dan organoleptik fillet sotong dibandingkan dengan metode konvensional. Pendekatan ini akan memberikan pemahaman yang lebih rinci mengenai kontribusi masing-masing inovasi teknologi dalam mempertahankan kualitas produk. Terakhir, untuk memperluas manfaat temuan ini, penelitian di masa depan dapat mengevaluasi kelayakan ekonomi implementasi standar GMP dan SSOP yang ketat ini, khususnya bagi pelaku usaha perikanan skala kecil dan menengah. Dengan demikian, dapat dirumuskan panduan praktis yang mempertimbangkan aspek biaya dan manfaat, serta bagaimana praktik terbaik ini dapat diadaptasi untuk jenis produk perikanan lainnya, sehingga tidak terbatas hanya pada sotong fillet. Hal ini akan mendukung industri perikanan secara keseluruhan dalam mencapai standar mutu dan keamanan yang lebih tinggi.

  1. Nutritional composition and FT-IR functional group analysis of pharaoh cuttlefish (Sepia pharaonis) from... notulaebiologicae.ro/index.php/nsb/article/view/10904Nutritional composition and FT IR functional group analysis of pharaoh cuttlefish Sepia pharaonis from notulaebiologicae ro index php nsb article view 10904
Read online
File size316.06 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test