UNDIKSHAUNDIKSHA
Ganesha Civic Education JournalGanesha Civic Education JournalPembelajaran Pendidikan Pancasila masih cenderung berorientasi pada penyampaian materi secara teoritis sehingga internalisasi nilai karakter siswa belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut menuntut penerapan model pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan mampu menghadirkan pengalaman belajar bermakna bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mengimplementasi model pembelajaran role playing dalam meningkatkan nilai karakter siswa kelas X. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain deskriptif interpretatif. Subjek penelitian terdiri atas 1 kepala sekolah, 1 wakil kepala sekolah bidang kurikulum, 1 guru Pendidikan Pancasila, dan 36 siswa kelas X. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model role playing terlaksana dengan baik dan mampu meningkatkan nilai karakter siswa, khususnya tanggung jawab, kerja sama, percaya diri, keberanian berpendapat, dan kemampuan berpikir kritis, sesuai dengan tujuan penelitian. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa model pembelajaran role playing efektif dan relevan sebagai strategi pembelajaran Pendidikan Pancasila berbasis penguatan karakter. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa role playing dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang mendukung Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran yang aktif, reflektif, dan kontekstual.
Implementasi model pembelajaran role playing pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas X SMA Negeri 1 Tabanan terlaksana dengan baik dan berdampak positif terhadap penguatan nilai karakter siswa.Model ini efektif mengembangkan karakter percaya diri, tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, disiplin, toleransi, empati, serta kemampuan berpikir kritis melalui pengalaman belajar langsung yang kontekstual dan bermakna.Siswa tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara konseptual, tetapi juga mampu menginternalisasikannya melalui interaksi sosial, refleksi, dan simulasi peran yang relevan dengan kehidupan sehari‑hari.
Dalam penelitian lanjutan, terapkan pendekatan kuantitatif untuk mengukur perubahan nilai karakter secara numerik dan bandingkan hasilnya dengan metode pembelajaran lain seperti diskusi kooperatif. Selanjutnya, lakukan studi longitudinal di beberapa sekolah dengan latar belakang sosial ekonomi berbeda untuk menilai keberlanjutan efek role playing terhadap karakter siswa. Terakhir, kembangkan modul pembelajaran role playing yang terintegrasi dengan teknologi digital (misalnya simulasi virtual) dan evaluasi dampaknya pada motivasi belajar serta partisipasi siswa secara spesifik, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai komponen standar Kurikulum Merdeka.
- Penerapan Teknik Role Playing Terhadap Perilaku Asertif dan Empati Siswa SMA Negeri 12 Makassar | JBKPI:... doi.org/10.26618/jbkpi.v2i02.11471Penerapan Teknik Role Playing Terhadap Perilaku Asertif dan Empati Siswa SMA Negeri 12 Makassar JBKPI doi 10 26618 jbkpi v2i02 11471
- Application of the Role Playing Learning Model in Improving Verbal Communication Skills of Early Childhood... doi.org/10.55927/ajae.v2i3.4901Application of the Role Playing Learning Model in Improving Verbal Communication Skills of Early Childhood doi 10 55927 ajae v2i3 4901
- Implementasi Program Adiwiyata Berbasis Partisipatif Dalam Menumbuhkan Nilai-Nilai Karakter di Sekolah... doi.org/10.17977/um009v39i12021p057Implementasi Program Adiwiyata Berbasis Partisipatif Dalam Menumbuhkan Nilai Nilai Karakter di Sekolah doi 10 17977 um009v39i12021p057
- Civics Caring Apps: Media Pembelajaran M-Learning Berbasis Android untuk Pembentukan Karakter Siswa Sekolah... doi.org/10.36418/japendi.v2i8.266Civics Caring Apps Media Pembelajaran M Learning Berbasis Android untuk Pembentukan Karakter Siswa Sekolah doi 10 36418 japendi v2i8 266
| File size | 361.3 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Hasil penelitian menunjukkan 63,3% mayoritas responden menyatakan bahwa Sistem zonasi telah sesuai dengan prinsip keadilan sebagaimana diatur dalam UUDHasil penelitian menunjukkan 63,3% mayoritas responden menyatakan bahwa Sistem zonasi telah sesuai dengan prinsip keadilan sebagaimana diatur dalam UUD
ALMEERAEDUCATIONALMEERAEDUCATION Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pre-test-post-test dilakukan pada 12 siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: rata-rataPenelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pre-test-post-test dilakukan pada 12 siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: rata-rata
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Namun demikian sangat mempengaruhi pembelajaran di kelas. Hasil belajar pendidikan agama Islam pada siswa kelas IX SMP Negeri 4 Malangke. Hasil belajarNamun demikian sangat mempengaruhi pembelajaran di kelas. Hasil belajar pendidikan agama Islam pada siswa kelas IX SMP Negeri 4 Malangke. Hasil belajar
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Ketiga aspek ini saling mendukung dan membentuk landasan penting bagi keberhasilan kepemimpinan mikro dalam membangun tim yang solid, adaptif, dan produktif.Ketiga aspek ini saling mendukung dan membentuk landasan penting bagi keberhasilan kepemimpinan mikro dalam membangun tim yang solid, adaptif, dan produktif.
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Mereka juga mengadakan kegiatan sosial seperti kepemudaan, lomba, maulid, rapat, dan gotong royong. Namun, BKM menghadapi masalah seperti kurangnya dana,Mereka juga mengadakan kegiatan sosial seperti kepemudaan, lomba, maulid, rapat, dan gotong royong. Namun, BKM menghadapi masalah seperti kurangnya dana,
JIPEDJIPED Uji hipotesis dianalisis menggunakan korelasi product moment menjelaskan bahwa korelasi perilaku bullying terhadap interaksi sosial siswa sebesar 0. 533Uji hipotesis dianalisis menggunakan korelasi product moment menjelaskan bahwa korelasi perilaku bullying terhadap interaksi sosial siswa sebesar 0. 533
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan tiga kali pertemuan, dengan hasil bahwa teknik permainan kosa kata dapat meningkatkan kemampuan siswaPenelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan tiga kali pertemuan, dengan hasil bahwa teknik permainan kosa kata dapat meningkatkan kemampuan siswa
UCYUCY Hasil penelitian menunjukkan pada siklus pertama dengan metode ceramah dari hasil evaluasi belajar diperoleh 60% siswa yang dinyatakan sukses dengan nilaiHasil penelitian menunjukkan pada siklus pertama dengan metode ceramah dari hasil evaluasi belajar diperoleh 60% siswa yang dinyatakan sukses dengan nilai
Useful /
IPM2KPEIPM2KPE Metodologi kualitatif deskriptif digunakan untuk mengklasifikasikan dan menganalisis data berdasarkan langkah identifikasi, klasifikasi, pengurangan, deskripsi,Metodologi kualitatif deskriptif digunakan untuk mengklasifikasikan dan menganalisis data berdasarkan langkah identifikasi, klasifikasi, pengurangan, deskripsi,
UNDIKSHAUNDIKSHA Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Pancasila dan siswa kelasPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Pancasila dan siswa kelas
UMGUMG Intergasi ini memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi antar-aktor, dinamika permintaan – survivor, distribusi logistic, serta potensiIntergasi ini memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi antar-aktor, dinamika permintaan – survivor, distribusi logistic, serta potensi
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Video berita efektif meningkatkan menulis, namun motivasi tak berpengaruh terhadap interaksi. Penggunaan video berita signifikan meningkatkan pencapaianVideo berita efektif meningkatkan menulis, namun motivasi tak berpengaruh terhadap interaksi. Penggunaan video berita signifikan meningkatkan pencapaian