STAISAMSTAISAM

IMTIYAZ: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran IslamIMTIYAZ: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam

Era digital telah merevolusi cara manusia berkomunikasi dan mengakses informasi. Komunikasi digital menjadi sarana utama dalam penyebaran informasi yang sangat cepat dan masif. Namun, arus informasi yang begitu deras juga menghadirkan tantangan baru, khususnya dalam hal literasi media. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi digital berperan dalam meningkatkan literasi media masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi digital mampu meningkatkan literasi media melalui tiga pendekatan utama: edukasi digital, kampanye kesadaran media, dan partisipasi aktif dalam ruang publik digital. Oleh karena itu, peningkatan literasi media harus menjadi agenda bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, media, dan masyarakat sipil.

Komunikasi digital memiliki peran yang sangat signifikan dalam meningkatkan literasi media masyarakat.Melalui penyebaran konten edukatif, kampanye literasi, dan pemberdayaan partisipasi publik, komunikasi digital mampu membentuk masyarakat yang lebih kritis, selektif, dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi serta mendistribusikan informasi.Untuk memperkuat peran ini, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, media massa, dan komunitas digital.

Pertama, perlu dikaji efektivitas penggunaan platform TikTok dalam meningkatkan literasi media di kalangan pelajar SMP dan SMA melalui pendekatan konten edukatif berbasis mikro-learning, mengingat dominasi anak muda di platform tersebut. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana model kolaborasi antara influencer media sosial lokal dengan komunitas desa terpencil dapat memperluas jangkauan literasi digital di wilayah 3T yang masih mengalami keterbatasan akses dan infrastruktur. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang pemanfaatan sistem pelaporan konten hoaks berbasis komunitas digital yang terintegrasi dengan platform resmi untuk menciptakan mekanisme verifikasi informasi yang partisipatif dan cepat. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi upaya nasional dalam literasi digital dengan pendekatan yang lebih inklusif, kontekstual, dan partisipatif. Kombinasi antara platform ramah anak muda, jejaring sosial lokal, dan sistem pelaporan kolektif dapat menciptakan ekosistem literasi media yang lebih tangguh. Fokus pada wilayah terpinggirkan juga menjawab kesenjangan digital yang masih menjadi hambatan utama. Dengan melibatkan aktor-aktor lokal, strategi literasi bisa lebih relevan secara budaya dan sosial. Penelitian lanjutan sebaiknya tidak hanya mengukur perubahan perilaku, tetapi juga dampak jangka panjang terhadap kualitas diskursus publik di ruang digital. Upaya ini membutuhkan pendekatan interdisipliner yang melibatkan pakar komunikasi, pendidikan, dan teknologi informasi. Kolaborasi antarlembaga akan memperkuat validitas dan skalabilitas temuan penelitian. Hasilnya dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih responsif dan berkelanjutan.

Read online
File size1.01 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test