AMSIRAMSIR

Jurnal Litigasi AmsirJurnal Litigasi Amsir

Studi ini menganalisis implikasi tumpang tindih wewenang antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam mengatur program pengiriman gratis di sektor e-commerce di Indonesia. Melalui pendekatan yuridis normatif dan analisis teori-teori atribusi, delegasi, dan ultra vires, studi ini menemukan bahwa dualisme regulasi antara kedua kementerian telah menciptakan ketidakpastian hukum, distorsi pasar, dan hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi digital. Data empiris menunjukkan peningkatan keluhan dari pelaku usaha dan konsumen akibat kebijakan yang tidak terkoordinasi. Studi ini merekomendasikan harmonisasi regulasi dan pembentukan kerangka hukum digital nasional yang transparan dan terintegrasi untuk mendukung kepastian hukum dan perlindungan konsumen di era ekonomi digital.

Tumpang tindih wewenang antara Komdigi dan Kemendag dalam mengatur pengiriman gratis di sektor e-commerce telah menyebabkan ketidakpastian hukum, dualisme regulasi, dan potensi distorsi pasar yang merugikan pelaku usaha dan konsumen.Perbatasan wewenang yang tidak jelas ini memerlukan harmonisasi regulasi dan pembentukan kerangka hukum digital komprehensif untuk menciptakan kepastian hukum, perlindungan konsumen, dan iklim bisnis yang sehat dan kompetitif di era ekonomi digital Indonesia.

Untuk mengatasi tumpang tindih wewenang dan menciptakan kerangka regulasi yang lebih koheren, Indonesia dapat mempertimbangkan pembentukan hukum ekonomi digital yang jelas mendefinisikan mandat masing-masing kementerian. Selain itu, mengadopsi model co-regulation yang melibatkan stakeholder industri dapat membantu menjembatani perbedaan dan memastikan praktik terbaik global diterapkan di ekonomi digital Indonesia. Akhirnya, mengintegrasikan kerangka penilaian dampak regulasi (RIA) ke dalam proses legislasi akan memastikan kebijakan selaras dengan tujuan ekonomi yang lebih luas, mencegah dampak negatif terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Read online
File size199.87 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test