UNPADUNPAD
Focus : Jurnal Pekerjaan SosialFocus : Jurnal Pekerjaan SosialIntervensi krisis sangat penting bagi narapidana remaja dengan gangguan mental di lembaga pemasyarakatan karena mereka menghadapi kerentanan mental yang tinggi akibat kehilangan kebebasan dan kondisi penjara yang keras. Penelitian menunjukkan narapidana remaja lebih rentan terhadap stres, depresi, dan ideasi bunuh diri dibandingkan narapidana dewasa. Kajian ini menggunakan metode studi literatur, dengan mengumpulkan data sekunder dari penelitian terdahulu tentang intervensi krisis dan gangguan mental pada narapidana remaja. Intervensi krisis membantu narapidana mengelola kondisi mental melalui langkah-langkah seperti mendefinisikan masalah, memastikan keselamatan, memberikan dukungan, mengeksplorasi alternatif, merencanakan tindakan, dan memastikan komitmen. Psychological First Aid (PFA) juga penting untuk mengurangi gejala stres dan membantu pemulihan. Program seperti Crisis Intervention Team (CIT) terbukti efektif dalam mengurangi stigma, meningkatkan pemanfaatan sumber daya, dan meningkatkan efikasi diri petugas dalam menangani gangguan mental. Implementasi intervensi krisis ini krusial untuk memastikan narapidana remaja dapat menjalani rehabilitasi dengan kondisi mental yang lebih baik, mengurangi risiko bunuh diri, memperbaiki gejala kesehatan mental, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Intervensi krisis merupakan pendekatan jangka pendek yang sangat penting dalam mengurangi potensi kerusakan permanen pada narapidana remaja yang mengalami gangguan mental selama mereka menjalani proses pidana di lembaga pemasyarakatan.Remaja dalam tahanan menghadapi kerentanan mental karena mereka kehilangan kebebasan, mengalami perubahan dalam proses perkembangan, dan menghadapi kondisi keras di penjara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa narapidana remaja lebih rentan mengalami stress dan depresi dibandingkan dengan narapidana dewasa, begitupun dengan prevalensi yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan mental seperti depresi berat dan ideasi bunuh diri.Pentingnya intervensi krisis di dalam lembaga pemasyarakatan terletak pada membantu kemampuan narapidana remaja dalam mengelola kondisi mental mereka agar lebih baik.Intervensi ini mencakup langkah-langkah kritis seperti mendefinisikan masalah, memastikan dukungan, keselamatan, memberikan dukungan, mengeksplorasi alternatif, merencanakan tindakan, dan memastikan komitmen.Langkah-langkah ini membantu narapidana merasa aman, didukung, dan memiliki rencana konkret untuk mengatasi masalah mereka.Psychological First Aid (PFA) merupakan pendekatan penting dalam menangani narapidana yang mengalami stress dan trauma, dengan tujuan mengurangi gejala dan membantu proses pemulihan.Program intervensi krisis seperti Crisis Intervention Team (CIT) terbukti menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam menangani gangguan mental di lembaga pemasyarakatan.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan teknologi digital sebagai alat bantu intervensi krisis untuk narapidana remaja, seperti aplikasi pemantauan kesehatan mental secara real-time. Selain itu, perlu dikembangkan program pelatihan khusus bagi petugas lembaga pemasyarakatan tentang manajemen stres dan pengenalan dini tanda-tanda gangguan mental pada narapidana. Penelitian juga bisa fokus pada efektivitas kombinasi antara Psychological First Aid (PFA) dan terapi kognitif perilaku dalam mengurangi risiko bunuh diri di kalangan narapidana remaja.
| File size | 259.22 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNRIKAUNRIKA Terhadap kanak‑kanak yang lahir dari pernikahan tersebut berhak dalam perihal status, harta barang, hak waris, serta sebagainya, sehingga proteksi hukumTerhadap kanak‑kanak yang lahir dari pernikahan tersebut berhak dalam perihal status, harta barang, hak waris, serta sebagainya, sehingga proteksi hukum
DAARULHUDADAARULHUDA Berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan di Indonesia, penelitian ini berupaya untuk memastikan dan mengkaji perlindungan hukum bagi anak diBerdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan di Indonesia, penelitian ini berupaya untuk memastikan dan mengkaji perlindungan hukum bagi anak di
UNTAGUNTAG Anak hanya dijadikan objek manipulasi, dekorasi (hiasan), dan simbol dalam suatu proses pengambilan keputusan. Masalah ini menjadi penting untuk ditelitiAnak hanya dijadikan objek manipulasi, dekorasi (hiasan), dan simbol dalam suatu proses pengambilan keputusan. Masalah ini menjadi penting untuk diteliti
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus; data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara semi‑terstruktur dengan informanPenelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus; data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara semi‑terstruktur dengan informan
DAARULHUDADAARULHUDA Makalah ini bertujuan untuk membedah fenomena tersebut menggunakan metode penelitian normatif-sosiologis dengan pendekatan humanisme hukum. Analisis kritisMakalah ini bertujuan untuk membedah fenomena tersebut menggunakan metode penelitian normatif-sosiologis dengan pendekatan humanisme hukum. Analisis kritis
DINASTIREVDINASTIREV Wawancara singkat dengan perwakilan platform Vidio dilakukan untuk memperkaya data penelitian. Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan bahwa pemegang hak ciptaWawancara singkat dengan perwakilan platform Vidio dilakukan untuk memperkaya data penelitian. Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan bahwa pemegang hak cipta
IAIN LANGSAIAIN LANGSA From the viewpoint of protecting intellect (ḥifẓ al-ʿaql), GAMAK contributes by ensuring that children receive proper education prior to marriage.From the viewpoint of protecting intellect (ḥifẓ al-ʿaql), GAMAK contributes by ensuring that children receive proper education prior to marriage.
UNIRAYAUNIRAYA Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang‑undangan, kasus, dan analisis, serta pengumpulan data sekunder melaluiMetode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang‑undangan, kasus, dan analisis, serta pengumpulan data sekunder melalui
Useful /
IJBS UDAYANAIJBS UDAYANA Latar belakang: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Morbus Hansen (MH) atau kusta adalah salah satu dari tujuh belas penyakit tropis terabaikanLatar belakang: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Morbus Hansen (MH) atau kusta adalah salah satu dari tujuh belas penyakit tropis terabaikan
DINASTIREVDINASTIREV Keempat, dari aspek struktur birokrasi: keterlambatan pencairan dana yang sering kali terjadi setelah siswa lulus, prosedur birokrasi yang panjang danKeempat, dari aspek struktur birokrasi: keterlambatan pencairan dana yang sering kali terjadi setelah siswa lulus, prosedur birokrasi yang panjang dan
UNPADUNPAD Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan hak-hak anak akan mengakibatkan seorang anak menjadi terlantar dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka secaraKegagalan dalam memenuhi kebutuhan hak-hak anak akan mengakibatkan seorang anak menjadi terlantar dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka secara
UNPADUNPAD Penentuan proses asesmen merupakan tahap menemukenali permasalahan dan perencanaan intervensi merupakan kegiatan yang terencana berdasarkan hasil penilaianPenentuan proses asesmen merupakan tahap menemukenali permasalahan dan perencanaan intervensi merupakan kegiatan yang terencana berdasarkan hasil penilaian