ASIAASIA

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas intervensi psikososial melalui olahraga dan berkebun untuk individu dengan gangguan mental di UPTD Liposos Jember, dengan mempertimbangkan prevalensi tinggi masalah kesehatan mental di daerah tersebut dan kebutuhan akan rehabilitasi berkelanjutan yang tidak bergantung pada obat-obatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dari April hingga Juni 2025, melibatkan latihan ritmis dan berkebun dalam polybag. Pengamatan harian dan dokumentasi menilai perubahan perilaku, keterlibatan, dan interaksi sosial di antara 35 peserta. Temuan penelitian mendukung integrasi aktivitas ini ke dalam Rencana Perawatan Individu dan kurikulum rehabilitasi, meningkatkan motivasi pasien, keterampilan sosial, dan kesejahteraan emosional. Program ini juga berfungsi sebagai pelatihan bagi pengasuh dan sebagai model untuk layanan kesehatan mental berbasis masyarakat. Kesimpulannya, olahraga dan berkebun meningkatkan secara signifikan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial peserta, dengan keterlibatan fasilitator menjadi kunci keberhasilannya. Integrasi ke dalam perawatan rutin direkomendasikan untuk dampak jangka panjang.

Pelaksanaan rutin aktivitas olahraga dan berkebun di UPTD Liposos Jember terbukti efektif sebagai strategi intervensi psikososial untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan sosial individu dengan gangguan mental.Aktivitas ini tidak hanya memberikan manfaat terapeutik, tetapi juga berfungsi sebagai media untuk reintegrasi sosial, ekspresi emosional, dan pengembangan keterampilan.Struktur intervensi yang terorganisir, dikombinasikan dengan lingkungan yang mendukung yang diciptakan oleh pengasuh dan fasilitator, berkontribusi signifikan terhadap kesuksesan program.Hasil positif terlihat dalam peningkatan partisipasi, motivasi, keterampilan motorik dan kognitif, serta kualitas interaksi sosial, yang didukung oleh keterlibatan aktif fasilitator.Kehadiran perawat kesehatan mental, staf kesehatan, dan relawan memastikan peserta menerima bimbingan yang tepat, dukungan emosional, dan keselamatan selama aktivitas.Kolaborasi multidisiplin ini memainkan peran penting dalam menumbuhkan rasa milik dan kepercayaan di antara peserta, yang esensial untuk pemulihan dan reintegrasi mereka ke dalam masyarakat.Aktivitas ini memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam Rencana Perawatan Individu, didukung oleh pelatihan bagi penyedia layanan kesehatan dan kolaborasi multidisiplin untuk mengukur dan mengevaluasi dampak jangka panjang dan berkelanjutannya.Dengan mengintegrasikan intervensi ini ke dalam perawatan rutin, fasilitas kesehatan mental dapat menawarkan program rehabilitasi yang lebih holistik dan berpusat pada individu.Selain itu, termasuk terapi non-farmakologis seperti olahraga dan berkebun dapat melengkapi pengobatan medis, mengurangi ketergantungan pada obat-obatan, dan mempromosikan manajemen diri di antara individu dengan gangguan mental.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari intervensi psikososial melalui olahraga dan berkebun pada individu dengan gangguan mental. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana aktivitas ini dapat mempengaruhi kualitas hidup peserta dalam jangka panjang, termasuk aspek fisik, mental, dan sosial. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menilai efektivitas intervensi ini dalam konteks komunitas yang berbeda, seperti di pedesaan atau daerah dengan sumber daya terbatas. Dengan demikian, dapat dikembangkan strategi intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan spesifik di berbagai wilayah. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak intervensi psikososial pada berbagai kelompok usia, seperti anak-anak, remaja, dan lansia dengan gangguan mental. Dengan memahami bagaimana aktivitas ini dapat mempengaruhi perkembangan dan pemulihan pada berbagai tahap kehidupan, dapat dikembangkan pendekatan intervensi yang lebih terarah dan efektif.

  1. Horticulture Activities and Mental Wellness in Young Adults During the COVID-19 Pandemic: A Descriptive... doi.org/10.36472/msd.v10i5.939Horticulture Activities and Mental Wellness in Young Adults During the COVID 19 Pandemic A Descriptive doi 10 36472 msd v10i5 939
  2. Memahami Beban, Kondisi Psikososial dan Koping Keluarga (Caregivers) Dalam Merawat Penderita Gangguan... doi.org/10.36990/hijp.v13i2.412Memahami Beban Kondisi Psikososial dan Koping Keluarga Caregivers Dalam Merawat Penderita Gangguan doi 10 36990 hijp v13i2 412
  3. Effectiveness of horticultural therapy on physical functioning and psychological health outcomes for... doi.org/10.1111/jocn.16095Effectiveness of horticultural therapy on physical functioning and psychological health outcomes for doi 10 1111 jocn 16095
Read online
File size557.53 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test