PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING

Peradaban Journal of Religion and SocietyPeradaban Journal of Religion and Society

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mendorong masyarakat Kota Malang dalam memilih pemimpin berdasarkan agama. Penelitian ini menggabungkan studi pustaka dan wawancara mendalam untuk menggali perspektif masyarakat mengenai peran agama dalam pemilihan pemimpin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Kota Malang cenderung memilih pemimpin yang seagama. Meskipun demikian, terdapat kecenderungan yang berkembang, terutama di kalangan generasi muda, untuk lebih mempertimbangkan kompetensi dan integritas dibanding sekadar latar belakang agama. Sedangkan sebagian masyarakat, terutama dari kelompok yang lebih tua dan konservatif, tetap berpegang pada keyakinan bahwa pemimpin seagama lebih dapat dipercaya dalam menjalankan kebijakan yang sesuai dengan nilai-nilai agama mereka. Kajian ini juga menunjukkan bahwa agama memainkan peran signifikan dalam preferensi politik masyarakat Kota Malang, di mana mayoritas pemilih cenderung memilih calon pemimpin yang memiliki latar belakang agama yang sama. Keputusan ini didorong oleh keyakinan bahwa pemimpin seagama lebih memahami kebutuhan spiritual dan lebih mampu mewakili kepentingan komunitas mereka. Namun, kecenderungan ini juga menimbulkan tantangan terkait inklusi, keadilan, dan kohesi sosial. Karena kecenderungan memilih pemimpin berdasarkan agama erat kaitannya dengan politik identitas, di mana agama menjadi faktor utama dalam mobilisasi politik. Politik identitas ini berpotensi memperkuat polarisasi dan fragmentasi sosial, serta menghambat integrasi sosial. Selain itu, pemilihan pemimpin yang eksklusif berdasarkan agama dapat mengabaikan faktor-faktor penting seperti kompetensi dan integritas.

Penelitian ini mengungkap bahwa agama memainkan peran signifikan dalam preferensi politik masyarakat Kota Malang, di mana banyak pemilih cenderung memilih calon pemimpin yang memiliki kesamaan latar belakang agama.Keputusan ini didasarkan pada keyakinan bahwa pemimpin seagama lebih memahami kebutuhan spiritual dan lebih mampu mewakili kepentingan komunitas mereka.Namun, fenomena ini juga menimbulkan tantangan serius, terutama terkait dengan inklusivitas, keadilan, dan kohesi sosial dalam sistem demokrasi.Kecenderungan memilih pemimpin berdasarkan agama berkaitan erat dengan politik identitas, di mana agama menjadi faktor utama dalam mobilisasi politik.Politik identitas semacam ini berpotensi memperkuat polarisasi sosial, menciptakan fragmentasi di masyarakat, dan menghambat integrasi sosial.Ketika pemimpin terpilih berasal dari kelompok mayoritas, ada risiko bahwa kebijakan yang dihasilkan lebih berpihak pada kelompok tersebut, sehingga memperlebar kesenjangan sosial dan merugikan kelompok minoritas.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor lain seperti pendidikan dan latar belakang sosio-ekonomi mempengaruhi preferensi pemilih di Kota Malang. Selain itu, ada baiknya untuk melakukan studi komparatif antara daerah dengan keberagaman agama yang berbeda dalam konteks pemilihan pemimpin, untuk memahami bagaimana dinamika identitas agama dapat berpengaruh di berbagai tempat. Selanjutnya, penelitian mengenai dampak interaksi antara agama dan politik terhadap kohesi sosial dan integrasi dalam masyarakat dapat memberikan wawasan yang mendalam untuk merancang kebijakan publik yang inklusif.

  1. Байков М.Д., Павлов Н.М. Религиозный фактор в электоральном... doi.org/10.7256/2454-0684.2022.4.39597c u i y u AU ECA sACAU doi 10 7256 2454 0684 2022 4 39597
  2. Wayback Machine. wayback machine pharosjot.com/uploads/7/1/6/3/7163688/article_28_vol_104_3__indonesia.pdfWayback Machine wayback machine pharosjot uploads 7 1 6 3 7163688 article 28 vol 104 3 indonesia pdf
  3. Identity Politics in the Practices of Current Indonesian Democracy: A Trigger of Declining? | Atlantis... doi.org/10.2991/978-2-38476-174-6_40Identity Politics in the Practices of Current Indonesian Democracy A Trigger of Declining Atlantis doi 10 2991 978 2 38476 174 6 40
  1. #politik identitas#politik identitas
  2. #substantif integrasi sosial#substantif integrasi sosial
Read online
File size494.35 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-1HO
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test