APPISIAPPISI
International Journal of Social Science and HumanityInternational Journal of Social Science and HumanityMasalah narkotika recidivis merupakan isu kompleks yang signifikan di Indonesia, khususnya di Lapas Kelas IIA Batam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yuridis yang mendorong recidivisme kejahatan narkotika serta mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan program rehabilitasi di Lapas tersebut. Metode yang digunakan meliputi penelitian yuridis normatif dan sosiologi empiris, di mana penelitian yuridis normatif menganalisis peraturan perundang‑undangan seperti Undang‑Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sedangkan sosiologi empiris mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi lapangan untuk memahami implementasi program rehabilitasi dan faktor sosial yang berkontribusi pada recidivisme. Hasil menunjukkan bahwa kelemahan sistem peradilan pidana, kurangnya dukungan pasca‑pembebasan, stigma sosial, dan lingkungan sosial yang tidak mendukung merupakan faktor utama yang mendorong recidivisme. Sistem peradilan yang lebih menekankan hukuman daripada rehabilitasi menyebabkan kurangnya program rehabilitasi yang efektif. Dukungan pasca‑pembebasan yang minim, seperti kesulitan mencari pekerjaan dan tempat tinggal, serta stigma sosial dan diskriminasi memperburuk kondisi mantan narapidana, menghalangi reintegrasi mereka ke masyarakat. Lingkungan sosial yang tidak stabil, terutama yang mudah diakses narkotika, juga menjadi pendorong utama recidivisme. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini memberikan beberapa saran, termasuk peningkatan jumlah dan kualitas tenaga profesional dalam bidang rehabilitasi, penyesuaian program pelatihan keterampilan agar relevan dengan kebutuhan pasar kerja, serta peningkatan kerja sama antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung reintegrasi mantan narapidana.
Faktor hukum seperti kelemahan sistem peradilan pidana yang lebih menekankan hukuman daripada rehabilitasi, kurangnya dukungan fasilitas rehabilitasi, serta stigma sosial dan diskriminasi terhadap mantan narapidana menjadi penyebab utama recidivisme narkotika di Lapas Kelas IIA Batam.Implementasi program rehabilitasi masih menghadapi tantangan signifikan, termasuk keterbatasan tenaga profesional, fasilitas yang tidak memadai, serta program pelatihan keterampilan yang kurang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga efektivitasnya dalam menurunkan tingkat recidivisme belum optimal.Lembaga penegak hukum memainkan peran penting, namun efektivitasnya terhambat oleh keterbatasan sumber daya manusia dan fisik, anggaran terbatas, serta koordinasi antar lembaga yang kurang optimal, sehingga diperlukan peningkatan sumber daya, pendanaan, dan reformasi kebijakan yang menekankan rehabilitasi.
Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi sejauh mana program pendampingan komunitas berbasis mentor dapat menurunkan tingkat recidivisme narkotika, dengan membandingkan kelompok narapidana yang menerima bimbingan sosial dengan yang tidak menerima, serta mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan mentor. Selanjutnya, studi empiris perlu mengkaji efektivitas integrasi pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja lokal, misalnya melalui kerja sama dengan industri daerah, untuk menilai dampak peningkatan keterampilan terhadap kemampuan mantan narapidana memperoleh pekerjaan yang layak dan mengurangi kemungkinan kembali berkriminal. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki potensi penggunaan platform konseling digital sebagai sarana dukungan pasca-pembebasan, dengan mengukur tingkat kepuasan, aksesibilitas, dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental serta reintegrasi sosial narapidana, serta mengidentifikasi tantangan teknologi yang harus diatasi. Hasil dari ketiga arah studi ini diharapkan dapat memberikan dasar empiris bagi pembuat kebijakan dalam merancang program rehabilitasi yang lebih holistik, berkelanjutan, dan berbasis bukti, sehingga dapat meningkatkan efektivitas upaya pencegahan recidivisme di Indonesia. Pendekatan multidisipliner yang menggabungkan perspektif hukum, sosiologi, dan psikologi juga perlu diujicobakan untuk memahami interaksi kompleks antara faktor struktural dan individu dalam proses reintegrasi.
| File size | 1.07 MB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNYUNY Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pengungkapan diri di dunia nyata dan di media sosial; (2) perbedaan interaksi teman sebaya diPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pengungkapan diri di dunia nyata dan di media sosial; (2) perbedaan interaksi teman sebaya di
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Manajemen berperan lebih pada manfaat sosial dan lingkungan dibandingkan produksi dan ekonomi. Oleh karena itu, disarankan memperkuat promosi teknologiManajemen berperan lebih pada manfaat sosial dan lingkungan dibandingkan produksi dan ekonomi. Oleh karena itu, disarankan memperkuat promosi teknologi
STAIHITKEDIRISTAIHITKEDIRI Faktor-faktor seperti perselingkuhan daring, kecemburuan digital, disrupsi komunikasi, dan pelanggaran privasi menjadi penyebab utama meningkatnya angkaFaktor-faktor seperti perselingkuhan daring, kecemburuan digital, disrupsi komunikasi, dan pelanggaran privasi menjadi penyebab utama meningkatnya angka
DINASTIREVDINASTIREV Faktor non-hukum seperti ekonomi dan budaya memiliki pengaruh dominan dalam mendorong poliandri. Hukum belum sepenuhnya mampu menjangkau dinamika masyarakat,Faktor non-hukum seperti ekonomi dan budaya memiliki pengaruh dominan dalam mendorong poliandri. Hukum belum sepenuhnya mampu menjangkau dinamika masyarakat,
DINASTIRESDINASTIRES Penelitian ini mengkaji dimensi hukum dan moral dari kunjungan pasangan suami istri dalam sistem peradilan pidana Indonesia dengan menelaah posisinya dalamPenelitian ini mengkaji dimensi hukum dan moral dari kunjungan pasangan suami istri dalam sistem peradilan pidana Indonesia dengan menelaah posisinya dalam
JURNALDIDAKTIKAJURNALDIDAKTIKA Penelitian ini bertujuan untuk menyusun framework pembelajaran adaptif berbasis sosial media sebagai pedoman dalam mengintegrasikan teknologi digital kePenelitian ini bertujuan untuk menyusun framework pembelajaran adaptif berbasis sosial media sebagai pedoman dalam mengintegrasikan teknologi digital ke
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Namun, kecenderungan ini juga menimbulkan tantangan terkait inklusi, keadilan, dan kohesi sosial. Karena kecenderungan memilih pemimpin berdasarkan agamaNamun, kecenderungan ini juga menimbulkan tantangan terkait inklusi, keadilan, dan kohesi sosial. Karena kecenderungan memilih pemimpin berdasarkan agama
PANCABHAKTIPANCABHAKTI Masalah ini diperparah dengan promosi terus-menerus mengenai susu formula. Pengetahuan ibu tentang pemberian ASI memiliki peran penting karena dapat meningkatkanMasalah ini diperparah dengan promosi terus-menerus mengenai susu formula. Pengetahuan ibu tentang pemberian ASI memiliki peran penting karena dapat meningkatkan
Useful /
UNYUNY 2) Tujuan bergaya hidup hedonisme yaitu untuk mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan diri sendiri, serta membuat hidup menjadi lebih baik. 3) Tujuan dari2) Tujuan bergaya hidup hedonisme yaitu untuk mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan diri sendiri, serta membuat hidup menjadi lebih baik. 3) Tujuan dari
UNYUNY Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa SMK Karya Rini YHI Kowani terbagi dalam tiga kategori peran gender, yaitu maskulin, feminin, dan androgini. TerdapatPenelitian ini menunjukkan bahwa siswa SMK Karya Rini YHI Kowani terbagi dalam tiga kategori peran gender, yaitu maskulin, feminin, dan androgini. Terdapat
YWNRYWNR Pengelolaan persediaan yang tidak tepat berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti penumpukan stok, penurunan nilai persediaan, serta distorsiPengelolaan persediaan yang tidak tepat berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti penumpukan stok, penurunan nilai persediaan, serta distorsi
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Dalam karyanya Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources (1983), Lings menggambarkan Nabi sebagai reformis karismatik yang memperjuangkan keadilanDalam karyanya Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources (1983), Lings menggambarkan Nabi sebagai reformis karismatik yang memperjuangkan keadilan