AMSIRAMSIR
Jurnal Litigasi AmsirJurnal Litigasi AmsirPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaturan perlindungan hukum bagi saksi dan korban dalam tindak pidana pembunuhan serta bentuk perlindungan hukum bagi saksi dan korban dalam tindak pidana pembunuhan. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Sumber data meliputi peraturan perundang-undangan primer dan sekunder. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Pengaturan perlindungan hukum bagi saksi dan korban dalam tindak pidana pembunuhan terdiri dari; 1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban; 2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP); 3) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana; 4) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Bentuk perlindungan hukum bagi saksi dan korban dalam tindak pidana pembunuhan adalah; menentukan ancaman pidana bagi pelaku tindak pidana, memberikan ganti rugi dan rehabilitasi, perlindungan fisik dan psikis dari ancaman, gangguan, teror, dan kekerasan dari pihak mana pun, memberikan rasa aman, bantuan medis dan rehabilitasi psikososial, ganti rugi dan restitusi. Aturan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Permohonan Perlindungan Saksi dan Korban Tindak Pidana yaitu, ditemukan dalam Pasal 3.
Perlindungan hukum bagi saksi dan korban dalam tindak pidana pembunuhan diatur oleh sejumlah peraturan perundang-undangan.Bentuk perlindungan mencakup perlindungan fisik, psikis, ganti rugi, rehabilitasi, dan restitusi.LPSK memiliki peran penting dalam memastikan hak-hak saksi dan korban terpenuhi.Namun, implementasi masih menghadapi tantangan dalam penerapan yang merata dan kesadaran masyarakat.
1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam melindungi saksi dan korban di berbagai daerah dengan kondisi sosial berbeda. 2. Studi komparatif tentang kerangka hukum perlindungan saksi dan korban di Indonesia dibandingkan dengan negara lain yang memiliki sistem peradilan pidana yang lebih matang. 3. Penelitian tentang dampak psikologis jangka panjang terhadap saksi dan korban pembunuhan serta upaya rehabilitasi yang paling efektif untuk mengembalikan kesejahteraan mereka secara holistik.
| File size | 195.74 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
6262 Penelitian difokuskan pada empat variabel utama: Keputusan Menggunakan Fintech (DUF) sebagai variabel dependen, dan tiga variabel independen—KemudahanPenelitian difokuskan pada empat variabel utama: Keputusan Menggunakan Fintech (DUF) sebagai variabel dependen, dan tiga variabel independen—Kemudahan
SIDUCATSIDUCAT Perbedaan ini membuka dialog antara epistemologi Barat sekuler dan epistemologi Islam religius. Dalam kerangka filsafat perbandingan, perpotongan dua gagasanPerbedaan ini membuka dialog antara epistemologi Barat sekuler dan epistemologi Islam religius. Dalam kerangka filsafat perbandingan, perpotongan dua gagasan
SASTRA UNESSASTRA UNES Flynn memadukan prosedur otentik dengan eksagerasi fiksi, meningkatkan ketegangan naratif sambil menekankan motif sebagai pusat kejahatan. Portrayal iniFlynn memadukan prosedur otentik dengan eksagerasi fiksi, meningkatkan ketegangan naratif sambil menekankan motif sebagai pusat kejahatan. Portrayal ini
UMBIMAUMBIMA Pembuktian perkara pidana secara SCI tidak terlepas dari bantuan Laboratorium Forensik untuk memeriksa barang bukti. Kendala yang dihadapi meliputi belumPembuktian perkara pidana secara SCI tidak terlepas dari bantuan Laboratorium Forensik untuk memeriksa barang bukti. Kendala yang dihadapi meliputi belum
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Konteks eksternal mencerminkan kondisi sosial Wheatley—seorang budak yang memohon kesetaraan rasial di Amerika Serikat. Citra religius menonjolkan pengaruhKonteks eksternal mencerminkan kondisi sosial Wheatley—seorang budak yang memohon kesetaraan rasial di Amerika Serikat. Citra religius menonjolkan pengaruh
IBRAHIMYIBRAHIMY Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur dan perlunya perlindungan hukum yang efektifLatar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur dan perlunya perlindungan hukum yang efektif
UNIRAYAUNIRAYA Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan penelitian hukum normatif yang mencakup metodologi perundang-undangan, kasus, dan analitis. PengumpulanPenelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan penelitian hukum normatif yang mencakup metodologi perundang-undangan, kasus, dan analitis. Pengumpulan
POLTEKKES KEMENKES BENGKULUPOLTEKKES KEMENKES BENGKULU Populasi adalah seluruh lansia yang menderita penyakit hipertensi yang berjumlah 143 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini 59 responden. Teknik pengambilanPopulasi adalah seluruh lansia yang menderita penyakit hipertensi yang berjumlah 143 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini 59 responden. Teknik pengambilan
Useful /
IAISKJ MALANGIAISKJ MALANG Fatherless menjadi suatu fenomena yang sangat sering ditemukan pada kalangan anak-anak remaja. Fenomena fatherless dapat disebabkan oleh perceraian danFatherless menjadi suatu fenomena yang sangat sering ditemukan pada kalangan anak-anak remaja. Fenomena fatherless dapat disebabkan oleh perceraian dan
UKDCUKDC Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang situs web kantin Universitas Katolik Darma Cendika dengan pendekatan User-Centered Design (UCD) untuk meningkatkanPenelitian ini bertujuan untuk merancang ulang situs web kantin Universitas Katolik Darma Cendika dengan pendekatan User-Centered Design (UCD) untuk meningkatkan
UKDCUKDC Metode Design Thinking diterapkan untuk memahami kebutuhan pengguna dan mengembangkan solusi yang efektif dan efisien. Tahapan-tahapan Design ThinkingMetode Design Thinking diterapkan untuk memahami kebutuhan pengguna dan mengembangkan solusi yang efektif dan efisien. Tahapan-tahapan Design Thinking
UKDCUKDC Metodologi Design Thinking meliputi analisis kebutuhan, pembuatan wireframe, pengembangan prototipe, dan uji coba dengan umpan balik pengguna. HasilnyaMetodologi Design Thinking meliputi analisis kebutuhan, pembuatan wireframe, pengembangan prototipe, dan uji coba dengan umpan balik pengguna. Hasilnya