POLTEKPELSULUTPOLTEKPELSULUT
Kalao’s Maritime JournalKalao’s Maritime JournalBahasa dan budaya saling terkait, saling memengaruhi, dan tidak dapat dipisahkan dalam proses pembelajaran. Sebagai bahasa internasional, Inggris berpotensi dikaitkan dengan budaya karena digunakan oleh orang dari berbagai negara dan latar belakang budaya untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Saat ini, bahasa Inggris digunakan dan diajarkan di mana-mana. Dalam konteks ini, pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran budaya menjadi hal penting yang harus diintegrasikan dalam pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan pentingnya pemahaman dan kesadaran antarbudaya dalam pengajaran bahasa Inggris. Artikel ini ditulis menggunakan desain penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dari observasi referensi dari beberapa sumber, yang kemudian dibahas secara naratif untuk mengungkap pentingnya pemahaman dan kesadaran antarbudaya dalam pengajaran bahasa Inggris.
Bahasa dan budaya saling terkait, saling memengaruhi, dan tidak dapat dipisahkan dalam proses pembelajaran.Sebagai bahasa internasional, Inggris berpotensi dikaitkan dengan budaya karena digunakan oleh orang dari berbagai negara dan latar belakang budaya untuk berkomunikasi dengan dunia luar.Saat ini, bahasa Inggris digunakan dan diajarkan di mana-mana.Dalam konteks ini, pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran budaya menjadi hal penting yang harus diintegrasikan dalam pembelajaran.Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan pentingnya pemahaman dan kesadaran antarbudaya dalam pengajaran bahasa Inggris.Artikel ini ditulis menggunakan desain penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dari observasi referensi dari beberapa sumber, yang kemudian dibahas secara naratif untuk mengungkap pentingnya pemahaman dan kesadaran antarbudaya dalam pengajaran bahasa Inggris.Hubungan antara budaya dan bahasa sangat penting karena keduanya saling terkait dan saling memengaruhi.Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana pengintegrasian pengalaman budaya lokal siswa dalam bahan ajar bahasa Inggris memengaruhi motivasi dan keberhasilan belajar bahasa, terutama di daerah dengan keragaman budaya tinggi seperti Sulawesi Utara.Selain itu, perlu diteliti bagaimana guru bahasa Inggris mengembangkan kesadaran budaya mereka sendiri melalui pelatihan berkelanjutan, dan apakah hal ini secara langsung meningkatkan kualitas interaksi kelas dengan siswa dari latar belakang budaya berbeda.Terakhir, studi lebih dalam bisa dilakukan untuk memahami bagaimana siswa memaknai dan menyesuaikan elemen budaya asing yang diajarkan tanpa mengorbankan identitas budaya mereka, sehingga pengajaran bahasa Inggris tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga ruang dialog budaya yang seimbang dan saling menghormati.Kesadaran budaya mendorong penghargaan terhadap budaya lain sebagaimana kita menghargai budaya sendiri.Bahasa dan budaya saling terkait, saling memengaruhi, dan tidak dapat dipisahkan dalam proses pembelajaran.Sebagai bahasa internasional, Inggris berpotensi dikaitkan dengan budaya karena digunakan oleh orang dari berbagai negara dan latar belakang budaya untuk berkomunikasi dengan dunia luar.Saat ini, bahasa Inggris digunakan dan diajarkan di mana-mana.Dalam konteks ini, pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran budaya menjadi hal penting yang harus diintegrasikan dalam pembelajaran.Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan pentingnya pemahaman dan kesadaran antarbudaya dalam pengajaran bahasa Inggris.Artikel ini ditulis menggunakan desain penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dari observasi referensi dari beberapa sumber, yang kemudian dibahas secara naratif untuk mengungkap pentingnya pemahaman dan kesadaran antarbudaya dalam pengajaran bahasa Inggris.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana pengintegrasian pengalaman budaya lokal siswa dalam bahan ajar bahasa Inggris memengaruhi motivasi dan keberhasilan belajar bahasa, terutama di daerah dengan keragaman budaya tinggi seperti Sulawesi Utara. Selain itu, perlu diteliti bagaimana guru bahasa Inggris mengembangkan kesadaran budaya mereka sendiri melalui pelatihan berkelanjutan, dan apakah hal ini secara langsung meningkatkan kualitas interaksi kelas dengan siswa dari latar belakang budaya berbeda. Terakhir, studi lebih dalam bisa dilakukan untuk memahami bagaimana siswa memaknai dan menyesuaikan elemen budaya asing yang diajarkan tanpa mengorbankan identitas budaya mereka, sehingga pengajaran bahasa Inggris tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga ruang dialog budaya yang seimbang dan saling menghormati.
| File size | 751.03 KB |
| Pages | 7 |
| Short Link | https://juris.id/p-1fK |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UNMUNM Sebuah model motivasional‑kognitif‑reflektif dikembangkan dan diimplementasikan melalui pendekatan metode campuran, dengan data dikumpulkan melaluiSebuah model motivasional‑kognitif‑reflektif dikembangkan dan diimplementasikan melalui pendekatan metode campuran, dengan data dikumpulkan melalui
UNYUNY Hasil menunjukkan bahwa guru memanfaatkan Bahasa Melayu (BM) untuk fungsi tertentu dan bahwa kepercayaan mereka terhadap L1 sebenarnya sesuai dengan penggunaanHasil menunjukkan bahwa guru memanfaatkan Bahasa Melayu (BM) untuk fungsi tertentu dan bahwa kepercayaan mereka terhadap L1 sebenarnya sesuai dengan penggunaan
UNYUNY Rata-rata yang dikumpulkan melalui survei dianalisis menggunakan metode statistik inferensial. Mahasiswa di kelompok eksperimen menggunakan rencana pelajaranRata-rata yang dikumpulkan melalui survei dianalisis menggunakan metode statistik inferensial. Mahasiswa di kelompok eksperimen menggunakan rencana pelajaran
UNYUNY Guru rendah perlu menghubungkan dan meningkatkan MCK serta MPCK-nya terkait konten rasio dan proporsi, menekankan pentingnya integrasi seimbang antaraGuru rendah perlu menghubungkan dan meningkatkan MCK serta MPCK-nya terkait konten rasio dan proporsi, menekankan pentingnya integrasi seimbang antara
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan dalam pengajaran bahasa Inggris terbagi menjadi empat aspek: tantangan dari guru (keterbatasan materi ajar,Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan dalam pengajaran bahasa Inggris terbagi menjadi empat aspek: tantangan dari guru (keterbatasan materi ajar,
UNMUNM Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan 1) hubungan teoretis antara Content-Based Instruction dan bahan autentik yang dapat digunakan oleh guru bahasaTulisan ini bertujuan untuk menjelaskan 1) hubungan teoretis antara Content-Based Instruction dan bahan autentik yang dapat digunakan oleh guru bahasa
USKUSK (2012) yang berfokus pada kurikulum, persiapan guru, metodologi pengajaran, instruksi pengajaran, materi pengajaran autentik, persepsi guru terhadap sikap(2012) yang berfokus pada kurikulum, persiapan guru, metodologi pengajaran, instruksi pengajaran, materi pengajaran autentik, persepsi guru terhadap sikap
UNYUNY Sebaliknya, model mental kimia sekolah menunjukkan peningkatan signifikan seiring tingkat kelas, kecuali pada tingkat III yang mengalami penurunan sementara.Sebaliknya, model mental kimia sekolah menunjukkan peningkatan signifikan seiring tingkat kelas, kecuali pada tingkat III yang mengalami penurunan sementara.
Useful /
PCRPCR Mitra Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Cemara Creative Hub Pekanbaru. Berdasarkan hasil diskusi dengan mitra, permasalahan yang terjadi adalah sebagianMitra Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Cemara Creative Hub Pekanbaru. Berdasarkan hasil diskusi dengan mitra, permasalahan yang terjadi adalah sebagian
UNMUNM Kesimpulannya, kulit pisang dapat dimanfaatkan menjadi kertas berkualitas melalui metode organosolv. Kulit pisang mampu menggantikan kayu sebagai bahanKesimpulannya, kulit pisang dapat dimanfaatkan menjadi kertas berkualitas melalui metode organosolv. Kulit pisang mampu menggantikan kayu sebagai bahan
UNMUNM Selama 16 minggu, efek aktivitas pengajaran Kecerdasan Majemuk diukur dengan pre‑test, tes kemajuan, ujian pencapaian, dan post‑test. Hasil menunjukkanSelama 16 minggu, efek aktivitas pengajaran Kecerdasan Majemuk diukur dengan pre‑test, tes kemajuan, ujian pencapaian, dan post‑test. Hasil menunjukkan
UGMUGM Dengan menggunakan metode kualitatif dan survey terhadap 100 siswa, temuan menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran meningkatkanDengan menggunakan metode kualitatif dan survey terhadap 100 siswa, temuan menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran meningkatkan