POLTEKKES KEMENKES BENGKULUPOLTEKKES KEMENKES BENGKULU
JKRJKRAnak-anak adalah salah satu populasi rentan terhadap penyebaran kuman tuberkulosis (TB), namun sangat disayangkan tingkat keberhasilan pengobatan TB di DKI Jakarta masih cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi kepatuhan pengobatan TB pada anak. Metode yang digunakan adalah analisis deskripsi dengan pendekatan potong lintang. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik Consecutive Sampling: Non Probability Sampling yang berjumlah sebanyak 168 orang. Studi ini memberikan gambaran bahwa variabel keyakinan menjadi faktor yang paling mempengaruhi kepatuhan pengobatan TB pada anak (p value 0,001; α=0.05; OR 8,02) setelah dikontrol oleh variabel lama pengobatan TB, PMO, tahapan perkembangan kognitif anak, perilaku koping, memori, regimen pengobatan, komunikasi dengan penyedia layanan kesehatan, dukungan sosial dan akses ke fasilitas kesehatan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi perawat dalam mengembangkan keyakinan klien guna meningkatkan kepatuhan pengobatan TB pada anak serta mampu menambah informasi dalam memberikan intervensi asuhan keperawatan pada anak dengan TB.
Pada gambaran karakteristik anak, proporsi kepatuhan tinggi sebesar 72%.Pada karakteristik pengasuh, didapatkan tidak ada variabel yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan TB pada anak.Ada hubungan yang signifikan antara faktor internal anak (tahapan perkembangan kognitif, sifat individu, perilaku koping, memori ingatan dan keyakinan) dengan kepatuhan pengobatan TB pada anak.Ada hubungan yang signifikan antara faktor eksternal (regimen pengobatan, komunikasi dengan pemberi layanan kesehatan, dukungan sosial, akses ke fasilitas kesehatan dan PMO) dengan kepatuhan pengobatan TB pada anak.Faktor yang paling dominan dalam menentukan tingkat kepatuhan pengobatan TB pada anak adalah variabel keyakinan dengan OR 8,02.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pelayanan keperawatan menekankan pada penguatan keyakinan saat menjalani pengobatan TB. Perawat dapat menerapkan pendekatan model konseptual Hildegard E. Peplau dan Virginia Henderson untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan pengobatan TB pada anak, seperti dukungan keluarga dan lingkungan sosial.
| File size | 558.67 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Penggunaan gawai pada anak usia pra sekolah berada di bawah kontrol perilaku orang tua, dimana perilaku orang tua secara signifikan memengaruhi perilakuPenggunaan gawai pada anak usia pra sekolah berada di bawah kontrol perilaku orang tua, dimana perilaku orang tua secara signifikan memengaruhi perilaku
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk pembentukan program-program bimbingan keluarga yang berbasis sekolah dan komunitas serta pengembangan kurikulumHasil penelitian ini direkomendasikan untuk pembentukan program-program bimbingan keluarga yang berbasis sekolah dan komunitas serta pengembangan kurikulum
UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan regresi logistik. Hasil menunjukkanData dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan regresi logistik. Hasil menunjukkan
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Semua subjek berasal dari satu lembaga pendidikan, yaitu KB/TK Islam Al-Jabbar Malang, yang menunjukkan bahwa konteks penelitian ini masih terbatas. UntukSemua subjek berasal dari satu lembaga pendidikan, yaitu KB/TK Islam Al-Jabbar Malang, yang menunjukkan bahwa konteks penelitian ini masih terbatas. Untuk
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 13,250 lebih tinggi dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,056, dengan tingkat signifikansiHasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 13,250 lebih tinggi dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,056, dengan tingkat signifikansi
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO This study employed a quantitative method under pre-experimental design. The findings showed that before implementing the STEAM method, the cognitive developmentThis study employed a quantitative method under pre-experimental design. The findings showed that before implementing the STEAM method, the cognitive development
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan SPSS versi 23. HasilTeknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil
UNISMUHUNISMUH Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memberikan data deskripsi tentang fakta dilapangan dengan menggunakan instrument observasi, wawancariPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memberikan data deskripsi tentang fakta dilapangan dengan menggunakan instrument observasi, wawancari
Useful /
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Data asupan pakan dan asupan pati kepok banana–moringa dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: AdministrasiData asupan pakan dan asupan pati kepok banana–moringa dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Administrasi
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Hal ini dibuktikan melalui nilai N-gain kelas eksperimen sebesar 0,88 dengan kategori tinggi, sedangkan nilai N-gain kelas kontrol hanya sebesar 0,093.Hal ini dibuktikan melalui nilai N-gain kelas eksperimen sebesar 0,88 dengan kategori tinggi, sedangkan nilai N-gain kelas kontrol hanya sebesar 0,093.
ASHAPUBLISHINGASHAPUBLISHING Penelitian merekomendasikan strategi pembangunan kapasitas yang berbeda, dengan dukungan intensif untuk daerah yang kurang berkembang dan memanfaatkanPenelitian merekomendasikan strategi pembangunan kapasitas yang berbeda, dengan dukungan intensif untuk daerah yang kurang berkembang dan memanfaatkan
POLTEKKES KEMENKES BENGKULUPOLTEKKES KEMENKES BENGKULU 045), motivasi (p=0. 015), kecemasan (p=0. 008), perkembangan intelektual (p=0. 001), dan pengalaman (p=0. 002) terhadap penerapan berpikir kritis perawat045), motivasi (p=0. 015), kecemasan (p=0. 008), perkembangan intelektual (p=0. 001), dan pengalaman (p=0. 002) terhadap penerapan berpikir kritis perawat