TRILOGITRILOGI

Jurnal Sistem Informasi dan Sains TeknologiJurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi

Pertumbuhan aset kripto di Indonesia, khususnya Ethereum (ETH), mendorong kebutuhan analisis teknis yang andal untuk mengelola risiko volatilitas harga. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Simple Moving Average (SMA) dalam mengidentifikasi tren dan menghasilkan sinyal perdagangan ETH di bursa kripto Indonesia. Mengingat pasar Ethereum beroperasi 24/7 dan sensitif terhadap sentimen global serta regulasi domestik, pendekatan analitis sistematis menjadi penting bagi investor dan trader. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder harga penutupan ETH/IDR periode 2020-2025. SMA jangka pendek (SMA-50 dan SMA-200) diterapkan untuk mendeteksi sinyal Golden Cross dan Death Cross. Backtesting dilakukan dengan akurasi diukur menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE), menghasilkan tingkat kesalahan sekitar 9%, menunjukkan reliabilitas peramalan yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA-50 lebih responsif terhadap pergerakan pasar dan mampu menangkap tren jangka pendek, sementara SMA-200 berfungsi sebagai dukungan psikologis saat koreksi pasar. Namun, pada periode volatilitas ekstrem, sinyal SMA cenderung tertinggal, sehingga dapat menunda eksekusi transaksi. Penelitian merekomendasikan penggabungan SMA dengan indikator volume perdagangan untuk memvalidasi kekuatan tren dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan bagi investor dan trader di Indonesia.

SMA efektif sebagai indikator tren pada ETH/IDR dengan tingkat akurasi baik berdasarkan evaluasi MAPE.SMA-50 lebih responsif dibandingkan SMA-200 dalam menangkap dinamika tren jangka menengah dan perubahan momentum pasar.SMA-200 merepresentasikan tren struktural jangka panjang dan berfungsi sebagai indikator tren utama serta level psikologis pasar.Golden Cross dan Death Cross memiliki nilai informatif, tetapi tidak selalu presisi.SMA lebih tepat sebagai alat analisis tren, bukan prediksi harga absolut.Karakter volatilitas ETH/IDR membatasi efektivitas indikator tunggal, sehingga penggunaan kombinasi indikator disarankan untuk pengambilan keputusan perdagangan yang optimal.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan mengombinasikan SMA dengan indikator lain seperti RSI, MACD, atau Bollinger Bands untuk meningkatkan akurasi sinyal perdagangan pada ETH/IDR. Perbandingan kinerja SMA dan EMA secara kuantitatif lebih mendalam dapat dilakukan dengan metrik tambahan seperti Sharpe Ratio, Maximum Drawdown, atau Precision–Recall pada sinyal trading. Pengujian terpisah pada periode pasar bullish, bearish, dan sideways dapat dilakukan untuk menilai stabilitas kinerja SMA dalam berbagai rezim pasar. Penelitian mendatang dapat membandingkan kinerja SMA pada data harian, mingguan, dan bulanan untuk melihat sensitivitas indikator terhadap resolusi waktu. Metode yang sama dapat diuji pada pasangan kripto lain seperti BTC/IDR atau BNB/IDR untuk melihat apakah temuan bersifat umum atau spesifik pada Ethereum.

Read online
File size504.5 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test