STMIKIBASTMIKIBA

Journal Informatic, Education and Management (JIEM)Journal Informatic, Education and Management (JIEM)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial dan kemasan terhadap kinerja penjualan UMKM Tempoyak Mak Syalu di Kota Palembang, yang menghadapi tantangan pemasaran di era digital dan persaingan yang semakin ketat antar produk kuliner lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-verifikatif, melibatkan 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis melalui uji validitas dan reliabilitas, uji-t, uji-F, serta analisis regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa media sosial dan kemasan secara signifikan memengaruhi penjualan, baik secara parsial maupun simultan. Media sosial secara efektif memperluas jangkauan promosi, meningkatkan interaksi konsumen, dan memperkuat citra produk. Sementara itu, kemasan yang menarik dan informatif berkontribusi terhadap persepsi kualitas produk dan minat beli konsumen. Diskusi memperkuat temuan sebelumnya bahwa kombinasi pemasaran digital dan inovasi kemasan meningkatkan daya saing UMKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kedua strategi tersebut sangat penting untuk meningkatkan penjualan produk tempoyak serta memberikan implikasi praktis bagi UMKM dalam mengoptimalisasi strategi pemasaran di era digital.

Media sosial dan kemasan memiliki pengaruh signifikan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap peningkatan penjualan UMKM Tempoyak Mak Syalu di Kota Palembang.Media sosial terbukti efektif dalam meningkatkan visibilitas dan interaksi dengan konsumen, sedangkan kemasan berperan penting dalam menciptakan kesan visual yang menarik serta meningkatkan kepercayaan pembeli.Integrasi strategi pemasaran digital dan inovasi kemasan menjadi kunci utama untuk memperkuat posisi kompetitif UMKM tempoyak di pasar lokal.

Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan sampel yang lebih besar dan cakupan wilayah yang lebih luas untuk melihat sejauh mana temuan ini dapat digeneralisasi ke UMKM tempoyak di daerah lain di luar Palembang, mengingat karakteristik pasar dan konsumen bisa berbeda antar wilayah. Kedua, diperlukan studi lanjutan yang memasukkan variabel tambahan seperti harga, kualitas produk, dan loyalitas konsumen untuk memahami secara lebih komprehensif faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian produk tempoyak di era digital. Ketiga, penelitian dengan pendekatan campuran atau longitudinal dapat dikembangkan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan media sosial dan desain kemasan terhadap pertumbuhan berkelanjutan UMKM kuliner tradisional, termasuk bagaimana strategi ini berevolusi seiring perubahan perilaku konsumen dari waktu ke waktu. Dengan tiga arah penelitian ini, diharapkan dapat dibangun kerangka strategi pemasaran yang lebih holistik dan adaptif bagi UMKM berbasis makanan tradisional di Indonesia.

Read online
File size199.02 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test