STTMWCSTTMWC

HAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenHAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Pendidikan Agama Kristen (PAK) berakar pada pemahaman manusia sebagai imago Dei yang dipanggil menuju kedewasaan dalam Kristus. Namun dalam praktik kontemporer, PAK di era digital menghadapi krisis epistemologis berupa fragmentasi pengetahuan, dominasi pendekatan kognitif, dan terputusnya relasi antara iman, rasio, dan kehidupan. Berbagai pendekatan pedagogi iman telah dikembangkan, namun belum secara sistematis mengintegrasikan fondasi teologis patristik dengan konteks digital secara konstruktif. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi pemikiran pedagogis Clement of Alexandria dan merumuskannya sebagai Model Pedagogi Kristosentris-Kontekstual. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan analisis historis‑teologis, interpretasi teologis, dan rekonstruksi konseptual. Hasil studi menunjukkan bahwa pedagogi Clementus mengintegrasikan iman (fides), rasio (logos), dan pembentukan moral (ethos) dalam kerangka Kristosentris. Model ini dikembangkan secara kontekstual dengan menempatkan teknologi sebagai ruang formasi iman yang memerlukan pendekatan reflektif dan kritis. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi model pedagogi yang mengintegrasikan dimensi ontologis, epistemologis, pedagogis, dan digital secara simultan dan operasional. Model ini berkontribusi pada pengembangan PAK yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga transformasi hidup peserta didik secara holistik di era digital.

Studi ini menegaskan bahwa krisis pedagogis dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) di era digital bukan sekadar persoalan metodologis, melainkan berakar pada fragmentasi epistemologis dan disintegrasi antara iman, pengetahuan, dan kehidupan.Melalui rekonstruksi pemikiran Clement of Alexandria, pedagogi Kristen pada dasarnya bersifat integratif, menempatkan Kristus sebagai Logos sekaligus Paedagogus yang membimbing manusia menuju kepenuhan hidup.Pendidikan diharapkan bergerak dari sekadar mengetahui menjadi menjadi, melalui transformasi eksistensial yang mencakup konversi, pembentukan moral, dan pendalaman spiritual.

Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana guru PAK dapat memanfaatkan media sosial sebagai platform interaktif untuk membangun komunitas iman yang reflektif, menanyakan: bagaimana desain interaksi digital dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi teologis secara kritis? Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan aplikasi pembelajaran berbasis permainan (gamifikasi) yang terintegrasi dengan nilai Kristosentris, dengan pertanyaan: apakah gamifikasi dapat memfasilitasi pembentukan karakter moral dalam konteks PAK digital? Akhirnya, penelitian dapat mengkaji dampak jangka panjang dari model pedagogi kristosentris-kontekstual terhadap perkembangan spiritual siswa, dengan menanyakan: bagaimana perubahan kepercayaan dan perilaku siswa terukur setelah mengikuti kurikulum PAK berbasis model ini selama setahun?.

  1. "Recovering the Social Dimension of Reflection" by Martin Thomas Connell. recovering social... doi.org/10.15365/joce.1702022014Recovering the Social Dimension of Reflection by Martin Thomas Connell recovering social doi 10 15365 joce 1702022014
Read online
File size643.71 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test