UnijoyoUnijoyo

Jurnal Pena SainsJurnal Pena Sains

Kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan membuat seluruh pihak, tak terkecuali praktisi pendidikan, ingin berkontribusi mengatasi hal tersebut. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan menghadirkan proses pembelajaran yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dalam pendidikan sains, pendekatan Green Chemistry yang diintegrasikan dalam kegiatan laboratorium diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah Modul Praktikum berbasis pendekatan Green Chemistry yang dapat digunakan mahasiswa calon guru IPA sebagai pedoman melaksanakan kegiatan praktikum yang aman dan ramah lingkungan pada mata kuliah Kimia Dasar. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Sasaran dalam penelitian ini adalah kelayakan modul tersebut berdasarkan penilaian ahli (dosen Kimia) dan mahasiswa. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa Modul Praktikum yang dikembangkan sangat layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran Kimia Dasar karena mendapat penilaian dengan kategori “sangat baik dari dosen kimia pada ketiga aspek yaitu isi, petunjuk serta kesesuaian dengan prinsip Green Chemistry dan memperoleh respon yang sangat positif dari tanggapan mahasiswa sebagai pengguna modul tersebut.

Modul praktikum Kimia Dasar berbasis Green Chemistry dinilai sangat layak bagi mahasiswa calon guru IPA berdasarkan penilaian ahli dan mahasiswa.Kualitas modul menunjukkan tingkat kejelasan, keterlaksanaan, tampilan fisik, dan penerapan prinsip Green Chemistry yang sangat baik.Dengan demikian, modul ini dapat menjadi media pengajaran yang aman, ramah lingkungan, dan mendukung pengembangan kompetensi pengajar di bidang Kimia Dasar.

Saran penelitian lanjutan pertama adalah mengevaluasi efektivitas modul ini dalam meningkatkan pemahaman konsep kimia dasar dan kesadaran lingkungan di antara calon guru melalui studi longitudinal yang meliputi kelompok kontrol dan eksperimental. Saran kedua adalah meneliti penerapan prinsip green chemistry pada praktik laboratorium di jenjang pendidikan menengah atas dan menyesuaikan modul dengan peraturan laboratorium yang lebih ketat, sehingga dapat diadaptasi secara luas di berbagai institusi. Saran ketiga mengusulkan pengembangan modul interaktif berbasis digital yang menggabungkan simulasi virtual laboratorium dengan materi green chemistry, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan memperluas akses pembelajaran jarak jauh.

Read online
File size112.01 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test