UIN SUKAUIN SUKA
INKLUSIINKLUSIIdentifikasi media pembelajaran merupakan langkah awal dari serangkaian kegiatan dalam penelitian yang berkelanjutan. Ketersediaan media pembelajaran kimia, hambatan yang ditemui pendidik dalam memodifikasi media pembelajaran kimia, dan solusi yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan media pembelajaran kimia bagi peserta didik difabel netra dan rungu pada SMA/MA inklusi di Yogyakarta perlu diteliti. Melalui penelitian deskriptif kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, pengisian skala sikap dan analisis dokumen instrumen diperoleh fakta bahwa media pembelajaran kimia bagi peserta didik difabel netra dan rungu pada sekolah inklusi di Yogyakarta sangat terbatas. Hal ini disebabkan karena pendidik belum pernah mengikuti pelatihan pengembangan media pembelajaan kimia bagi peserta didik difabel. Solusi untuk memenuhi kebutuhan media pembelajaran kimia adalah adanya pelatihan dan pengembangan media pembelajaran kimia bagi peserta didik difabel oleh pendidik dan pembuatan media pembelajaran kimia bagi peserta didik difabel netra dan rungu sebagai tugas akhir skripsi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran kimia bagi peserta didik difabel netra di MAN Maguwoharjo dan SMA N 1 Sewon terbatas, meliputi reglet, stilus, buku paket kimia braille, komputer dengan aplikasi JAWS, serta flash card bagi peserta didik difabel rungu.Hambatan yang dihadapi pendidik dalam memodifikasi media pembelajaran kimia adalah kurangnya pelatihan, pengetahuan, penguasaan tulisan braille, dan partisipasi guru pendamping khusus.Solusi yang dapat dilakukan adalah pelatihan pengembangan media pembelajaran, pengembangan media oleh pendidik, pemberian penghargaan kepada pendidik yang berinovasi, dan pembuatan media pembelajaran oleh mahasiswa penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai jenis media pembelajaran kimia adaptif terhadap pemahaman konsep kimia oleh peserta didik difabel netra dan rungu, dengan mempertimbangkan gaya belajar masing-masing individu. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan yang komprehensif bagi guru kimia dalam menciptakan dan mengimplementasikan media pembelajaran inklusif, termasuk pelatihan penggunaan teknologi bantu dan strategi pembelajaran yang sesuai. Ketiga, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran kolaboratif antara perguruan tinggi, sekolah inklusi, dan lembaga terkait dalam menghasilkan media pembelajaran kimia yang inovatif dan terstandarisasi, serta memastikan keberlanjutan pengembangan media tersebut melalui program pendampingan dan evaluasi berkala. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan kimia inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua peserta didik untuk meraih potensi terbaik mereka.
| File size | 245.66 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN CURUPIAIN CURUP Pondok Pesantren sebagai institusi pendidikan yang mengembangkan ketrampilan spiritual dan kehidupan. Salah satunya Pondok Pesantren Hataska. PermasalahanPondok Pesantren sebagai institusi pendidikan yang mengembangkan ketrampilan spiritual dan kehidupan. Salah satunya Pondok Pesantren Hataska. Permasalahan
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi menunjukkan peserta antusias dan aktif dalam kegiatan, dengan 80% peserta mampuMetode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi menunjukkan peserta antusias dan aktif dalam kegiatan, dengan 80% peserta mampu
UPSUPS Guru menerapkan diferensiasi konten, proses, dan produk berdasarkan kesiapan dan minat siswa, yang meningkatkan rata-rata hasil ujian dari 67,46 menjadiGuru menerapkan diferensiasi konten, proses, dan produk berdasarkan kesiapan dan minat siswa, yang meningkatkan rata-rata hasil ujian dari 67,46 menjadi
UPSUPS Evaluasi diri meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan, meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasanEvaluasi diri meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan, meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan
UPSUPS Model GI berbasis Brainwriting tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar kognitif tetapi juga menumbuhkan partisipasi aktif, kolaborasiModel GI berbasis Brainwriting tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar kognitif tetapi juga menumbuhkan partisipasi aktif, kolaborasi
UPSUPS Manfaatnya adalah untuk menemukan peluang riset yang dapat menjadi rujukan bagi peneliti lain dalam mengembangkan e-modul IPA di masa mendatang. PenelitianManfaatnya adalah untuk menemukan peluang riset yang dapat menjadi rujukan bagi peneliti lain dalam mengembangkan e-modul IPA di masa mendatang. Penelitian
ALFARABIALFARABI Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di Sekolah Dasar Negeri 4 BanjaranyarPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di Sekolah Dasar Negeri 4 Banjaranyar
ALFARABIALFARABI Penelitian ini meneliti Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam upaya menyelesaikan kasus bullying di MIS Jayasari Langkaplancar, dengan fokus pada bagaimanaPenelitian ini meneliti Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam upaya menyelesaikan kasus bullying di MIS Jayasari Langkaplancar, dengan fokus pada bagaimana
Useful /
UNZAHUNZAH The results show that internal factors such as emotional intelligence, self-control, emotional maturity, impulsivity, and cognitive impairment have a significantThe results show that internal factors such as emotional intelligence, self-control, emotional maturity, impulsivity, and cognitive impairment have a significant
UIN SUKAUIN SUKA Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui hasil kuesioner dan wawancara terhadap 100 responden penyandang tuna rungu berusia 16‑59 tahun di berbagaiDengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui hasil kuesioner dan wawancara terhadap 100 responden penyandang tuna rungu berusia 16‑59 tahun di berbagai
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Metode pelaksanaan melibatkan 20 kader dari 5 RW, mencakup penyuluhan mengenai kesehatan ibu menyusui dan ASI eksklusif, pelatihan prosedur breastcare,Metode pelaksanaan melibatkan 20 kader dari 5 RW, mencakup penyuluhan mengenai kesehatan ibu menyusui dan ASI eksklusif, pelatihan prosedur breastcare,
UBHINUSUBHINUS Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada aplikasi Angrem RSUD Campurdarat menggunakan metode equivelence partitions dan state transition, hasilBerdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada aplikasi Angrem RSUD Campurdarat menggunakan metode equivelence partitions dan state transition, hasil