STIESTEKOMSTIESTEKOM

Dinamika: Jurnal Manajemen Sosial EkonomiDinamika: Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi

Transformasi digital di sektor pemerintahan melalui implementasi e-government menawarkan peluang besar untuk meningkatkan transparansi dan keterlibatan warga negara. Penelitian ini menganalisis pengaruh transparansi digital terhadap kepercayaan publik dan partisipasi warga di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Model konseptual dikembangkan berdasarkan Digital Transparency Theory, Institutional Trust Theory, dan Digital Divide Theory, dengan pendekatan Design Science Research dan analisis Structural Equation Modeling (SEM‑PLS). Hasilnya menunjukkan bahwa transparansi digital memiliki pengaruh signifikan terhadap kepercayaan publik (β = 0,624), yang selanjutnya meningkatkan partisipasi warga (β = 0,538). Reputasi pemerintah berfungsi sebagai mediator positif, sementara kesenjangan digital menjadi moderator negatif (β = –0,146) yang menghambat efektivitas transparansi di wilayah berakses digital terbatas. Temuan ini menegaskan perlunya strategi literasi digital dan desain sistem e‑government yang lebih inklusif untuk memperkuat keterlibatan warga secara berkelanjutan.

Digital transparency significantly boosts public trust and citizen participation in Southeast Asian e‑government initiatives.Reputation of the government mediates this relationship, while the digital divide moderates it negatively.Inclusive digital literacy strategies and equitable e‑government design are essential to sustain these gains.

Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada pemodelan jangka panjang dampak transparansi digital terhadap kepercayaan publik, dengan mengimplementasikan survei longitudinal dan analisis perbandingan antara negara-negara Asia Tenggara yang memiliki tingkat digital divide berbeda; selanjutnya, dapat dieksplorasi potensi teknologi blockchain untuk memantau dan meningkatkan integritas data transparansi, serta dievaluasi melalui studi eksperimental kecil bagi pengguna akhir; serta disarankan untuk mengkaji peran literasi digital sebagai mediator kuantitatif pengendalian kesenjangan digital, dengan metode cross‑sectional yang melibatkan kelompok masyarakat berpendapatan rendah maupun tinggi, guna menyesuaikan kebijakan e‑government yang benar-benar inklusif.

  1. A three-model approach to understand social media-mediated transparency in public administrations - Julián... journals.sagepub.com/doi/10.1177/00208523241261896A three model approach to understand social media mediated transparency in public administrations Juliyn journals sagepub doi 10 1177 00208523241261896
  2. Vol. 4 No. 2 (2024): DINAMIKA : Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi | Dinamika: Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi.... journal.stiestekom.ac.id/index.php/dinamika/issue/view/53Vol 4 No 2 2024 DINAMIKA Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi Dinamika Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi journal stiestekom ac index php dinamika issue view 53
Read online
File size1.2 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test