UNILAUNILA

Jurnal Sylva LestariJurnal Sylva Lestari

Oleoresin pinus adalah komoditas produk hutan non-kayu yang berharga di Indonesia. Penapisan tradisional menggunakan alat kecil seperti cangkul (kadukul dalam bahasa Sunda atau pethel dalam bahasa Jawa) diterapkan secara luas. Dengan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai hak pekerja, berbagai masalah ergonomis dibahas dalam penelitian ini. Gangguan musculoskeletal (MSDs) diteliti menggunakan instrumen Standardized Nordic Questionnaire dan Wong-Baker Pain Rating Scale, kelelahan fisik-mental-sosial diukur dengan Cumulative Fatigue Symptoms Index (CFSI), dan kepuasan kerja diuji dari delapan variabel seperti upah, status pekerjaan, aksesibilitas, layanan kesehatan, fasilitas hidup, peralatan kerja, pelatihan, dan fasilitas sosial. Penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar pekerja menderita MSD yang intens pada bahu, lengan, pergelangan tangan, tangan, paha, betis, dan kaki (sebagian besar sisi tubuh kanan). Temuan ini sejalan dengan analisis CFSI. Gejala kelelahan yang umum diderita oleh pekerja berada dalam kategori dimensi fisik, seperti pada sub-dimensi kelelahan umum, kelelahan kronis, dan gangguan fisik. Analisis kepuasan kerja mengonfirmasi bahwa dua variabel, yaitu upah dan status pekerjaan, mempengaruhi kepuasan kerja secara signifikan dengan asosiasi positif. Perlengkapan pelindung pribadi yang tepat dan alat bantu kerja, peningkatan teknik kerja yang memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja, serta insentif perilaku keselamatan harus dipertimbangkan sebagai strategi efektif dalam meningkatkan keselamatan dan perlindungan kesehatan pekerja.

Meskipun laporan kecelakaan fatal dalam penapisan oleoresin jarang ditemukan, pekerjaan kehutanan ini dapat mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja.Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja adalah salah satu hak asasi manusia dan pada saat yang sama sangat penting dalam masalah pengelolaan hutan yang berkelanjutan.Penelitian ini berfokus pada kondisi ergonomis penapisan oleoresin pinus dari sudut pandang ergonomis fisik dan kognitif, terutama pada MSDs, kelelahan fisik-mental-sosial, dan kepuasan kerja.Karena teknik penapisan tradisional - yang merupakan aktivitas penanganan manual khas - yang dibahas dalam penelitian ini diterapkan secara luas, temuan penelitian ini juga dapat dianggap sebagai perwakilan dari operasi serupa yang dilakukan di seluruh Indonesia.Penapisan oleoresin tradisional menyebabkan MSD pada sisi kanan anggota tubuh atas.Untuk anggota tubuh bawah, MSD dilaporkan pada kaki kanan dan kiri (paha, belakang lutut, dan betis) pada berbagai tingkat nyeri.Dalam hal kelelahan, sebagian besar pekerja mengalami kelelahan umum, kelelahan kronis, dan gangguan fisik.Jenis kecelakaan yang pernah terjadi adalah tertusuk ujung pisau kadukul/pethel dan tertusuk serpihan kulit pinus.Temuan ini secara eksplisit menunjukkan bahwa ancaman keselamatan dan kesehatan kerja dalam aktivitas ini ada.Oleh karena itu, strategi perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja diperlukan.Analisis kepuasan kerja menunjukkan bahwa peningkatan upah dapat meningkatkan kepuasan kerja, dan pada akhirnya akan meningkatkan perilaku keselamatan individu.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif dalam konteks penapisan oleoresin pinus. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan dan implementasi program pelatihan keselamatan kerja yang komprehensif, termasuk pelatihan penggunaan peralatan pelindung pribadi dan teknik kerja yang aman. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak peningkatan upah terhadap kepuasan kerja dan perilaku keselamatan pekerja. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah peningkatan upah dapat meningkatkan kepuasan kerja dan mengurangi kecelakaan kerja. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan dan menguji intervensi ergonomis yang ditujukan untuk mengurangi MSDs dan kelelahan fisik-mental-sosial pada pekerja penapisan oleoresin. Intervensi ini dapat mencakup desain ulang alat kerja, modifikasi teknik kerja, dan strategi manajemen kelelahan.

  1. Analisis Postur Kerja dalam Operasi Pemanenan Kayu: Pemuatan Log Secara Manual | Yovi | Jurnal Ilmiah... journals.ums.ac.id/index.php/jiti/article/view/8727Analisis Postur Kerja dalam Operasi Pemanenan Kayu Pemuatan Log Secara Manual Yovi Jurnal Ilmiah journals ums ac index php jiti article view 8727
  2. Addressing Occupational Ergonomics Issues in Indonesian Forestry: Laborers, Operators, or Equivalent... crojfe.com/archive/volume-40-no.2/addressing-occupational-ergonomics-issues-in-indonesian-forestry-laborers-operators-or-equivalent-workersAddressing Occupational Ergonomics Issues in Indonesian Forestry Laborers Operators or Equivalent crojfe archive volume 40 no 2 addressing occupational ergonomics issues in indonesian forestry laborers operators or equivalent workers
  3. Predictive model of the human muscle fatigue: application to repetitive push–pull tasks with light... doi.org/10.1504/ijhfms.2015.068124Predictive model of the human muscle fatigue application to repetitive pushAepull tasks with light doi 10 1504 ijhfms 2015 068124
  4. Biomechanics analysis of human lower limb during walking for exoskeleton design - Extrica. biomechanics... extrica.com/article/18459Biomechanics analysis of human lower limb during walking for exoskeleton design Extrica biomechanics extrica article 18459
Read online
File size976.15 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test