UNILAUNILA

Jurnal Sylva LestariJurnal Sylva Lestari

Secara historis dan berdasarkan kondisi terkini, Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus Hutan Penelitian Samboja (KHDTK Samboja) memiliki kerentanan yang cukup tinggi terhadap keberadaan jenis-jenis invasif yang dapat menggangu kestabilan ekosistem dan proses suksesi hutan. Namun, pendataan jenis maupun penilaian risiko terhadap jenis-jenis invasif di areal hutan penelitian ini belum pernah dilakukan. Penelitian tentang keragaman jenis invasif di KHDTK Samboja dilakukan untuk mendukung pengelolaan KHDTK Samboja, khususnya dalam pengendalian jenis invasif. Penelitian dilakukan dengan teknik jelajah di areal terbuka, hutan sekunder, dan hutan primer. Pengambilan data kepadatan dan frekuensi tumbuhan invasif dilakukan dengan menggunakan petak pengamatan yang dipilih secara acak pada areal hutan sekunder dan primer. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan 52 jenis tumbuhan invasif di KHDTK Samboja dengan dominansi tumbuhan perdu dan herba. Berdasarkan sebaran dan kepadatannya, terdapat empat jenis tumbuhan invasif yang penting untuk dikendalikan di KHDTK Samboja, yaitu Acacia mangium, Spathodea campanulata, Miconia crenata, dan Piper aduncum. Upaya pengendalian dilakukan dengan dua tahapan, jangka pendek, melalui pemusnahan secara manual, dan jangka panjang, dengan pencegahan, eradikasi, serta penilaian risiko secara periodik.

Terdapat 52 jenis tumbuhan invasif di KHDTK Samboja, dengan empat jenis diantaranya merupakan jenis invasif penting yang tersebar di areal terbuka dan dalam kawasan hutan.Jenis-jenis ini memiliki potensi menyebabkan kerusakan ekosistem dan turunnya keanekaragaman hayati akibat perkembangan jenis-jenis invasif di dalam kawasan yang berhutan dapat terjadi.Pengendalian jenis invasif yang telah dilakukan terlihat belum efektif yang ditunjukkan dengan keberadaan jenis invasif yang masih ada di KHDTK Samboja.Rencana pengendalian secara cepat dapat dilaksanakan dengan pengenalan jenis invasif, pemangkasan berulang dengan waktu lebih cepat, penebangan, serta pencegahan masuknya jenis asing baru ke dalam KHDTK Samboja.Dalam jangka panjang, penilaian risiko dan dampak, eradikasi, dan pelibatan masyarakat menjadi tahapan penting dalam upaya pengendalian jenis invasif dengan mempertimbangkan sumberdaya pengelola KHDTK Samboja dan kondisi kawasan yang terinvasi jenis asing.

Pertama, lakukan penelitian kuantitatif tentang pola penyebaran spatio-temporal Spathodea campanulata di KHDTK Samboja dengan memanfaatkan data satelit dan ground-truthing untuk menentukan faktor-faktor lingkungan yang memfasilitasi invasi, sehingga strategi pemantauan dan intervensi dapat ditargetkan secara geografis. Kedua, lakukan studi eksperimental tentang efektivitas kombinasi metode biologis (misalnya pengenalan predator alami) dan mekanis (pemotongan dan pembasuh akar) dalam mengendalikan akumulasi biomassa Acacia mangium, untuk menilai apakah pendekatan hibrid dapat mempercepat pengurangan populasi dan meminimalkan dampak ekologis. Ketiga, evaluasi dampak jangka panjang restorasi ekosistem dengan menanam spesies asli berbunga cepat seperti Macaranga spp. di area yang telah diarsir oleh invasi, dan ukur perubahan struktur vegetasi, keanekaragaman mikrofauna, serta fungsi ekosistem, guna mengidentifikasi praktik penanaman yang paling meningkatkan resilensi hutan terhadap invasi.

  1. Eradications and People: Lessons from the Plant Eradication Program in Galapagos - Gardener - 2010 -... doi.org/10.1111/j.1526-100X.2009.00614.xEradications and People Lessons from the Plant Eradication Program in Galapagos Gardener 2010 doi 10 1111 j 1526 100X 2009 00614 x
  2. Review: The invasion of Acacia nilotica in Baluran National Park, Indonesia, and potential future control... smujo.id/biodiv/article/view/4373Review The invasion of Acacia nilotica in Baluran National Park Indonesia and potential future control smujo biodiv article view 4373
Read online
File size294.65 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test