UEUUEU

Lex JurnalicaLex Jurnalica

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang ialah tindakan yang melanggar hukum dan aturan undang-undang di Indonesia. Tindak pidana ini tidak hanya merugikan individu, tetapi juga memberikan dampak negatif bagi masyarakat dan negara, sehingga penegakan hukum terhadap pelaku menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesesuaian alat bukti dalam proses pembuktian perkara penyalahgunaan narkotika, dengan menggunakan keterangan saksi-saksi dan alat bukti tertulis, seperti Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik Kepolisian dan surat hasil tes urine yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum di persidangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, dengan dukungan data primer sebagai pelengkap data sekunder, dan dianalisis secara kualitatif melalui pendekatan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan pembuktian dari alat bukti seperti keterangan saksi, Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik, hasil tes urine, serta petunjuk yang berasal dari persesuaian antara alat bukti satu dengan yang lain memiliki peranan penting dalam meyakinkan hakim. Oleh karena itu, dalam menilai kesesuaian alat bukti, hakim harus bertindak secara tegas, teliti, tepat, dan bijaksana agar putusan yang diambil benar-benar mencerminkan keadilan dan kebenaran materiil.

Terdapat persesuaian alat buktinya berupa keterangan saksi atau persesuaian alat bukti surat yang berupa Bukti Surat Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Polri No.3823/NNF/2018 tanggal 13 Desember 2018 serta bukti surat tes urin yang dibaca oleh penuntut umum.Untuk membuktikan adanya alat bukti yang cukup sebagai pertimbangan hukum majelis hakim dalam menetapkan adanya tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa.Kekuatan pembuktian dari alat bukti berupa keterangan saksi dari saksi-saksi yang ada, lalu surat seperti Berita Acara Pemeriksaan, surat tes urine, dan petunjuk yang bersumber dari kesuaian antara alat bukti saksi dengan alat bukti surat.

Untuk mencapai keadilan dan kepastian hukum, polisi sebagai lembaga penegak hukum yang bertanggung jawab universal dalam menegakkan keamanan serta ketertiban masyarakatnya berdasarkan aturan undang-undang, harus memiliki kekuatan utama dalam pemberantasan kejahatan sebagai bagian dari sistem peradilan pidana. Dalam upaya menegakkan keadilan, hakim memiliki peran penting dalam mengambil keputusan perkara. Hakim harus mampu menimbang dengan baik dan cermat penerapan dimensi hukum dengan kewajaran berdasarkan norma kekeluargaan. Masyarakat akan meragukan putusan bebas jika tidak disertai dengan pertimbangan hukum yang kuat dan transparan. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan konsep kehati-hatian ketika mengevaluasi bukti-bukti dalam proses peradilan, terutama dalam kasus-kasus tindak pidana narkotika.

Read online
File size268.54 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test