UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR

JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah)JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah)

Peningkatan krisis lingkungan global, ditandai oleh pemindahan akibat perubahan iklim dan kerugian ekonomi sistemik, menuntut reevaluasi kritis terhadap dasar etika kebijakan lingkungan kontemporer. Penelitian ini membandingkan efisiensi tata kelola lingkungan Islam dan paradigma antropocentrik Barat, serta menilai apakah sintesis kedua paradigma dapat meningkatkan keberlanjutan global. Metodologi campuran digunakan: komponen kualitatif menganalisis 675 ayat Al-Quran secara tematik, yang kemudian dikodekan menjadi mandat praktis untuk konservasi air, pengurangan limbah, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan; komponen kuantitatif melakukan statistik deskriptif terhadap pertumbuhan keuangan hijau Islam sebagai mekanisme penegakan tata kelola lingkungan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan aset keuangan Islam dari 1,2 triliun USD pada 2010 menjadi 3,8 triliun USD pada 2023, sementara implementasi fatwa dan Sukuk Hijau di Indonesia dan Malaysia menunjukkan potensi praktik, namun masih terbatas oleh faktor politik dan ekonomi. Studi ini berkontribusi pada kerangka kerja hybrid yang mengintegrasikan kepemimpinan moral syariah dengan mekanisme regulasi pasar Barat guna menciptakan model keberlanjutan yang dapat ditegakkan secara hukum.

Tinjauan komparatif menunjukkan bahwa prinsip keadilan ekologis Islam menawarkan dasar moral yang kuat, namun penerapannya terbatas oleh realitas politik dan ekonomi.Keuangan hijau Islam menunjukkan potensi signifikan untuk memobilisasi modal, namun kekurangan sistem hukum yang kuat.Kerangka kerja hybrid merupakan solusi paling realistis untuk menggabungkan nilai moral Islam dengan mekanisme regulasi Barat.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti efek jangka panjang penerapan Sukuk Hijau pada indikator biodiversitas di wilayah ASEAN, sehingga dapat mengukur kontribusi nyata terhadap kebijakan pelestarian. Selain itu, studi perbandingan antar negara Muslim dengan peraturan lingkungan di negara bukan mayoritas Muslim dapat mengidentifikasi adaptasi hybrid yang relevan di konteks sekuler. Akhirnya, penelitian kuantitatif tentang persepsi publik terhadap fatwa lingkungan di masyarakat Indonesia dapat memberikan wawasan tentang strategi komunikasi dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam inisiatif hijau berbasis syariah.

  1. Exploring the influence of Islamic governance and religious regimes on sustainability and resilience... journals.sagepub.com/doi/10.1177/09520767231223282Exploring the influence of Islamic governance and religious regimes on sustainability and resilience journals sagepub doi 10 1177 09520767231223282
  2. Analysis of the Urgency of Sharia Fatwas on Zakat Management for Renewable Energy An Islamic Political... doi.org/10.65211/bn8a7351Analysis of the Urgency of Sharia Fatwas on Zakat Management for Renewable Energy An Islamic Political doi 10 65211 bn8a7351
  3. Ecologies of green finance: Green sukuk and development of green Islamic finance in Malaysia - Felicia... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0308518X211038349Ecologies of green finance Green sukuk and development of green Islamic finance in Malaysia Felicia journals sagepub doi 10 1177 0308518X211038349
  4. From Stewardship to Sustainability: A Comparative Analysis of Islamic Ecological Jurisprudence and Western... ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/Juris/article/view/16040From Stewardship to Sustainability A Comparative Analysis of Islamic Ecological Jurisprudence and Western ejournal uinmybatusangkar ac ojs index php Juris article view 16040
  5. The need to respect nature and its limits challenges society and conservation science | PNAS. need respect... pnas.org/doi/full/10.1073/pnas.1525003113The need to respect nature and its limits challenges society and conservation science PNAS need respect pnas doi full 10 1073 pnas 1525003113
Read online
File size1.99 MB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test