UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR

JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah)JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah)

Penelitian tentang Islam digital menguji bagaimana perempuan Muslim menavigasi norma kesopanan, tetapi lebih sedikit perhatian diberikan kepada para dai yang menghasilkan regulasi moral daring. Studi ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan menganalisis bagaimana dai di TikTok secara diskursif merekonstruksi aurah dan bagaimana otoritas agama dibentuk kembali menjadi bentuk hisbah digital informal (penegakan moral). Menggunakan Pendekatan Historis Wacana (DHA), studi ini memeriksa 39 video berdurasi pendek dari dai Malaysia dan Indonesia, dengan fokus pada nominasi, predikasi, argumentasi, perspektivasi, dan intensifikasi/mitigasi untuk mengungkap bagaimana pilihan linguistik berinteraksi dengan lingkungan algoritmik TikTok untuk membangun ekspektasi sosio-legal gender. Temuan menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya media untuk berdakwah tetapi juga situs regulasi moral algoritmik, di mana dai menggambarkan perempuan sebagai risiko moral dan laki-laki sebagai pelindung yang bertanggung jawab. Argumentasi mengandalkan otoritas dan penalaran berbasis ancaman, termasuk kuantifikasi eskatologis yang membingkai kesopanan sebagai beban komunal. Wawasan utama adalah paradoks otoritas afektif, di mana peringatan yang ketat dan berorientasi pada rasa takut diperlunak dengan nada pastoral untuk mempertahankan perhatian dan keterlibatan. Studi ini berkontribusi pada beasiswa agama digital dengan mempekerjakan TikTok sebagai mekanisme hisbah digital yang mengukuhkan kembali otoritas patriarki dan memadatkan jurisprudensi yang kompleks menjadi tata kelola moral yang disederhanakan dan digerakkan oleh rasa takut.

Studi ini menunjukkan bahwa discursif aurah tidak hanya instruksi moral tetapi juga rezim tata kelola digital yang dibentuk oleh pilihan linguistik, insentif algoritmik, dan norma patriarki yang sudah ada.Studi ini juga menunjukkan bahwa dawah digital tidak hanya mengkomunikasikan persyaratan kesopanan tetapi merekonstruksi aurah sebagai batas gender, tetap, dan bermakna secara moral dalam pengaturan nominasi, predikasi, argumentasi, perspektivasi, dan intensifikasi/mitigasi yang terkoordinasi.Temuan ini menunjukkan bahwa otoritas agama di TikTok dilakukan melalui strategi linguistik yang menggabungkan wacana patriarki tradisional dengan logika yang didorong oleh platform, sehingga menciptakan bentuk hisbah digital yang terus berkembang, dengan implikasi signifikan bagi pemahaman wacana Islam kontemporer dan efek sosio-legalnya.

Berdasarkan temuan ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami perspektif dai TikTok mengenai penggunaan platform dan dampaknya terhadap pendekatan dakwah mereka, dengan mempertimbangkan bagaimana algoritma memengaruhi strategi konten mereka. Kedua, studi tentang audiens, khususnya perempuan Muslim muda, dapat memberikan wawasan tentang bagaimana mereka menafsirkan dan menanggapi pesan-pesan ini, serta bagaimana mereka secara aktif menegosiasikan norma-norma yang dipromosikan. Ketiga, penelitian komparatif lintas platform dapat membantu mengidentifikasi bagaimana berbagai arsitektur algoritmik membentuk otoritas agama dan memperkuat atau menantang norma-norma gender. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika kompleks antara agama, teknologi, dan gender di era digital.

  1. Algorithmic conspirituality: Explicating its emergence, dimensions, and persuasibility - Shaheen Kanthawala,... journals.sagepub.com/doi/10.1177/14614448231217425Algorithmic conspirituality Explicating its emergence dimensions and persuasibility Shaheen Kanthawala journals sagepub doi 10 1177 14614448231217425
  2. Modern Platforms for Timeless Principles: Sharia-Based ‘Aurah Norms on TikTok | JURIS (Jurnal Ilmiah... ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/Juris/article/view/16145Modern Platforms for Timeless Principles Sharia Based AoAurah Norms on TikTok JURIS Jurnal Ilmiah ejournal uinmybatusangkar ac ojs index php Juris article view 16145
  3. :: AW :: Asian Women. aw asian women jun english published https doi copyright research institute original... doi.org/10.14431/aw.2025.6.41.2.227AW Asian Women aw asian women jun english published https doi copyright research institute original doi 10 14431 aw 2025 6 41 2 227
  4. View of Women’s Islamic Shariah Compliant Dress: An Overview. view women islamic shariah compliant... publisher.uthm.edu.my/periodicals/index.php/ahcs/article/view/13783/5181View of WomenAos Islamic Shariah Compliant Dress An Overview view women islamic shariah compliant publisher uthm edu my periodicals index php ahcs article view 13783 5181
  5. Religiosity in the Digital Era and the Challenges of Hoaxes, Post-Truth and Radicalism on Social Media... journal.uinsgd.ac.id/index.php/jis/article/view/33230Religiosity in the Digital Era and the Challenges of Hoaxes Post Truth and Radicalism on Social Media journal uinsgd ac index php jis article view 33230
Read online
File size672.74 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test