IDEBAHASAIDEBAHASA

IdeBahasaIdeBahasa

Kearifan lokal merupakan adat atau budaya suatu masyarakat yang mengandung nilai-nilai luhur yang diturunkan dari generasi ke generasi dan dapat diterapkan oleh komunitas untuk melindungi serta mengelola lingkungan secara berkelanjutan. Kearifan ini memuat ajaran moral yang berkembang dalam masyarakat serta merupakan implementasi nilai budaya yang diadopsi komunitas dalam pengelolaan sumber daya alam demi kepentingan kehidupan. Berdasarkan Vitasurya (2018), fungsi kearifan lokal dalam menyikapi masuknya budaya asing meliputi: (1) sebagai penyaring dan pengendali budaya eksternal, (2) mengakomodasi unsur budaya luar, (3) mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya adat, dan (4) memberi arahan bagi perkembangan budaya. Penelitian ini membahas kearifan lokal yang terkandung dalam karya Raja Ali Haji, Gurindam 12, yang mulai memudar karena perkembangan informasi dan teknologi yang tidak terkendali. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dari data cetak dan elektronik, sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik kategorisasi yang diusulkan oleh Klepper et al. (2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap stanza Gurindam 12 mengandung ajaran moral yang berhubungan dengan ajaran Islam.

Gurindam 12 memuat ajaran moral Islam yang mengajak umat untuk menaati perintah Allah, menghindari larangan-Nya, dan berperilaku sesuai Al‑Quran serta Hadis, yang tercermin dalam setiap stanza.Analisis setiap stanza menunjukkan pentingnya peran agama, kewajiban ibadah, etika sosial, pendidikan, serta kepemimpinan yang bertanggung jawab dalam kehidupan individu dan masyarakat.Secara keseluruhan, karya tersebut menegaskan nilai kearifan lokal sebagai pedoman moral yang berkelanjutan untuk mengembangkan perilaku etis dan budaya Islami dalam konteks modern.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan survei lapangan untuk mengukur tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat Batam terhadap nilai‑nilai moral yang terkandung dalam Gurindam 12, sehingga dapat diketahui sejauh mana kearifan lokal tersebut masih dipertahankan atau mengalami erosi. Selain itu, studi perbandingan dapat dilakukan antara Gurindam 12 dengan karya sastra lokal lainnya, seperti pantun atau syair, untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan dalam penyampaian nilai moral serta peranannya dalam memperkuat identitas budaya. Selanjutnya, pengembangan modul pendidikan berbasis nilai‑nilai Gurindam 12 dapat diuji efektivitasnya dalam meningkatkan perilaku pro‑lingkungan dan etika sosial siswa, dengan melakukan evaluasi longitudinal terhadap perubahan sikap dan tindakan peserta didik setelah penerapan modul tersebut.

  1. #identitas budaya#identitas budaya
  2. #nilai moral#nilai moral
Read online
File size662.26 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-1b2
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test