IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA

JIEP: Journal of Islamic Education PapuaJIEP: Journal of Islamic Education Papua

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia akademik membawa peluang sekaligus tantangan etis yang signifikan. Penggunaan AI dalam riset ilmiah, seperti penulisan otomatis, analisis data, dan pencarian literatur, dapat mempercepat proses keilmuan, namun juga berisiko menimbulkan penyimpangan etis seperti plagiarisme, manipulasi data, dan hilangnya otonomi peneliti. Studi ini bertujuan menelaah fenomena tersebut dalam perspektif etika Islam melalui pendekatan kualitatif-analitis berbasis studi kepustakaan. Analisis difokuskan pada lima aspek utama: pemanfaatan AI dalam penelitian, nilai-nilai etika Islam dalam aktivitas ilmiah, risiko etis AI, evaluasi berdasarkan maqāṣid al-syarīah, dan formulasi kerangka etika Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dapat dimanfaatkan secara etis jika digunakan dalam batas maslahat dan adab ilmiah yang selaras dengan prinsip ḥifẓ al-ʿaql dan ḥifẓ al-ʿilm. Artikel ini merekomendasikan kerangka etik Islam yang aplikatif, mencakup niat ilmiah yang benar, kejujuran, tanggung jawab, dan sistem pengawasan kolektif berbasis prinsip hisbah, sebagai pedoman dalam penggunaan AI di ranah akademik.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan AI dalam riset ilmiah menghadirkan dampak ambivalen antara produktivitas dan persoalan etis.Islam tidak menolak pemanfaatan AI, namun menuntut landasan etik yang kokoh berdasarkan nilai-nilai seperti niat, kejujuran, dan tanggung jawab.Penggunaan AI yang tidak disertai pengawasan etis dapat melanggar prinsip-prinsip keilmuan Islam.Oleh karena itu, diperlukan formulasi kerangka etik Islam yang aplikatif untuk memastikan pemanfaatan AI selaras dengan adab dan tanggung jawab moral dalam produksi ilmu.

Penelitian lanjutan perlu diarahkan pada pengembangan indikator maqāṣid al-syarīah dalam teknologi AI, serta evaluasi empiris terhadap penggunaan AI dalam penelitian di lingkungan akademik Islam. Selain itu, penting untuk merancang pedoman etika penggunaan AI dalam riset berbasis nilai-nilai Islam dan mengintegrasikan pelatihan literasi etika digital dalam kurikulum riset. Lebih lanjut, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip Islam dapat digunakan untuk mengatasi bias algoritmik dan memastikan keadilan epistemik dalam penggunaan AI, serta mengembangkan model pengawasan kolektif berbasis hisbah yang efektif untuk menjaga integritas akademik di era digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menjembatani kesenjangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai moral Islam, sehingga pemanfaatan AI dapat memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban.

  1. Etika Penggunaan Artificial Intelligence dalam Penulisan Karya Ilmiah | Jurnal Penelitian Inovatif. etika... doi.org/10.54082/jupin.874Etika Penggunaan Artificial Intelligence dalam Penulisan Karya Ilmiah Jurnal Penelitian Inovatif etika doi 10 54082 jupin 874
  2. Maqasid Al-Shari’ah and the Ethics of Artificial Intelligence | Journal of Contemporary Maqasid... doi.org/10.52100/jcms.v2i2.107Maqasid Al ShariAoah and the Ethics of Artificial Intelligence Journal of Contemporary Maqasid doi 10 52100 jcms v2i2 107
Read online
File size233.47 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test