UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR

at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islamat-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi teori experiential learning John Dewey dengan konsep hadis tarbawi Rasulullah SAW dalam konteks pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan analisis kepustakaan. Hadis Nabi yang mengandung nilai-nilai pendidikan praktis (tarbawi), serta karya-karya utama John Dewey, seperti Pengalaman dan Pendidikan, berfungsi sebagai sumber data utama. Sumber data sekunder adalah buku, jurnal, dan literatur akademik yang membahas teori Dewey, hadis tarbawi, dan PAI. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) komparatif-induktif, yang diarahkan pada penemuan prinsip pengalaman, refleksi, dan pembentukan kebiasaan dalam kedua kerangka teoretis tersebut untuk ditarik kesimpulan relevansinya. Hasil analisis menunjukkan adanya titik temu konseptual yang signifikan antara experiential learning Dewey dan hadis tarbawi, terutama dalam pandangan bahwa pendidikan harus berbasis pengalaman nyata yang membentuk kesadaran moral dan intelektual peserta didik. Namun demikian, hadis tarbawi menawarkan dimensi spiritual-transendental yang tidak ditemukan dalam teori Dewey yang berlandaskan filsafat pragmatisme. Relevansi keduanya terletak pada pentingnya menyeimbangkan aspek pengalaman empiris dan nilai-nilai spiritual dalam proses pembelajaran, sehingga pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu (transfer of knowledge), tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran religius peserta didik (transfer of values).

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa teori experiential learning John Dewey dan konsep hadis tarbawi Rasulullah SAW memiliki relevansi yang signifikan dalam pengembangan paradigma pendidikan Islam, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI).Kedua konsep tersebut sama-sama menempatkan pengalaman sebagai unsur fundamental dalam proses belajar.Dewey menekankan pentingnya pengalaman dan refleksi sebagai dasar terbentuknya pengetahuan dan kebiasaan berpikir kritis, sedangkan Rasulullah SAW melalui hadis-hadis tarbawi menunjukkan bahwa pengalaman hidup merupakan media efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual.Persamaan keduanya terletak pada orientasi pendidikan yang bersifat partisipatif, kontekstual, dan berbasis tindakan nyata, di mana peserta didik didorong untuk aktif dalam proses belajar dan menemukan makna melalui keterlibatan langsung.Namun, perbedaan mendasar muncul pada dimensi filosofis dan orientasi tujuan.Pemikiran Dewey berlandaskan pragmatisme yang menilai pengalaman dari aspek manfaat praktisnya, sementara hadis tarbawi berpijak pada nilai-nilai tauhid yang menjadikan pengalaman sebagai sarana untuk menggapai kesempurnaan iman dan akhlak.Dengan demikian, konsep experiential learning dapat menjadi pelengkap metodologis bagi pendidikan Islam, sedangkan hadis tarbawi memberikan landasan spiritual dan etis bagi proses pendidikan modern.Integrasi keduanya dapat melahirkan model pembelajaran PAI yang lebih holistik, mencakup dimensi intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik.

Berdasarkan analisis yang dilakukan, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran PAI yang lebih holistik dan kontekstual. Model ini dapat menggabungkan prinsip-prinsip experiential learning dengan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam hadis tarbawi. Penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pengalaman empiris dan refleksi rasional dapat diintegrasikan dengan kesadaran transendental dalam proses pembelajaran PAI. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki bagaimana pengalaman nyata dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter dan kesadaran religius peserta didik, serta bagaimana nilai-nilai spiritual dapat diwujudkan dalam praktik kehidupan sosial. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan Pendidikan Agama Islam yang lebih bermakna dan transformatif, serta memperkuat relevansi pemikiran Barat dalam pendidikan Islam.

  1. Experiential Learning Research Trends Through Bibliometric Analysis 2019-2023 | IJE : Interdisciplinary... skillerindonesia.id/index.php/ije/article/view/212Experiential Learning Research Trends Through Bibliometric Analysis 2019 2023 IJE Interdisciplinary skillerindonesia index php ije article view 212
  2. MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI YANG RELEVAN DAN INOVATIF | EDUMULYA: Jurnal Pendidikan Agama Islam.... jurnal.stainidaeladabi.ac.id/index.php/edumulya/article/view/272MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI YANG RELEVAN DAN INOVATIF EDUMULYA Jurnal Pendidikan Agama Islam jurnal stainidaeladabi ac index php edumulya article view 272
Read online
File size920.62 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test