YOSSOEDARSOYOSSOEDARSO
Justice Pro: Jurnal Ilmu HukumJustice Pro: Jurnal Ilmu HukumPenelitian ini membahas kekuatan pembuktian alat bukti surat dalam hukum acara perdata, khususnya perbedaan antara akta otentik dan akta di bawah tangan serta kewenangan dalam menyatakan cacat pada alat bukti tulisan. Latar belakang penelitian bertumpu pada prinsip negara hukum yang melarang tindakan menghakimi sendiri dan menempatkan penyelesaian sengketa pada lembaga peradilan. Dalam proses persidangan perdata, pembuktian memegang peranan penting untuk meyakinkan hakim mengenai kebenaran hubungan hukum yang disengketakan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta otentik memiliki kekuatan pembuktian tertinggi karena dibuat oleh atau di hadapan pejabat umum yang berwenang, sehingga mempunyai kekuatan pembuktian lahiriah, formal, dan materiil. Sebaliknya, akta di bawah tangan memiliki kekuatan pembuktian yang bergantung pada pengakuan para pihak terhadap tanda tangan dan isinya, serta tidak memiliki kekuatan pembuktian lahiriah terhadap pihak ketiga. Selain itu, kewenangan untuk menyatakan cacat pada akta otentik berada pada hakim, sedangkan pada akta di bawah tangan dapat dinyatakan oleh para pihak atau oleh hakim apabila sengketa diajukan ke pengadilan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pemenuhan syarat formal dan kewenangan pejabat pembuat akta dalam menentukan kekuatan pembuktian alat bukti surat di pengadilan.
Alat bukti tulisan terutama yang berupa akta, baik akte otentik maupun akta dibawah tangan adalah merupakan alat bukti yang sering dibutuhkan dan digunakan masyarakat dalam melakukan hubungan.Antara akte otentik dan akta dibawah tangan terdapat perbedaan yaitu, akta otentik yang dibuat oleh atau dihadapan Pejabat Umum yang berwenang untuk itu, sedangkan akta dibawah tangan adalah akta yang dibuat oleh para pihak yang bersangkutan.Sehingga akte otentik lebih terkamin keabsahannya dari pada akta dibawah tangan untuk diajukan sebagai bukti tulisan ke pengadilan.Yang berhak menyatakan cacat pada akte otentik adalah Hakim, sedangkan yang berhak menyatakan pada akta di bawah tangan yaitu para pihak.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai implikasi praktis dari kekuatan pembuktian akta otentik dan akta di bawah tangan dalam berbagai kasus perdata. Penelitian ini dapat berfokus pada analisis perbandingan antara kedua jenis akta tersebut dalam konteks penyelesaian sengketa perdata, termasuk dalam hal pembuktian dan keabsahan akta. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran notaris sebagai pejabat pembuat akta otentik dan bagaimana peran mereka dalam memastikan keabsahan dan kekuatan pembuktian akta. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki tantangan dan peluang dalam penerapan sistem pembuktian tertulis dalam hukum perdata, termasuk dalam hal pemenuhan syarat formal dan materiil serta kewenangan pejabat pembuat akta.
| File size | 204.35 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UntikaUntika Tanda tangan digital semakin banyak digunakan sebagai sarana autentikasi dan persetujuan dalam perjanjian elektronik, namun masih menimbulkan permasalahanTanda tangan digital semakin banyak digunakan sebagai sarana autentikasi dan persetujuan dalam perjanjian elektronik, namun masih menimbulkan permasalahan
YOSSOEDARSOYOSSOEDARSO Penelitian ini mengkaji proses pemeriksaan tindak pidana penganiayaan ringan berdasarkan Pasal 352 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sertaPenelitian ini mengkaji proses pemeriksaan tindak pidana penganiayaan ringan berdasarkan Pasal 352 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta
PUBMEDIAPUBMEDIA Dengan menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, penelitian ini menganalisis peraturanDengan menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, penelitian ini menganalisis peraturan
UMSUMS Court Excellence merupakan konsep penting dalam sistem peradilan yang bertujuan untuk menciptakan peradilan yang berwibawa dan terpercaya. TransformasiCourt Excellence merupakan konsep penting dalam sistem peradilan yang bertujuan untuk menciptakan peradilan yang berwibawa dan terpercaya. Transformasi
PUBMEDIAPUBMEDIA Secara empiris, 68% whistleblower dalam kasus yang dianalisis mengalami tindakan balasan, mulai dari intimidasi hingga kriminalisasi, yang secara langsungSecara empiris, 68% whistleblower dalam kasus yang dianalisis mengalami tindakan balasan, mulai dari intimidasi hingga kriminalisasi, yang secara langsung
UMSUMS Sistem ini menawarkan reformasi cepat dalam pengembangan sistem informasi dan hukum acara, dengan kemudahan penggunaan serta proses penyelesaian perkaraSistem ini menawarkan reformasi cepat dalam pengembangan sistem informasi dan hukum acara, dengan kemudahan penggunaan serta proses penyelesaian perkara
GRAHAMITRAGRAHAMITRA Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengamankan sebuah data atau file adalah dengan menggunakan algoritma double data encryption standard, penggunaanSalah satu metode yang dapat digunakan untuk mengamankan sebuah data atau file adalah dengan menggunakan algoritma double data encryption standard, penggunaan
POLTEKPELSUMBARPOLTEKPELSUMBAR Hal itu membuktikan bahwa kesadaran dan kedisiplinan taruna masih kurang dan masih perlu ditingkatkan. Metodologi penelitian yang dipakai dalam penyusunanHal itu membuktikan bahwa kesadaran dan kedisiplinan taruna masih kurang dan masih perlu ditingkatkan. Metodologi penelitian yang dipakai dalam penyusunan
Useful /
YOSSOEDARSOYOSSOEDARSO Undang-undang ini memberikan landasan hukum bagi korban kekerasan dalam rumah tangga untuk mendapatkan perlindungan dan penuntutan. Upaya perlindunganUndang-undang ini memberikan landasan hukum bagi korban kekerasan dalam rumah tangga untuk mendapatkan perlindungan dan penuntutan. Upaya perlindungan
PERNUSPERNUS Pendahuluan: Asam urat merupakan bentuk artritis yang ditandai dengan peradangan sendi, seringkali pada ibu jari kaki, yang disebabkan oleh penumpukanPendahuluan: Asam urat merupakan bentuk artritis yang ditandai dengan peradangan sendi, seringkali pada ibu jari kaki, yang disebabkan oleh penumpukan
UCYUCY Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 2 Ceper Kabupaten Klaten yang terdiri dari tujuh kelas dengan jumlah siswa 224 orang. PengambilanPopulasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 2 Ceper Kabupaten Klaten yang terdiri dari tujuh kelas dengan jumlah siswa 224 orang. Pengambilan
UPPRUPPR Perlakuan terbaik dosis 30 ton/ha terdapat pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun sedangkan 15 ton/ha pada variabel berat segar tanaman,Perlakuan terbaik dosis 30 ton/ha terdapat pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun sedangkan 15 ton/ha pada variabel berat segar tanaman,